Transaksi Kripto di Indonesia Tembus Rp482,23 Triliun Sepanjang 2025

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan aset kripto tetap berlangsung aktif meski pasar global mengalami berbagai dinamika sepanjang tahun lalu.

Selain nilai transaksi, jumlah investor aset kripto nasional juga terus bertumbuh, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen keuangan digital ini.

Berdasarkan data OJK, hingga November 2025 jumlah investor kripto di Tanah Air mencapai 19,56 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 19,08 juta investor.

Sementara itu, nilai transaksi kripto pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp32,68 triliun, atau turun sekitar 12,22 persen dibandingkan November 2025.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam pernyataa tertulis dari Indodax kepada Blockchainmedia.id, hari ini, Vice President Indodax Antony Kusuma menyatakan bahwa fluktuasi transaksi sepanjang 2025 mencerminkan kondisi pasar yang berjalan normal.

Ia menilai naik turunnya volume perdagangan merupakan bagian dari siklus yang dipengaruhi oleh sentimen global serta kondisi makroekonomi.

“Sepanjang 2025, aktivitas perdagangan aset kripto masih berlangsung aktif. Naik turunnya transaksi setiap periode merupakan respons yang wajar terhadap perubahan sentimen dan kebijakan ekonomi global, sehingga mencerminkan pasar yang bergerak secara sehat,” ujar Antony.

BACA JUGA:  Ahli Sebut Kripto Mungkin Tidak Dirancang untuk Manusia

Pertumbuhan Volume Transaksi Pasar Rupiah

Di tingkat bursa, Indodax mencatat volume transaksi kripto di pasar rupiah sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp201,2 triliun. Angka tersebut meningkat 51,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp132,6 triliun.

Kenaikan ini menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas perdagangan di pasar domestik, khususnya untuk pasangan aset berbasis rupiah.

Sepanjang 2025, Indodax juga mempertahankan posisinya sebagai exchange kripto terbesar di Indonesia dengan market share di atas 40 persen. Capaian tersebut mencerminkan peran Indodax sebagai salah satu kontributor utama dalam aktivitas perdagangan aset kripto nasional.

Antony menambahkan, pertumbuhan transaksi di pasar rupiah mencerminkan konsistensi minat investor domestik terhadap aset kripto, meskipun volatilitas pasar masih terjadi.

“Peningkatan volume transaksi di pasar rupiah, khususnya di Indodax, menggambarkan bahwa investor domestik masih aktif memanfaatkan aset kripto sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana mereka. Di tengah volatilitas pasar, investor tetap melihat aset kripto sebagai salah satu alternatif instrumen investasi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kripto Kian Rawan? Pegawai Binance Jadi Target Perampokan

Dari sisi aset yang diperdagangkan, data Indodax menunjukkan bahwa USDT, Bitcoin, dan Ethereum masih menjadi kontributor utama dalam transaksi pasar rupiah sepanjang 2025. USDT menyumbang sekitar 22 persen dari total volume transaksi di pasar rupiah, disusul Bitcoin sebesar 13 persen dan Ethereum sekitar 7 persen.

Dominasi ketiga aset tersebut menunjukkan preferensi investor terhadap aset berlikuiditas tinggi yang berfungsi sebagai acuan utama pergerakan pasar.

Peran Regulasi dalam Menjaga Kepercayaan Investor

OJK menilai penguatan kerangka regulasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap ekosistem aset kripto nasional. Sepanjang 2025, regulator telah menerbitkan sejumlah kebijakan untuk memperkuat tata kelola serta manajemen risiko di sektor aset keuangan digital.

Beberapa regulasi yang diterbitkan antara lain Peraturan OJK Nomor 30 Tahun 2025 tentang penerapan tata kelola dan manajemen risiko bagi penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan, serta Surat Edaran OJK Nomor 34/SEOJK.07/2025 terkait rencana bisnis penyelenggara perdagangan aset keuangan digital.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin: Jika Kripto Cuma Jadi Spekulasi, Industri Ini Akan Mati

Selain itu, OJK juga menerbitkan daftar whitelist bagi pedagang aset keuangan digital yang telah berizin dan terdaftar, termasuk Indodax. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ekosistem perdagangan kripto yang lebih aman dan terpercaya bagi investor.

Menurut Antony, kepastian regulasi berperan penting dalam memperkuat perlindungan konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan industri kripto secara berkelanjutan.

“Regulasi yang semakin jelas dan terstruktur memberikan kepastian bagi pelaku industri maupun investor. Hal ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan, memperkuat perlindungan konsumen dan mendorong pertumbuhan industri aset kripto yang berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia