Trader Polymarket Rugi Rp23,14 Miliar Karena Kekalahan AS di Piala Dunia 2026

Seorang trader di platform pasar prediksi Polymarket mengalami kerugian besar setelah taruhan senilai sekitar US$1,3 juta, setara Rp23,14 miliar, gagal akibat kekalahan AS dari Turki pada laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026.

Taruhan tersebut dipasang pada kontrak yang memprediksi AS akan memenangkan pertandingan, namun hasil akhir justru berpihak kepada Turki dengan skor 3-2.

Taruhan bernilai fantastis itu sempat menarik perhatian komunitas Polymarket karena berpotensi memberikan pembayaran (payout) hingga US$2.575.015,56 apabila AS menang.

Dengan hasil sebaliknya, kontrak “USA to WIN” berakhir tanpa nilai sehingga seluruh dana yang dipertaruhkan hangus.

Turki Piala Dunia 2026

Turki Menang Dramatis pada Menit Akhir

Pertandingan Piala Dunia 2026 antara AS dan Turki berlangsung di Los Angeles Stadium, Inglewood, California, pada 25 Juni 2026 waktu setempat. Meski laga tersebut tidak lagi menentukan nasib kedua tim di fase grup, duel tetap berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan.

BACA JUGA:  Bitcoin Belum Mati, 3 Indikator Ini Justru Isyaratkan Fase Bottom Besar

AS sebenarnya mengawali pertandingan dengan sempurna setelah Auston Trusty membawa timnya unggul cepat pada menit ketiga. Namun keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit sebelum Arda Güler menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-10.

Turki kemudian berhasil membalikkan keadaan pada menit ke-31 melalui gol Orkun Kökçü yang membawa mereka unggul 2-1 hingga babak pertama berakhir.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Memasuki babak kedua, AS kembali memberikan perlawanan. Sebastian Berhalter mencetak gol penyeimbang pada menit ke-49 sehingga skor berubah menjadi 2-2.

Saat pertandingan diperkirakan berakhir imbang, Turki justru mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Kaan Ayhan memanfaatkan umpan Can Uzun pada menit ke-90+8 untuk memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Turki.

Hasil tersebut tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen Grup D Piala Dunia 2026. AS tetap finis sebagai juara grup dan berhak melaju ke babak 32 besar, sementara Turki telah dipastikan tersingkir sebelum pertandingan dimulai.

BACA JUGA:  Belgia Gagal Menang, Trader Polymarket Merugi Rp152 Miliar di Pildun 2026

Taruhan Besar pun Menguap

Besarnya nilai taruhan membuat pertandingan ini mendapat perhatian luas di kalangan pengguna Polymarket. Trader tersebut mempertaruhkan sekitar US$1,3 juta pada kontrak kemenangan AS dengan harapan memperoleh pembayaran lebih dari US$2,57 juta apabila prediksinya tepat.

Menjelang pertandingan, AS memang masih lebih diunggulkan oleh pasar taruhan konvensional. Meski demikian, sejumlah pengamat memperkirakan tim tersebut akan melakukan rotasi pemain karena status mereka sebagai juara Grup D Piala Dunia 2026 sudah dipastikan sebelum laga dimulai.

Prediksi tersebut terbukti benar. Pelatih AS melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain inti, sementara Christian Pulisic baru dimainkan pada menit ke-58 setelah pulih dari cedera betis.

Di sisi lain, Turki tetap tampil agresif meski sudah tidak memiliki peluang lolos ke fase gugur. Tim tersebut mampu memanfaatkan peluang secara efektif dan mencetak gol penentu kemenangan pada penghujung pertandingan.

BACA JUGA:  Harga XRP Siap Meledak? Ada Sinyal Besar Selama Level Ini Bertahan

Kekalahan AS sekaligus menghapus peluang trader tersebut untuk memperoleh keuntungan sekitar US$1,27 juta sebelum biaya transaksi. Sebaliknya, seluruh modal yang dipertaruhkan lenyap karena kontrak dinyatakan kalah setelah skor akhir menunjukkan kemenangan Turki.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait