Udinus Cetak Sejarah, 841 Lulusan Kantongi Ijazah Blockchain

Universitas Dian Nuswantoro mencatat sejarah baru di dunia pendidikan tinggi Indonesia setelah resmi menerapkan sistem ijazah blockchain kepada 841 wisudawan dalam pelaksanaan Wisuda ke-87 yang digelar selama dua hari pada 29-30 April 2026.

Langkah ini menjadikan Udinus sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menyerahkan ijazah blockchain kepada seluruh lulusannya sebagai bagian dari sistem verifikasi digital berbasis teknologi terdesentralisasi.

Berdasarkan laporan JPNN pada Kamis (30/4/2026), prosesi penutupan wisuda berlangsung di Patra Semarang Hotel & Convention, dengan diikuti 440 lulusan dari Fakultas Ilmu Komputer.

Mereka berasal dari tujuh program studi yang mencakup jenjang diploma, sarjana terapan, hingga sarjana. Jumlah itu melengkapi total 841 lulusan yang diwisuda selama dua hari.

Di antara ratusan lulusan yang diwisuda, nama pesepak bola nasional Pratama Arhan turut menjadi sorotan. Bek Timnas Indonesia itu menjadi bagian dari angkatan perdana penerima ijazah blockchain Udinus setelah menyelesaikan pendidikan tingginya.

Kehadiran Arhan dalam prosesi wisuda ikut memperkuat perhatian publik terhadap implementasi sistem ijazah digital ini, sekaligus menunjukkan bahwa transformasi teknologi di dunia pendidikan kini menyentuh berbagai kalangan, termasuk figur publik dan atlet profesional.

BACA JUGA:  Arc Network Circle Siap Meluncur, Token Native Ikut Disiapkan

Penerapan ijazah blockchain ini menjadi langkah strategis Udinus dalam memperkuat keamanan dokumen akademik sekaligus menjawab tantangan digitalisasi pendidikan.

Melalui sistem tersebut, setiap ijazah memiliki identitas digital unik yang tersimpan permanen di jaringan blockchain dan dapat diverifikasi secara langsung oleh pihak ketiga tanpa proses legalisasi manual.

Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, mengatakan transformasi ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Ketika mahasiswa mengikuti perkuliahan, mereka tidak hanya belajar dari dosen di kelas, tetapi juga memiliki kesempatan memperoleh sertifikat internasional dari platform global guna menciptakan equal opportunities bagi seluruh lulusan,” ungkap Pulung.

Sistem Verifikasi Digital untuk Cegah Pemalsuan

Implementasi ijazah blockchain di Udinus dinilai menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan pemalsuan dokumen akademik yang masih menjadi tantangan di dunia pendidikan.

BACA JUGA:  Sah! AI dan Kripto Kini Resmi Jadi Bagian Ekonomi Indonesia

Dengan teknologi blockchain, data ijazah dicatat dalam bentuk hash digital yang tidak dapat diubah tanpa meninggalkan jejak, sehingga tingkat keamanannya lebih tinggi dibanding sistem dokumen biasa.

Model ini juga mempercepat proses verifikasi oleh perusahaan, institusi pendidikan lanjutan, maupun lembaga internasional. Cukup dengan sistem digital yang terhubung, keaslian dokumen dapat diperiksa dalam hitungan detik tanpa memerlukan proses administratif tambahan.

Udinus sendiri telah mempersiapkan implementasi sistem ini sejak awal tahun melalui penguatan infrastruktur digital dan integrasi teknologi blockchain ke dalam sistem akademik kampus. Langkah itu disebut sebagai bagian dari transformasi jangka panjang menuju kampus berbasis teknologi global.

Kolaborasi Global dan Pusat Blockchain di Kampus

Dalam pengembangannya, Udinus menggandeng Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center, serta Sealbound UAE untuk membangun ekosistem blockchain di lingkungan kampus.

Kerja sama tersebut melahirkan Indonesia Blockchain Center Chapter Udinus, yang kini menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan blockchain di Jawa Tengah.

BACA JUGA:  DPR Soroti Investor Kripto Indonesia yang Naik, Tapi Dana Lari ke Luar

Direktur Utama Indonesia Blockchain Center (IBC), Hambali, menilai langkah Udinus telah membawa standar baru dalam dunia pendidikan tinggi nasional.

“Dunia blockchain ini sudah terintegrasi di seluruh dunia. Dengan implementasi teknologi ini, kemajuan Udinus telah melampaui sepuluh kali lipat dari perguruan tinggi lain,” ujar Hambali.

Melalui penerapan ijazah blockchain, Udinus tidak hanya memperkenalkan model baru dalam penerbitan dokumen akademik, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan untuk memiliki dokumen yang lebih aman, transparan dan mudah diverifikasi secara global.

Inovasi ini dinilai dapat menjadi acuan baru bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam mempercepat transformasi digital pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas lulusan di era ekonomi digital.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait