Dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi) kembali jadi sorotan. Tapi kali ini, bukan karena proyek baru yang viral atau inovasi mutakhir, melainkan karena nilai total terkunci (TVL) DeFi yang terus merosot.
Berdasarkan data dari DefiLlama, sejak puncaknya di bulan Desember 2022, TVL DeFi sudah turun lebih dari 30 persen. Dari yang sebelumnya sempat menyentuh angka US$137 miliar, kini nilainya hanya sekitar US$94,49 miliar. Bahkan, sempat menyentuh titik terendah di US$88 miliar.
Penyebab Turunnya TVL DeFi
Penurunan ini bukan terjadi dalam semalam. Ada banyak hal yang mendorong tren turun ini, mulai dari tekanan ekonomi global, naik turunnya suku bunga di AS, hingga kepercayaan investor yang masih belum pulih sepenuhnya setelah berbagai insiden besar di dunia kripto dalam dua tahun terakhir.
Banyak pengguna yang tampaknya mulai melangkah mundur, atau setidaknya berhenti dulu sejenak untuk mengamati kondisi pasar.
Selain itu, aktivitas jaringan juga terlihat melambat. Jumlah alamat aktif di blockchain utama seperti Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan.
Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya dana yang keluar dari platform DeFi, tetapi juga partisipasi pengguna secara umum juga sedang surut. Di sisi lain, penurunan TVL ini turut memperlihatkan betapa pasar DeFi masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen.
Hambatan di Lapangan
Kalau kita bicara soal adopsi DeFi, ada satu hal yang sulit diabaikan, yakni user experience.
“Antarmuka yang rumit dan biaya yang lebih tinggi dapat menghalangi investor ritel, sementara trader berpengalaman tetap bergantung pada likuiditas yang ditawarkan oleh bursa berlisensi,” ungkap Direktur di HashKey Research, Kevin Guo, dilansir dari blog CoinMarketCap.
Karena memang, kalau kamu bukan orang yang terbiasa utak-atik dompet digital, sign transaction, atau tahu seluk-beluk kontrak pintar, DeFi bisa terasa seperti labirin.
Bagaimana platform DeFi bisa merangkul pengguna awam jika tampilannya saja membingungkan? Lebih lanjut lagi, gas fee atau biaya transaksi yang terkadang melonjak justru makin membuat pengguna kecil berpikir dua kali sebelum ikut berpartisipasi.
Perlu Inovasi yang Nyata, Bukan Sekadar Hype
Chief Investment Officer Kronos Research, Vincent Liu, menyebut bahwa industri ini butuh inovasi yang nyata agar bisa kembali mendapatkan momentum.
Tanpa adanya pembaruan teknologi atau produk yang benar-benar berguna, sangat mungkin DeFi hanya akan jadi pasar musiman yang bergantung pada hype.
“Potensi perubahan tarif AS dan data Indeks Harga Konsumen yang akan datang dapat memengaruhi pemulihan pasar,” tambah Liu.
Namun demikian, tidak semua pihak melihat penurunan ini sebagai sinyal bahaya. Nick Ruck dari LVRG, misalnya, menilai bahwa DeFi tetap memiliki daya tarik jangka panjang. Menurutnya, fluktuasi seperti ini sudah menjadi bagian dari dinamika pasar kripto secara umum.
Belum Menyerah, Tapi Butuh Pendekatan Baru
Turunnya TVL memang menjadi semacam wake-up call bagi para pelaku di ekosistem DeFi. Jika ingin bertahan, atau bahkan berkembang, maka pendekatannya harus disesuaikan. Tidak bisa terus-menerus berharap pada tren semata. Harus ada kombinasi antara inovasi teknologi, edukasi pengguna dan peningkatan pengalaman pemakaian.
Bayangkan jika kamu membuka aplikasi keuangan untuk kali pertama dan malah disambut dengan puluhan istilah teknis yang tidak familiar, belum lagi harus pindah-pindah jaringan hanya untuk satu transaksi. Bisa-bisa laptop langsung ditutup dan kembali ke bank tradisional.
Tampaknya, pasar DeFi tidak benar-benar mati, ia hanya sedang kehilangan momentum. Dan untuk mengembalikan kepercayaan pengguna, tidak cukup hanya dengan janji atau roadmap bombastis.
Harus ada upaya konkret yang bisa dirasakan langsung oleh komunitas, mulai dari biaya yang lebih murah, akses yang lebih mudah, hingga transparansi yang lebih tinggi.
Selama hal-hal ini masih jadi prioritas sekunder, maka bukan tak mungkin kita akan melihat TVL terus menurun. Namun, jika para pengembang dan investor mau duduk bersama untuk benar-benar menyederhanakan sistem ini, bukan tidak mungkin DeFi akan kembali bersinar, dan kali ini, mungkin lebih tahan banting daripada sebelumnya. [st]