Trading Kripto Pakai AI? Bisa Profit Sampai 94 Persen!

Kecerdasan buatan (AI) kini semakin melekat dalam aktivitas sehari-hari. Banyak orang memanfaatkannya untuk mencari saran, tutorial, hingga berdiskusi. Menariknya, sebuah riset terbaru mengungkap bahwa penggunaan AI dalam trading kripto berpotensi menghasilkan profit yang besar.

Deepsek Ungguli ChatGPT dalam Trading Crypto

Laporan Binance yang dirilis pada awal November lalu mencatat komparasi yang menarik terkait penggunaan AI untuk trading kripto. Mereka memperlihatkan bahwa Deepseek Chat V3.1 mampu mencetak return hingga 94 persen, tertinggi di antara seluruh model yang diuji pada on-chain market.

“Mereka mengalokasikan US$10.000 dalam dana nyata kepada enam LLM terkemuka dan membiarkan mereka melakukan trading secara otonom on-chain hanya dengan menggunakan data pasar numerik,” jelas laporan tersebut.

Hasilnya memperlihatkan kepribadian trading yang sangat kontras. Deepseek dan Qwen3 Max mencetak profit melalui beberapa posisi leverage besar. Namun volatilitas tetap tinggi karena keduanya mengalami penurunan harian lebih dari 20 persen dalam beberapa sesi. 

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Tether Bekukan Rp69,3 Triliun USDT, Dana Ilegal Disapu Bersih
Perbandingan Model AI untuk Trading Kripto - Binance Research
Perbandingan Model AI untuk Trading Kripto – Binance Research

Sebaliknya, Gemini 2.5 Pro dan GPT-5 justru salah membaca reli yang dipimpin Bitcoin dan melakukan trading crypto berlebihan dengan leverage tinggi, sehingga berujung pada kerugian lebih dari 60 persen.

Fakta menarik lainnya adalah win rate yang rendah pada semua model, rata-rata hanya 30 persen. Temuan ini menegaskan bahwa frekuensi transaksi tidak berbanding lurus dengan profit, dan keuntungan justru datang dari pengelolaan risiko serta risk-reward ratio yang sehat.

Riset ini menyoroti bahwa manajemen risiko, bukan sekadar akurasi prediksi, adalah faktor utama yang menentukan hasil akhir. Banyak kerugian besar terjadi akibat overtrading dan penggunaan leverage yang agresif.

Eksperimen ini menjadi benchmark penting bagi masa depan penggunaan AI saat trading crypto. Meski menjanjikan, AI tetap memiliki risiko “black box”, di mana keputusan yang tidak dapat dijelaskan bisa memicu hasil yang tak terduga. 

BACA JUGA:  Ini Pasal yang Menjerat Belvin Tannadi dalam Kasus Goreng Saham

Memanfaatkan AI untuk Trading Kripto

Riset tersebut menunjukkan bahwa AI kini bisa dimanfaatkan dalam trading kripto, asalkan digunakan dengan benar dan hanya sebagai pendukung analisis, bukan pengambil keputusan utama.

AI sangat membantu merangkum data kompleks seperti Bitcoin Dominance, Fear and Greed Index, atau data makro. Model seperti ChatGPT, DeepSeek, dan Gemini dapat menyajikan informasi tersebut dengan cepat dan ringkas.

Dengan menggunakan prompt AI untuk trading crypto yang tepat, trader juga bisa mendapatkan gambaran pasar yang lebih jelas, termasuk tren on-chain, perubahan kebijakan ekonomi, atau pergerakan aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum.

Begini Cara Menggunakan ChatGPT untuk Trading Bitcoin (BTC)

Contoh prompt AI trading kripto sederhana misalnya “berikan data pemangkasan suku bunga setahun terakhir” atau “berapa dominasi Bitcoin terhadap altcoin saat ini.” Jawaban AI bisa menjadi dasar awal sebelum trader membuat keputusan sendiri.

BACA JUGA:  Espresso (ESP) Meroket dan Bersiap Jadi Tulang Punggung L2

Dengan cara ini, kecerdasan buatan (AI) berfungsi sebagai alat riset yang mempercepat analisis, sementara keputusan akhir perdagangan kripto tetap bergantung pada strategi dan manajemen risiko dari masing-masing trader.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait