Trader Waspada Saat Harga Bitcoin Dekati Zona Penentu Tren

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) memasuki fase krusial setelah berada tepat di bawah zona support utama US$86.000–US$88.000 yang selama berbulan-bulan menjadi penahan tren penurunan.

Analisis terbaru dari analis on-chain Crazzyblockk di CryptoQuant menunjukkan bahwa titik ini akan menentukan apakah pasar memasuki gelombang koreksi lebih dalam atau justru memulai pemulihan baru.

Pergerakan harga terkini terjadi di tengah evaluasi ulang struktur pasar, dengan Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$87.620 pada saat artikel ini disusun.

Zona tersebut dianggap penting karena merupakan area yang memisahkan fase bullish dan bearish berdasarkan indikator Highly Active Address Realized Price, yang berada di US$86.574.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Metrik ini merepresentasikan harga akumulasi rata-rata bagi dompet yang melakukan lebih dari 100 transaksi per bulan, kelompok trader aktif yang sering menggerakkan aksi harga jangka pendek.

“Level ini menjadi batas psikologis yang menentukan apakah pelaku pasar aktif masih berada di posisi untung atau justru mulai tertekan,” ungkap analis tersebut.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Ingatkan Bahaya Web4 yang Didominasi AI

Support Paling Kuat Uji Ketahanan Harga Bitcoin 

Zona US$86.000–US$88.000 telah diuji lebih dari 60 kali dalam beberapa bulan terakhir, dan belum pernah benar-benar ditembus secara konsisten.

Hal ini membuatnya menjadi support paling kuat dalam struktur pergerakan harga Bitcoin tahun ini. Selama berada di atasnya, tekanan jual tetap terkontrol karena mayoritas trader aktif mempertahankan posisi yang masih menguntungkan.

Namun, untuk kali pertama dalam hampir satu tahun, Bitcoin kini bergerak di bawah metrik tersebut, memicu kekhawatiran mengenai potensi perubahan tren.

Data on-chain mencatat bahwa dalam 12 bulan terakhir, Bitcoin menghabiskan 97,8 persen hari perdagangan di atas harga realized para trader aktif. Kondisi terkini menjadi ujian besar apakah pola akumulasi masih mendominasi atau beralih menjadi distribusi.

Riwayat pergerakan sebelumnya menunjukkan pola serupa. Pada September 2024, penurunan di bawah level ini berlangsung selama 22 hari dan memicu koreksi 10,5 persen.

BACA JUGA:  Volatilitas Tinggi Masih Hantui Bitcoin, Ini Pemicunya

Sementara pada Agustus 2024, breakdown selama 14 hari menghasilkan penurunan 4,7 persen. Kedua periode menunjukkan bahwa penembusan support ini cenderung menciptakan rangkaian aksi jual lanjutan karena posisi para trader aktif masuk ke zona rugi dan memicu likuidasi.

Skenario Koreksi dan Rebound

Crazzyblockk menjelaskan bahwa kehilangan support US$86.000 biasanya memicu pola koreksi tiga tahap. Penurunan awal bergerak menuju US$80.000–US$82.000 akibat aktivasi stop-loss.

Bila tekanan berlangsung, target berikutnya berada di US$75.000–US$77.000. Sementara koreksi terdalam dapat terjadi pada rentang US$70.000–US$72.000, yang setara dengan penurunan 18 hingga 20 persen dari posisi sekarang. Skenario ini menjadi perhatian utama pelaku pasar yang memantau potensi perubahan tren dalam waktu dekat.

Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka. Pemulihan struktur bullish dapat terjadi jika Bitcoin mampu menutup perdagangan harian secara konsisten di atas US$86.574. Dalam pola sebelumnya, reclaim seperti ini biasanya diikuti kenaikan 10–20 persen dalam kurun 30 hari, terutama saat tekanan jual dari trader aktif mulai mereda.

BACA JUGA:  Mengulik Isu Mukhamad Misbakhun Jadi Calon Bos OJK yang Baru

Pandangan serupa juga datang dari analis teknikal popular Ted yang menegaskan bahwa Bitcoin kini berada di titik netral.

“BTC saat ini tidak berada di zona harga. Bitcoin harus kembali ke level US$88.000, atau akan turun ke level terendah November,” ujarnya.

Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa pasar berada pada persimpangan kritis antara kelanjutan tren turun atau pembentukan tren naik baru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia