Seorang trader di platform pasar prediksi Polymarket menjadi sorotan setelah meraup keuntungan luar biasa dari pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir.
Trader tersebut berhasil memprediksi secara tepat skor akhir 3-2 untuk kemenangan Argentina, sebuah hasil yang saat dipasang hanya memiliki peluang sekitar 2 persen menurut pasar.
Berdasarkan postingan Polymarket Sport pada Rabu (8/7/2026), trader itu memasang modal sekitar US$2.300 pada kontrak skor tepat Argentina 3-2 Mesir.

Setelah pertandingan berakhir sesuai prediksi, posisi tersebut menghasilkan payout sebesar US$106.880,73. Dengan demikian, keuntungan bersih yang diperoleh diperkirakan mencapai sekitar US$104.580,73, setara Rp1,86 miliar, dengan imbal hasil lebih dari 4.500 persen dari modal awal.
Comeback Dramatis Argentina Jadi Cuan Fantastis
Keberhasilan tersebut menjadi perhatian karena pasar exact score atau skor tepat merupakan salah satu jenis prediksi dengan tingkat kesulitan tinggi. Tidak seperti kontrak yang hanya menebak tim pemenang, trader harus memperkirakan skor akhir secara presisi agar taruhan dinyatakan benar.
Prediksi itu bahkan sempat terlihat hampir mustahil terwujud. Dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026, Mesir lebih dahulu unggul 2-0 melalui gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan Mostafa Zico pada menit ke-67.
Argentina baru mampu memperkecil ketertinggalan lewat Cristian Romero pada menit ke-79 sebelum Lionel Messi menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-83.
Saat pertandingan memasuki masa injury time, Enzo Fernández mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+2 yang memastikan Argentina menang 3-2 sekaligus meloloskan timnya ke perempat final Piala Dunia 2026.
Gol penentu kemenangan itu sekaligus memastikan kontrak exact score milik trader Polymarket tersebut berakhir sesuai prediksi. Hasil tersebut mengubah taruhan yang semula hanya memiliki probabilitas sekitar 2 persen menjadi payout bernilai enam digit.
Pelatih Mesir Protes, Kepemimpinan Wasit Jadi Sorotan
Di balik comeback dramatis Argentina, pertandingan juga diwarnai kontroversi yang memicu protes dari kubu Mesir.
Berdasarkan laporan Sky Sports pada Rabu (8/7/2026), Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengkritik kepemimpinan wasit François Letexier dan menilai timnya dirugikan oleh sejumlah keputusan penting sepanjang pertandingan.
Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah dianulirnya gol Mostafa Zico karena pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Selain itu, Hassan juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak memberikan pelanggaran kepada Mesir sesaat sebelum terciptanya gol kemenangan Enzo Fernández.
Dalam pernyataannya kepada media usai pertandingan, Hassan menyebut kepemimpinan wasit berlangsung tidak adil dan bahkan menyiratkan bahwa Argentina mendapat keuntungan dari keputusan-keputusan tersebut agar tetap bertahan di Piala Dunia 2026.
Meski demikian, tudingan itu merupakan klaim dari kubu Mesir dan tidak disertai bukti bahwa wasit secara sengaja menguntungkan Argentina.
Terlepas dari kontroversi tersebut, hasil pertandingan tetap disahkan dengan kemenangan 3-2 untuk Argentina. Laga ini pun menjadi salah satu pertandingan paling dramatis di fase gugur Piala Dunia 2026, sekaligus melahirkan salah satu kisah keuntungan terbesar di Polymarket sepanjang turnamen.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


