Trading kripto tidak selalu harus membeli aset saat murah lalu menjualnya ketika harga naik. Di ekosistem DeFi, trader juga bisa memperoleh pendapatan dengan menyediakan likuiditas melalui Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) di Meteora.
Meski terdengar rumit, cara kerja DLMM sebenarnya cukup mudah dipahami. Simak tutorial berikut untuk mengenal konsep, cara kerja, potensi keuntungan, hingga risiko trading DLMM di Meteora.
Apa Itu Trading DLMM di Meteora?
Trading DLMM di Meteora merupakan aktivitas menyediakan likuiditas sebagai Liquidity Provider (LP) pada sebuah pool. Sebagai imbalannya, LP memperoleh bagian dari biaya transaksi (trading fee) yang dibayarkan trader saat melakukan swap.
Berbeda dengan staking crypto, pendapatan pada DLMM tidak berasal dari mekanisme jaringan. Keuntungan diperoleh dari aktivitas perdagangan yang berlangsung di dalam pool likuiditas.
Semakin tinggi volume transaksi yang terjadi, semakin besar pula potensi trading fee yang dapat dibagikan kepada para penyedia likuiditas sesuai porsinya.
Model DLMM sendiri dirancang agar modal dapat ditempatkan secara lebih efisien dibanding Automated Market Maker (AMM) tradisional, terutama pada rentang harga tertentu.
Dengan efisiensi tersebut, likuiditas bisa dimanfaatkan secara lebih optimal. Hasilnya, penyedia likuiditas memiliki peluang memperoleh trading fee yang lebih besar dibanding model AMM konvensional.
Bagaimana Cara Kerja DLMM?
Misalnya terdapat pool BTC/USDC dengan harga Bitcoin berada di kisaran US$60.000 hingga US$70.000, TVL US$10 juta, dan base fee 0,04 persen. TVL merupakan total nilai aset seluruh Liquidity Provider (LP) yang tersimpan di dalam pool.
Trader kemudian menyetor aset senilai US$10.000 dan memilih price range US$60.000 hingga US$70.000. Selama harga Bitcoin bergerak di dalam rentang tersebut, likuiditas akan tetap aktif digunakan untuk memproses transaksi.
Bagaimana Fee DLMM Dihasilkan?
Setiap kali trader melakukan swap crypto, mereka akan membayar trading fee. Biaya inilah yang kemudian dibagikan kepada para Liquidity Provider yang memiliki likuiditas aktif pada rentang harga tersebut.
Sebagai contoh, jika volume perdagangan harian di pool DLMM mencapai US$50 juta dengan base fee 0,04 persen, maka total trading fee yang terkumpul sekitar US$20.000 dalam sehari.
Apabila porsi likuiditas aktif 0,2 persen dengan modal US$10.000, estimasi trading fee yang diperoleh sekitar US$40 per hari. Angka tersebut hanya simulasi dan dapat berubah mengikuti volume, dynamic fee, serta jumlah likuiditas aktif pada bin yang sama.

Apa Bedanya Trading DLMM dengan Spot dan Futures?
Trading spot crypto berfokus membeli aset saat harga rendah lalu menjualnya ketika harga naik. Keuntungan berasal dari selisih harga beli dan harga jual suatu aset kripto.
Sementara itu, futures memungkinkan trader membuka posisi long maupun short menggunakan leverage. Potensi keuntungan lebih besar, tetapi risikonya juga meningkat karena adanya kemungkinan likuidasi.
Trading DLMM menawarkan pendekatan yang berbeda. Sebagai Liquidity Provider, trader tidak perlu menebak arah pergerakan harga untuk dapat memperoleh keuntungan.
Sebaliknya, trader kripto hanya menyediakan liquidity agar trader lain dapat melakukan swap. Sebagai imbalannya, mereka memperoleh bagian dari trading fee yang dihasilkan pool.
Meski begitu, pemilihan price range tetap menjadi faktor penting. Rentang yang terlalu sempit berpotensi menghasilkan trading fee lebih tinggi, tetapi lebih cepat menjadi tidak aktif saat harga bergerak tajam.
Sebaliknya, price range yang lebih lebar membuat likuiditas cenderung tetap aktif lebih lama. Namun, potensi trading fee yang diperoleh biasanya lebih rendah dibanding memilih rentang yang lebih sempit.
Risiko yang Perlu Diketahui Sebelum Trading DLMM
Risiko terbesar trading DLMM adalah impermanent loss (IL), yaitu kondisi ketika nilai aset crypto menjadi lebih rendah dibanding hanya menyimpannya di dompet akibat perubahan harga.
Selain itu, jika harga Bitcoin naik ke US$72.000 atau turun ke US$58.000, posisi likuiditas bisa keluar dari rentang yang dipilih. Aset tetap aman, tetapi tidak lagi menghasilkan trading fee dari posisi LP.
Apa itu Meteora Solana? Ini Cara Kerja dan Tutorial Menggunakannya!
Karena itu, banyak LP rutin menyesuaikan rentang harga mengikuti kondisi pasar. Strategi trading ini membantu menjaga likuiditas tetap aktif lebih lama dan meningkatkan peluang memperoleh fee.
Bagi pemula, mulailah dengan modal kecil sambil mempelajari karakter setiap pool. Setelah memahami cara kerja DLMM dan manajemen risikonya, trader dapat menentukan strategi yang paling sesuai dengan tujuan investasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


