TVL Solana Melesat Sendirian, Tembus US$9,3 Miliar

Total nilai terkunci (TVL) jaringan Solana mencatatkan lonjakan dengan menembus level US$9,3 miliar dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data dari platform analitik DefiLlama pada Jumat (30/1/2026), angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 8,62 persen dalam satu hari dan menjadikan Solana sebagai satu-satunya jaringan utama yang membukukan pertumbuhan positif di tengah tekanan pasar aset kripto global.

Kondisi ini menunjukkan terjadinya pergeseran arus likuiditas ke ekosistem Solana, di saat investor dan pengguna cenderung bersikap lebih selektif dalam menempatkan dana mereka.

TVL Solana

IKLAN
Chat via WhatsApp

Lonjakan TVL tersebut mencerminkan meningkatnya jumlah aset digital yang dikunci di berbagai protokol DeFi Solana, termasuk sektor bursa terdesentralisasi (DEX), layanan peminjaman, staking dan penyediaan likuiditas.

Solana Menjadi Pusat Perhatian di Tengah Pelemahan Jaringan Lain

Kenaikan TVL Solana terjadi di tengah tren pelemahan yang melanda sebagian besar jaringan blockchain utama.

BACA JUGA:  Tulis Smart-Contract Pakai AI, Proyek DeFi Rugi Rp30 Miliar

Dalam kurun waktu yang sama, data DefiLlama menunjukkan bahwa Ethereum, sebagai jaringan DeFi terbesar, mengalami penurunan TVL, begitu pula dengan Hyperliquid, BSC, Polygon, Tron dan Sui.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Solana saat ini menjadi tujuan utama aliran modal dalam sektor keuangan terdesentralisasi. Investor dan pelaku pasar dinilai mulai memindahkan likuiditas mereka ke jaringan yang menawarkan biaya transaksi rendah, kecepatan tinggi, serta ekosistem aplikasi yang terus berkembang.

Selain TVL, indikator lain juga menunjukkan aktivitas yang kuat di jaringan ini. Kapitalisasi pasar stablecoin di Solana tercatat mencapai sekitar US$13,67 miliar, yang mencerminkan besarnya dana siap pakai dalam ekosistem.

Sementara itu, volume perdagangan di platform DEX Solana dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$3,86 miliar, menandakan tingginya intensitas transaksi.

Kombinasi antara meningkatnya TVL, besarnya pasokan stablecoin dan tingginya volume perdagangan menunjukkan bahwa pertumbuhan Solana tidak hanya didorong oleh spekulasi, tetapi juga oleh penggunaan jaringan yang aktif.

BACA JUGA:  Tak Sekadar Stablecoin, Tether Bangun Imperium Bisnis di Banyak Sektor

Tren Jangka Menengah Menguat, Aktivitas DeFi Solana Terus Berkembang

Dari sisi tren historis, grafik TVL Solana menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil sejak 2024. Pada 2025, nilai aset terkunci sempat menembus US$12 miliar sebelum mengalami koreksi seiring volatilitas pasar kripto global.

Meski demikian, level TVL saat ini masih tergolong tinggi dibandingkan periode sebelumnya dan mengindikasikan fase pemulihan yang berkelanjutan.

Peningkatan TVL dalam waktu singkat biasanya berkaitan dengan beberapa faktor, seperti peluncuran protokol baru, peningkatan insentif likuiditas, serta masuknya investor bermodal besar.

Dalam konteks Solana, lonjakan ini juga didukung oleh semakin matangnya infrastruktur DeFi dan bertambahnya jumlah aplikasi yang menarik minat pengguna.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia