Kejutan di Piala Dunia 2026 tak hanya terjadi di atas lapangan. Di balik kemenangan Australia atas Turki, pasar prediksi Polymarket ikut bergolak dengan perputaran uang jutaan dolar AS. Ada yang harus gigit jari, tetapi ada pula yang sukses membawa pulang keuntungan fantastis.
Australia Bungkam Turki di Pildun 2026
Kemenangan Australia 2-0 atas Turki pada laga pembuka Grup D FIFA World Cup 2026 pada Minggu (14/06/2026) menjadi salah satu hasil paling mengejutkan sejauh ini. Socceroos tampil disiplin dan efektif meski lebih banyak berada di bawah tekanan lawannya.
Pelatih Tony Popovic membuat keputusan berani dengan mencadangkan kapten sekaligus kiper utama Maty Ryan. Sebagai gantinya, Patrick Beach yang baru mengoleksi tiga caps dipercaya mengawal gawang Australia.

Keputusan tersebut terbukti jitu. Patrick Beach tampil gemilang dengan sederet penyelamatan penting yang menggagalkan peluang Turki sepanjang pertandingan. Penampilannya menjadi salah satu kunci kemenangan Australia.
Nestory Irankunda membuka keunggulan Australia pada babak pertama setelah memanfaatkan umpan Paul Okon-Engstler. Sementara Connor Metcalfe memastikan kemenangan lewat gol jarak jauh pada babak kedua yang menutup laga dengan skor 2-0.
Di balik kemenangan Australia atas Turki, trader Polymarket dengan akun LEEEROYJENKINS ikut menjadi sorotan. Ia memasang taruhan bahwa Turki tidak akan menang sekaligus mengambil posisi Australia +1,5 di spread market.
Strategi tersebut terbukti tepat. Kedua taruhan berhasil, sehingga LEEEROYJENKINS berhasil membukukan keuntungan sekitar US$5,2 juta, atau setara sekitar Rp92,56 miliar, hanya dari satu laga Piala Dunia 2026.

Trader Lain Ikut Panen Profit dari Laga Australia vs Turki
Tak hanya LEEEROYJENKINS, sejumlah trader lain juga ikut menikmati hasil dari kejutan Australia atas Turki. Mereka berhasil membaca peluang berbeda ketika mayoritas pasar lebih menjagokan Turki.
Berdasarkan data Polymarket per Selasa (16/06/2026), ferrariChampions2026 membukukan keuntungan US$34.118,38, disusul sbsigner dengan profit US$31.963,74, serta alamat 0xd4a yang mengantongi US$23.485,66.
Trader lain seperti 0xf751, 0x1dd9, suntori dan trader bernama Cannae juga berhasil mencetak keuntungan masing-masing sebesar US$18.750,03, US$12.232,45, dan US$11.383,06 dari pasar prediksi tersebut.

Sejumlah Trader Polymarket Harus Menelan Kerugian Besar
Di sisi lain, kemenangan Australia menjadi mimpi buruk bagi trader Polymarket yang mengambil posisi sebaliknya. Sejumlah akun harus menerima kerugian besar setelah Turki gagal memenuhi ekspektasi pasar.
Trader TimeToFire tercatat mengalami kerugian terbesar dengan nilai US$589.813,57. Posisi tersebut diikuti Countryside yang minus US$523.757,97, serta caicai888888 yang kehilangan US$421.232,65.
Kerugian besar juga dialami sebuah address crypto dengan awalan 0xd4a sebesar US$387.699,70, surfandturf sebesar US$257.618,33, dan 0x5966 yang mencatat kerugian US$128.433,79.

Laga Australia kontra Turki menunjukkan tingginya volatilitas pasar prediksi. Hanya dalam 90 menit pertandingan Pildun 2026, satu hasil di luar ekspektasi mampu mengubah nasib trader dari potensi rugi besar menjadi cuan puluhan miliar rupiah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


