Hasil imbang Jepang kontra Belanda pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Senin (15/06/2026) dini hari, menghadirkan drama hingga detik terakhir. Bukan hanya suporter kedua tim yang dibuat tegang, tetapi juga para trader di platform prediksi Polymarket.
Gol penyeimbang Jepang di penghujung laga langsung membalikkan peruntungan banyak posisi taruhan. Sejumlah trader yang menjagokan kemenangan Belanda harus menanggung kerugian hingga miliaran rupiah setelah prediksi mereka gagal menjadi kenyataan.
Gol Menit Akhir Jepang di Pildun 2026 Ubah Segalanya
Pertandingan Jepang melawan Belanda berlangsung sengit sejak babak kedua dimulai. Setelah paruh pertama berjalan relatif datar, kedua tim saling bertukar gol dalam tempo cepat dan membuat atmosfer stadion memanas.
Kapten Belanda Virgil van Dijk membuka keunggulan pada menit ke-50 melalui sundulan keras. Namun, Jepang langsung membalas tujuh menit berselang lewat Keito Nakamura yang memanfaatkan umpan Takefusa Kubo.
Belanda kembali unggul pada menit ke-64 melalui Crysencio Summerville. Saat itu, banyak bahwa pihak mengira Oranje akan mengamankan tiga poin perdana di Grup F Piala Dunia 2026.

Namun, skenario berubah total pada menit ke-88. Daichi Kamada sukses menyundul sepak pojok Koki Ogawa dan mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut membuat suporter Samurai Blue berpesta, sementara pendukung Belanda hanya bisa terdiam.
Drama di lapangan ternyata ikut mengguncang pasar prediksi Polymarket. Mereka yang bertaruh Belanda bakal menang harus menerima kenyataan pahit setelah peluit panjang dibunyikan.
Trader Polymarket yang Jagokan Belanda Merugi Miliaran
Data Polymarket per Senin (15/6/2026) menunjukkan akun FlickRaw menjadi salah satu trader yang mengalami kerugian terbesar. Ia memegang sekitar 6.928.014 saham pada posisi “Yes” untuk pasar “Will Netherlands win on 2026-06-14?“
Posisi tersebut dibuka di harga 47,5 sen dolar AS per saham. Setelah laga berakhir imbang, nilai investasinya praktis nyaris habis dan mencatat kerugian sekitar US$3,29 juta, atau setara hampir Rp56 miliar.
Bukan hanya FlickRaw. Berdasarkan daftar pemegang posisi terbesar, sejumlah trader lain seperti mooseborzoi, 0xe22a, 0xe2dd, hingga 0x076d juga memegang ratusan ribu hingga hampir satu juta saham di sisi “Yes“.

Artinya, hasil seri Jepang kontra Belanda ikut menyeret banyak trader besar ke zona merah. Prediksi yang sebelumnya terlihat menjanjikan berubah menjadi kerugian hanya dalam hitungan menit setelah gol Kamada tercipta.
Saat Sebagian Boncos, Sebagian Lain Malah Pesta Profit
Di sisi lain, trader yang memilih posisi “No” justru menikmati hasil sebaliknya. Mereka diuntungkan karena Belanda gagal meraih kemenangan meski sempat unggul dua kali dalam pertandingan.
Akun Giftzzz menjadi salah satu pemenang terbesar. Dengan kepemilikan sekitar 1.132.079 saham di posisi “No“, trader kripto tersebut membukukan keuntungan sekitar US$531.510, atau lebih dari Rp9 miliar.
Trader lain juga ikut mencatat profit besar. Akun Substantial-Service yang memiliki sekitar 1.040.085 saham di sisi “No” membukukan keuntungan sekitar US$496.773, dengan nilai posisi yang menembus lebih dari US$1 juta.
Data juga menunjukkan nama lain seperti weflyhigh, Tiger200, Unacceptable-Crop-Spotlight, hingga Grenderen berada di kubu “No“, menandakan banyak trader berhasil memanfaatkan hasil imbang yang mengejutkan tersebut.

Pertandingan ini memperlihatkan betapa cepatnya dinamika prediction market berubah. Satu gol pada menit ke-88 tak hanya mengubah papan skor Piala Dunia 2026, tetapi juga membalikkan nasib jutaan dolar di Polymarket dalam hitungan detik.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


