Ukraina Setuju Damai, Pasar Kripto Bagaimana Nasibnya?

Kabar tentang kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia menandai perkembangan penting dalam dinamika geopolitik global yang telah berlangsung sejak 2022.

Berdasarkan laporan ABC News, Ukraina dilaporkan telah menyetujui kerangka perjanjian perdamaian yang difasilitasi oleh AS. Langkah ini dipandang sebagai sinyal positif bagi stabilitas global yang berpotensi memengaruhi sentimen investor di pasar keuangan, termasuk aset kripto.

“Ukraina telah menyetujui perjanjian damai. Ada beberapa detail kecil yang perlu diselesaikan, tetapi mereka telah menyetujui perjanjian damai,” ujar Menteri Angkatan Darat AS, Dan Driscoll.

Perundingan rahasia tersebut dilaporkan berlangsung di Abu Dhabi dan dipimpin oleh delegasi AS. Kesepakatan ini merupakan hasil revisi dari rancangan awal berisi 28 poin yang kemudian disederhanakan menjadi 19 poin.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Beberapa pasal yang sebelumnya kontroversial, terutama yang berkaitan dengan pembatasan militer dan amnesti perang, telah dihapus untuk mempercepat tercapainya konsensus.

Sementara itu, pihak Rusia belum memberikan konfirmasi resmi mengenai sikapnya terhadap kerangka yang telah disetujui Ukraina tersebut.

BACA JUGA:  Ondo Finance Bawa Obligasi AS ke XRP Ledger dan Stellar

Kremlin hanya menyebut bahwa pihaknya “menerima informasi melalui saluran tidak resmi” dan masih mempelajari isi dokumen yang dimaksud. Di sisi lain, serangan rudal dan drone masih dilaporkan terjadi di wilayah Kyiv, menunjukkan bahwa situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif meski diplomasi tengah berjalan.

“Perundingan berjalan lancar dan kami tetap optimis. Menteri Driscoll terus berkoordinasi erat dengan Gedung Putih dan lembaga antar-agensi AS selama perundingan ini berlangsung,” ujar Juru Bicara Angkatan Darat AS, Letnan Kolonel Jeffrey Tolbert.

Sentimen Risiko Global Berubah

Jika kesepakatan damai benar-benar diwujudkan, dampaknya terhadap pasar keuangan global bisa signifikan. Para analis memperkirakan berakhirnya konflik dapat menurunkan geopolitical risk premium yang selama ini membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko.

Likuiditas global yang sebelumnya tertahan di aset lindung nilai seperti dolar AS dan emas berpotensi beralih kembali ke saham, obligasi, dan juga kripto.

Bitcoin dan Ethereum, dua aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, diperkirakan akan menjadi penerima manfaat utama dari perubahan sentimen tersebut.

BACA JUGA:  Epstein dan Hubungan Tak Terduga dengan Co-Founder Tether

Sejarah mencatat bahwa setiap kali ketegangan geopolitik mereda, minat investor terhadap aset digital cenderung meningkat. Selain itu, stabilitas makro yang dihasilkan dari berkurangnya ketidakpastian geopolitik sering kali mendorong kembalinya arus modal institusional ke pasar kripto.

Namun, potensi rotasi modal ke pasar tradisional seperti saham Eropa atau komoditas juga tidak dapat diabaikan.

Jika perang benar-benar berakhir, sebagian investor mungkin memilih beralih ke aset riil yang lebih stabil dalam jangka menengah. Karena itu, para pelaku pasar kripto disarankan tetap mencermati arah kebijakan global setelah kesepakatan ini difinalisasi.

Dampak terhadap Pasar Kripto

Dalam jangka pendek, pengumuman kesepakatan ini berpotensi memicu relief rally di pasar kripto. Bitcoin berpotensi menguat sebagai reaksi spontan terhadap kabar positif, diikuti oleh kenaikan moderat pada altcoin utama seperti Solana, Avalanche dan Near.

Peningkatan minat terhadap aset berisiko biasanya mendorong kenaikan volume transaksi stablecoin seperti USDT dan USDC yang digunakan investor untuk kembali masuk ke pasar.

BACA JUGA:  Meta Dikabarkan Siap Integrasikan Stablecoin pada 2026 Ini

Namun, para analis mengingatkan bahwa volatilitas masih tinggi selama proses konfirmasi dan implementasi kesepakatan.

Jika Rusia menolak beberapa pasal penting atau terjadi gangguan politik di lapangan, pasar berisiko kembali memasuki fase risk-off. Dalam skenario tersebut, Bitcoin bisa terkoreksi bersamaan dengan penguatan dolar AS.

Meski demikian, banyak pengamat menilai langkah diplomatik ini tetap menjadi angin segar bagi pasar kripto. Setelah hampir tiga tahun ketegangan yang berdampak pada inflasi global dan kekhawatiran resesi, kabar perdamaian Ukraina menjadi katalis baru bagi pemulihan sentimen.

Jika negosiasi berakhir dengan kesepakatan resmi, momentum ini dapat memperkuat posisi kripto sebagai bagian dari portofolio global yang semakin diperhitungkan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia