Aktivitas perdagangan di platform pasar prediksi Polymarket menjadi sorotan setelah muncul transaksi besar yang waktunya bertepatan dengan perkembangan konflik Iran.
Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Rabu (25/3/2026), sejumlah trader diduga telah mengambil posisi taruhan sebelum informasi penting terkait kebijakan militer AS dipublikasikan secara resmi. Fenomena ini memunculkan dugaan bahwa sebagian pelaku pasar memiliki akses lebih awal terhadap informasi sensitif yang belum tersedia untuk publik.
Sejumlah akun baru terpantau memasang taruhan sekitar US$70.000 terkait kemungkinan gencatan senjata antara AS dan Iran sebelum akhir Maret. Lonjakan probabilitas pada skenario tersebut terjadi dalam waktu singkat, yang dinilai tidak lazim oleh analis pasar.
Pola transaksi ini dianggap mencurigakan karena menunjukkan kemungkinan adanya akses terhadap informasi diplomatik yang bersifat rahasia. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa pasar prediksi seperti Polymarket dapat dimanfaatkan untuk spekulasi berbasis informasi non-publik.
Pola Transaksi dan Timing yang Dipertanyakan
Dari sisi pola perdagangan, sejumlah transaksi besar terlihat dilakukan sebelum munculnya pemberitaan resmi terkait perkembangan konflik. Aktivitas ini dinilai memiliki timing yang terlalu presisi untuk dianggap sebagai spekulasi biasa.
Beberapa pelaku pasar bahkan disebut mengambil posisi dalam jumlah besar tepat sebelum narasi geopolitik berkembang di ruang publik.
Selain di Polymarket, pergerakan serupa juga terpantau pada instrumen keuangan lain seperti kontrak berjangka minyak dan indeks saham AS. Namun, Polymarket menjadi pusat perhatian karena sifatnya yang terbuka secara global dan memungkinkan partisipasi dengan tingkat anonimitas yang relatif tinggi.
Mantan Analis Riset di Cointelegraph Consulting sekaligus Pendiri Starchild, Ben Yorke, menjelaskan bahwa pola penggunaan akun baru bisa menjadi indikasi upaya menyamarkan identitas.
“Pengguna Polymarket rata-rata akan memiliki riwayat yang panjang, tetapi jika Anda melakukan insider trading, Anda tidak ingin ada kaitan tersebut, jadi Anda akan membuat dompet baru,” ungkapnya.
Dugaan Akses Informasi Sensitif di Balik Perdagangan
Kecurigaan semakin menguat setelah beberapa pihak mengaitkan aktivitas perdagangan ini dengan arah narasi yang berkembang dari Gedung Putih.
Pergerakan taruhan yang muncul sebelum pengumuman resmi memicu spekulasi bahwa sinyal tertentu, baik melalui komunikasi publik maupun dinamika internal, telah dimanfaatkan oleh trader untuk mengambil posisi lebih awal.
Dalam konteks ini, satu kalimat yang mengaitkan Polymarket dan Iran menjadi sorotan utama, di mana aktivitas taruhan di Polymarket terkait Iran dinilai mencerminkan kemungkinan adanya pemanfaatan informasi yang belum dirilis secara luas.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pasar prediksi mencerminkan ekspektasi publik atau justru dipengaruhi oleh informasi terbatas yang hanya diketahui segelintir pihak.
Volume Besar dan Kekhawatiran Penyalahgunaan Informasi
Skala transaksi yang terjadi juga menjadi perhatian, dengan beberapa taruhan dilaporkan mencapai nilai ratusan juta dolar dan mengikuti perkembangan geopolitik secara sangat presisi.
Fenomena ini dinilai tidak biasa jika hanya didorong oleh spekulasi pasar biasa, sehingga memperkuat dugaan adanya faktor tambahan di balik aktivitas tersebut.
Di sisi lain, redaksi sebelumnya mencatat bahwa meningkatnya volume perdagangan hingga miliaran dolar telah mendorong perhatian lebih besar terhadap aktivitas di Polymarket.
Platform ini diketahui memperbarui kebijakan internalnya, termasuk melarang penggunaan informasi ilegal atau bocoran dalam aktivitas trading.
Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi manipulasi pasar dan penyalahgunaan informasi sensitif, terutama dalam konteks peristiwa geopolitik seperti konflik Iran.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



