Triliuner Asal AS Prediksi Stablecoin Kuasai Pembayaran Global

Triliuner asal Amerika Serikat, Stanley Druckenmiller, memprediksi bahwa stablecoin dan inovasi blockchain berpotensi menjadi tulang punggung sistem pembayaran global dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.

Menurutnya, teknologi tersebut mampu menghadirkan sistem pembayaran yang lebih cepat, murah, dan efisien dibandingkan dengan infrastruktur perbankan tradisional yang digunakan saat ini.

Stablecoin Dinilai Lebih Efisien dari Sistem Pembayaran Tradisional

Stanley Druckenmiller merupakan salah satu investor paling berpengaruh di dunia. Dirinya dikenal sebagai pendiri Duquesne Capital Management, hedge fund yang berdiri pada 1981.

Selama beroperasi hingga ditutup pada 2010, dana tersebut mencatat rata-rata imbal hasil tahunan sekitar 30 persen dan tidak pernah mengalami tahun kerugian.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam podcast Morgan Stanley pada Rabu (12/03/2026), Druckenmiller menjelaskan bahwa blockchain dan stablecoin memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dalam sektor pembayaran global.

Stablecoin Jadi Andalan Transaksi Dunia Nyata di Banyak Negara

“Teknologi Blockchain dan penggunaan stablecoin, jika ingin memasukkan kripto ke dalamnya seperti token, sangat berguna dari sisi produktivitas,” ujar Druckenmiller.

BACA JUGA:  JPMorgan: CLARITY Act Bisa Picu Gelombang Kripto 2026

Ia menilai sistem pembayaran berbasis stablecoin lebih unggul dibandingkan sistem keuangan konvensional karena lebih cepat, lebih murah, dan memudahkan pengiriman dana lintas negara.

Menurut Druckenmiller, stablecoin dapat menjalankan fungsi yang sama dengan sistem pembayaran tradisional, tetapi dengan cara yang lebih cepat, efisien, dan murah karena menggunakan teknologi blockchain.

“Saya memperkirakan seluruh sistem pembayaran akan menggunakan stablecoin dalam 10 hingga 15 tahun,” tambahnya.

Pandangan ini juga mulai terlihat di industri pembayaran global. Sejumlah perusahaan seperti Western Union bahkan telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan sistem settlement berbasis stablecoin.

Skeptis terhadap Kripto sebagai Penyimpan Nilai

Meski sangat optimistis terhadap penggunaan blockchain dan stablecoin dalam sistem pembayaran, Druckenmiller memiliki pandangan berbeda terkait fungsi kripto sebagai penyimpan nilai.

Dalam wawancara tersebut, ia secara terbuka menyatakan keraguannya terhadap gagasan bahwa aset kripto seperti Bitcoin dapat berperan sebagai store-of-value.

BACA JUGA:  Tether Bekukan Rp69,3 Triliun USDT, Dana Ilegal Disapu Bersih

“Itu adalah solusi yang mencari masalah. Saya sangat menyesal hal itu pernah terjadi,” kata Druckenmiller.

Menurutnya, keberadaan kripto pada awalnya tidak terlalu diperlukan dalam sistem keuangan global. Namun, seiring waktu, kripto telah berkembang menjadi sebuah “merek” yang memiliki basis penggemar tersendiri.

“Hal itu sebenarnya tidak diperlukan, tetapi kripto telah menjadi sebuah merek yang disukai sebagian orang, sehingga akan berfungsi sebagai penyimpan nilai bagi mereka,” jelasnya.

Western Union Gandeng Crossmint untuk Mendukung Stablecoin Barunya

Pandangan Druckenmiller mencerminkan dua sisi berbeda terhadap aset digital. Ia optimistis terhadap peran stablecoin dan blockchain dalam sistem pembayaran, tetapi tetap meragukan kripto sebagai penyimpan nilai.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait