Cadangan altcoin Ethereum (ETH) di Binance dilaporkan terus menurun sejak Juli 2025, menandai pergeseran signifikan dalam dinamika pasokan yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam beberapa bulan mendatang.
Temuan ini disampaikan analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant melalui laporan terbarunya. Berdasarkan grafik yang dianalisis, total exchange reserve atau cadangan bursa untuk Ethereum turun hingga menyentuh area sekitar 3,8 juta ETH pada akhir November, level terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Pergerakan ini menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan konsolidasi harga yang bertahan di atas US$1.400, yang disebut sebagai zona permintaan kuat.
“Setiap kali area US$1.400 diuji, pasar menunjukkan respons beli yang agresif,” ujar PelinayPA.
Cadangan Bursa Ethereum Menurun dan Tekanan Pasar
Menurut data yang dibagikan, penurunan cadangan altcoin Ethereum berlangsung konsisten selama hampir lima bulan dan mengindikasikan berkurangnya pasokan yang tersedia di bursa.
Fenomena ini umumnya dipandang positif bagi harga karena semakin sedikit aset yang siap dijual. Namun, berbeda dengan pola historis, pergerakan harga Ethereum justru ikut turun seiring berkurangnya cadangan.
Kondisi tersebut, menurut PelinayPA, menandakan aktivitas akumulasi yang dilakukan oleh pelaku pasar berskala besar atau whale.
Penurunan yang berlangsung sejak Juli kemudian mencapai titik penting pada akhir November saat cadangan berada di zona terendah, sementara harga tidak pernah melewati ambang US$1.400.
Zona tersebut, yang berfungsi sebagai price floor, dianggap sebagai titik beli yang konsisten dimanfaatkan investor jangka panjang. PelinayPA menilai bahwa setiap penahan harga di atas area tersebut berpotensi membentuk dasar bagi tren kenaikan sementara, meskipun sentimen pasar secara umum masih berada pada fase korektif.
Kenaikan Kecil pada Cadangan dan Proyeksi Harga
Dalam fase terbaru pada grafik pemantauan, PelinayPA mencatat adanya kenaikan kecil pada cadangan altcoin Ethereum di Binance.
Kenaikan ini dipahami sebagai upaya sebagian investor untuk mengembalikan ETH ke bursa guna memanfaatkan potensi pemulihan harga sebagai momentum jual. Pola ini biasanya muncul setelah pasar memantapkan bottom atau dasar, di mana investor bersiap melakukan aksi ambil untung pada kenaikan awal.
Ethereum sebelumnya terkoreksi tajam dari US$4.950 menjadi US$2.600, dan PelinayPA menilai bahwa penurunan tersebut kemungkinan telah mencapai dasar sementara.
Dengan adanya konsolidasi pada area US$1.400–US$1.600, ia memperkirakan kemungkinan pemulihan menuju US$3.325 sebelum tren melemah berlanjut dan menarik harga kembali ke zona support utama.
Selain itu, indikator SMA30 dan tekanan suplai yang berkumpul di sekitar US$1.600 diperkirakan menjadi titik uji penting untuk menentukan kekuatan reli.
Jika Ethereum mampu menembus area tersebut dengan dukungan volume, momentum kenaikan diperkirakan lebih terkonfirmasi. Namun, jika gagal, pasar mungkin kembali menghadapi tekanan jual yang dapat menyeret harga mendekati zona support sebelumnya.
Kendati demikian, pasar masih menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian dengan aktivitas distribusi ringan ketika harga mulai pulih. Hal ini menyebabkan dinamika harga bergerak dalam rentang yang relatif terkendali, sementara pelaku pasar besar dan ritel menunggu konfirmasi arah berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



