Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan terkait konflik dengan Iran kini sudah hampir selesai dinegosiasikan dan tinggal menunggu tahap finalisasi bersama sejumlah negara terkait.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian pasar global karena salah satu poin utama dalam pembahasan itu adalah rencana pembukaan kembali selat Hormuz, jalur laut paling penting bagi distribusi minyak dunia yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat ketegangan geopolitik internasional.
Dalam postingannya di media sosial pada Minggu (24/5/2026), Trump mengatakan kesepakatan tersebut sudah “largely negotiated” atau sebagian besar telah disepakati. Ia juga menyebut pengumuman resmi kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat apabila seluruh detail akhir berhasil diselesaikan.
“Kesepakatan dengan Iran sebagian besar sudah dinegosiasikan dan akan segera diumumkan,” ungkap Trump.
Pemerintah Iran sebelumnya juga menyatakan bahwa proses negosiasi terus menunjukkan kemajuan. Fokus utama pembahasan saat ini mencakup penghentian konflik di sejumlah wilayah serta pembukaan kembali aktivitas perdagangan dan distribusi energi internasional melalui selat Hormuz.
Selat Hormuz memiliki posisi strategis karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut setiap hari. Ketegangan antara AS dan Iran sepanjang 2026 sempat memicu gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan itu.
Kondisi tersebut menyebabkan harga minyak global melonjak dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi baru.
Selain berdampak pada pasar energi, konflik Iran juga memicu volatilitas besar di berbagai aset global termasuk saham dan pasar kripto. Investor sempat meningkatkan posisi lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang dalam beberapa bulan terakhir.
Pembukaan Hormuz Bisa Ubah Sentimen Pasar Kripto
Apabila pembukaan kembali selat Hormuz benar-benar terealisasi, pelaku pasar menilai dampaknya dapat langsung terasa terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin. Meredanya ketegangan geopolitik biasanya mendorong investor kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Dalam beberapa pekan terakhir, pasar kripto bergerak cukup sensitif terhadap perkembangan konflik Iran dan perubahan harga minyak dunia.
Ketika ketegangan meningkat, investor cenderung berhati-hati karena khawatir lonjakan harga energi akan memperburuk inflasi global dan memperkecil peluang kebijakan suku bunga yang lebih longgar dari bank sentral AS.
Namun, apabila kesepakatan Iran diumumkan dan distribusi energi global kembali normal, tekanan tersebut diperkirakan mulai mereda. Kondisi itu dapat memicu relief rally di pasar kripto karena investor kembali masuk ke aset berisiko setelah ketidakpastian geopolitik menurun.
Bitcoin diperkirakan menjadi aset pertama yang mendapat respons positif sebelum diikuti Ethereum, Solana, XRP, hingga sejumlah memecoin yang selama ini memiliki volatilitas tinggi terhadap perubahan sentimen global.
Penurunan harga minyak juga dinilai dapat membantu memperbaiki ekspektasi pasar terhadap kondisi likuiditas global dalam beberapa bulan mendatang.
Pasar Waspadai Risiko Sell The News
Meski begitu, sejumlah analis juga menilai pasar tetap berpotensi mengalami volatilitas besar setelah pengumuman resmi dilakukan. Selama konflik Iran berlangsung, Bitcoin sempat memperoleh dorongan dari narasi sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik global.
Ketika situasi mulai mereda, sebagian investor besar diperkirakan dapat melakukan profit taking setelah reli yang terjadi selama periode konflik. Fenomena tersebut dikenal di pasar sebagai “sell the news,” yaitu kondisi ketika harga justru mengalami tekanan setelah kabar positif resmi diumumkan.
Selain itu, Iran juga sempat membahas kemungkinan penggunaan Bitcoin dalam aktivitas settlement perdagangan tertentu terkait distribusi energi dan perdagangan internasional.
Walaupun belum ada konfirmasi resmi mengenai implementasinya, isu tersebut mulai memperkuat spekulasi bahwa aset kripto perlahan mulai dilirik sebagai alternatif transaksi lintas negara di tengah perubahan geopolitik global.
Untuk sementara, pelaku pasar masih menunggu apakah proses finalisasi benar-benar berjalan lancar dalam beberapa hari ke depan.
Jika kesepakatan Iran resmi diumumkan dan selat Hormuz kembali beroperasi normal, kombinasi antara stabilisasi harga minyak, meredanya konflik dan membaiknya sentimen global diperkirakan dapat menjadi katalis penting baru bagi pasar kripto sepanjang pertengahan 2026.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


