Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis menilai aset kripto tersebut sedang berada di titik teknikal penting.
Di tengah harapan sebagian pelaku pasar terhadap potensi reli besar dalam waktu dekat, data historis jangka panjang justru menunjukkan bahwa perjalanan menuju puncak siklus berikutnya bisa memerlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan banyak investor.
Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,15, setara Rp20.500. Dalam 24 jam terakhir aset tersebut mencatat kenaikan sekitar 1,54 persen, sementara dalam tujuh hari terakhir menguat 5,25 persen. Meski performa jangka pendek menunjukkan pemulihan, sejumlah analis masih menyoroti pentingnya melihat struktur pasar dari perspektif yang lebih luas.
Grafik 13 Tahun XRP Ungkap Sinyal yang Kerap Diabaikan Pasar
Analis ChartNerd menyoroti pola siklus harga XRP selama lebih dari 13 tahun terakhir. Berdasarkan grafik bulanan yang ia bagikan, setiap puncak siklus utama XRP cenderung terbentuk dalam rentang waktu tiga hingga lima tahun dari puncak siklus sebelumnya.

Grafik tersebut menunjukkan XRP mencapai puncak besar pada 2018, kemudian kembali mencetak puncak penting pada 2021, sebelum mencatat level tertinggi berikutnya pada 2025.
Dari pola tersebut, ChartNerd menilai bahwa faktor waktu memiliki peran yang sama pentingnya dengan level harga dalam menentukan fase pasar berikutnya.
Menurutnya, data historis menunjukkan bahwa pergerakan dari satu puncak siklus ke puncak berikutnya membutuhkan proses yang relatif panjang. Karena itu, ia menilai pelaku pasar perlu mempertimbangkan probabilitas yang didukung data dibanding hanya mengandalkan target harga yang bersifat spekulatif.
Dalam struktur saat ini, area sekitar US$3 hingga US$3,70 masih menjadi zona resistance utama yang sebelumnya menjadi puncak siklus terbaru. Sementara itu, area US$0,80 hingga US$1 menjadi zona support penting yang saat ini masih mampu dipertahankan pasar setelah koreksi dari level tertinggi sebelumnya.
ChartNerd mengakui bahwa XRP masih memiliki peluang mencetak rekor harga baru lebih cepat dari rata-rata historis. Namun, ia juga menegaskan bahwa investor perlu mempersiapkan kemungkinan bahwa proses menuju ATH berikutnya dapat berlangsung lebih lama dibanding ekspektasi mayoritas pasar.
Harga XRP Hadapi Momen Paling Krusial Sejak Puncak Siklus 2018
Sementara itu, XRP juga kembali menjadi perhatian setelah analis Jaydee menyoroti pola symmetrical triangle jangka panjang yang telah terbentuk sejak puncak siklus 2018.
Dalam grafik bulanan yang ia bagikan, harga XRP terlihat terus bergerak di antara garis resistance menurun dan support naik yang semakin menyempit. Menurut Jaydee, posisi harga saat ini berada tepat di area pertemuan kedua garis tren tersebut sehingga menjadikan zona tersebut sebagai titik teknikal yang sangat penting untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Ia menjelaskan bahwa area US$0,80 hingga US$1,00 menjadi zona retracement yang sedang diuji pasar. Selama harga mampu bertahan di atas support diagonal utama, struktur bullish jangka panjang dinilai masih tetap valid.
Jaydee juga melihat adanya kemiripan dengan beberapa fase sebelumnya ketika XRP sempat mengalami koreksi menuju area support segitiga sebelum akhirnya memulai gelombang kenaikan baru. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pasar masih memerlukan konfirmasi tambahan sebelum peluang reli lanjutan dapat dianggap valid.
Apabila retracement berhasil diselesaikan dan area support tetap bertahan, potensi pembentukan struktur bullish baru dinilai masih terbuka. Sebaliknya, jika harga XRP kehilangan zona support tersebut, skenario kenaikan yang saat ini menjadi fokus utama analisis berisiko batal dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


