Tren 2020 Terulang, Apakah Harga Ethereum Siap Rebound?

Sentimen terhadap pergerakan harga Ethereum masih cenderung pesimis dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah keputusan Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif AS yang baru. 

Namun, beberapa analis terkemuka memprediksi bahwa aset digital terbesar kedua ini bisa berada di ambang rally besar, mengulang pola kenaikan harga ETH yang pernah terjadi pada siklus sebelumnya.

Ethereum di Ambang Perubahan Tren? 

Pasar kripto mengalami tekanan besar dan memasuki tren penurunan setelah Trump mengumumkan kebijakan perdagangan baru, yang sempat mendorong harga ETH turun ke bawah level US$1.800.

Meskipun tekanan jual meningkat, analis Mister Crypto menyoroti bahwa meskipun ritel mulai meninggalkan ETH, whale justru tetap bertahan. Ia membagikan grafik yang menunjukkan kemiripan pola harga Ethereum saat ini dengan siklus bull run pada 2020. 

“Ritel telah menyerah pada Ethereum. Namun, whale belum menyerah. Harga ETH akan meledak di Q2! 2025” tegasnya di X, Kamis (03/04/2025).

Siklus Bull Run Ethereum - Mister Crypto
Siklus Bull Run Ethereum – Mister Crypto

Pendapat serupa juga disampaikan oleh analis CryptoGoos, yang menilai bahwa ETH saat ini “sangat murah” dan menunjukkan adanya akumulasi agresif yang juga dilakukan oleh para whale.

“Ethereum sangat undervalued. Para whale telah menyadari fakta ini. Mereka mulai mengakumulasi lebih banyak ETH dengan kecepatan yang sangat luar biasa,” tulisnya di X, Rabu (02/04/2025).

Data on-chain memperlihatkan bahwa dompet yang memiliki 10.000 hingga 100.000 ETH terus mengakumulasi aset ini sejak awal 2025, meskipun harga Ethereum telah turun dari sekitar US$3.350 pada 1 Januari menjadi sekitar US$1.700 hingga US$1.800 saat ini.

Akumulasi ETH oleh Whale - Crypto Goos
Akumulasi ETH oleh Whale – Crypto Goos

Selain itu, berdasarkan laporan sebelumnya, cadangan ETH di bursa juga terus berkurang dan mencapai level terendah sejak awal 2022, menandakan tren akumulasi yang semakin kuat dan mendukung potensi rebound dalam waktu dekat.

Harga ETH Masih Rentan, Apakah Koreksi Berlanjut? 

Meskipun akumulasi oleh whale dan data on-chain menunjukkan optimisme jangka panjang, beberapa analis lain memperingatkan bahwa tekanan jual masih bisa berlanjut sebelum benar-benar pulih.

Analis Cryptododo7 memperkirakan bahwa harga ETH masih berpotensi besar untuk turun ke kisaran US$1.130 hingga US$1.200 sebelum menemukan titik support yang lebih kuat untuk memulai rally.

Sementara itu, CryptoBullet juga menyoroti bahwa pergerakan harga Ethereum kini kembali menyentuh level penting, yang dalam sejarahnya sering dikaitkan dengan dimulainya fase bearish.

“Bulan ini (Maret), ETH menyentuh MA 300-minggu. Sepanjang sejarahnya, ETH hanya menyentuh MA 300-minggu dua kali: pada Juni 2022 (titik terendah pasar bearish) dan bulan Maret 2025,” ungkapnya di X, Rabu (26/03/2025).

Harga Ethereum Sentuh MA 300-Minggu - CryptoBullet
Harga Ethereum Sentuh MA 300-Minggu – CryptoBullet

Namun, ia juga menjelaskan bahwa ada potensi untuk rebound yang signifikan setelah harga ETH benar-benar mencapai titik terendahnya.

Faktor penting lain yang membuatnya rentan adalah indikator funding rate pada pasar derivatif, yang juga menunjukkan stagnasi dan mencerminkan sikap netral dari pasar yang menunggu sinyal sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Dengan kondisi yang masih rentan dan penuh ketidakpastian, investor dan trader perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi lebih lanjut sebelum ETH benar-benar memasuki fase bullish seperti yang diprediksi. [dp]

Terkini

Warta Korporat

Terkait