Sebuah kejadian tak biasa menimpa influencer kripto bernama Mika. Alih-alih membagikan alamat kontrak memecoin miliknya, ia diduga justru mengunggah private key wallet pengembang ke media sosial. Akibatnya, sekitar 500 juta token MIKA berpindah dari dompet tersebut hanya dalam 81 detik.
Insiden yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) itu langsung menghebohkan komunitas kripto Solana. Bukan hanya karena nilai token yang berpindah mencapai puluhan ribu dolar AS, tetapi juga karena Mika kembali meluncurkan token setelah kejadian tersebut.
Cerita semakin aneh ketika pada Minggu (1/11/2026), Mika malah mengumumkan rencana membagikan private key wallet berisi uang kepada pengikutnya, seolah menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai sebuah permainan baru.
Salah Tempel, Setengah Pasokan MIKA Langsung Lenyap
Kejadian bermula ketika Mika meluncurkan meme coin bernama Free Mika (MIKA) melalui platform Pump.fun. Token tersebut sempat menarik perhatian trader dan mencapai kapitalisasi pasar sekitar US$1,6 juta dalam beberapa menit setelah peluncuran.
Namun, suasana berubah ketika akun X @mikadontlouz membagikan sebuah rangkaian karakter yang diduga merupakan private key wallet pengembang, bukan contract address yang seharusnya bisa dibagikan kepada publik.
Menurut rekonstruksi transaksi oleh penelusur on-chain Scooter, unggahan tersebut muncul sekitar pukul 17.40.09 UTC pada 28 Oktober.
Hanya 81 detik kemudian, tepatnya pukul 17.41.30 UTC, sebanyak 500.440.996 MIKA berpindah dari wallet pengembang menuju alamat lain. Jumlah tersebut mewakili sekitar separuh dari total pasokan token.
Perpindahan dalam transaksi Solana tersebut menjadi salah satu bukti utama yang memicu perdebatan mengenai kejadian ini.
Yang membuatnya semakin mengejutkan, tujuh detik setelah menerima token, wallet tujuan langsung menjual sekitar 500,83 juta MIKA melalui PumpSwap.
Penjualan dalam transaksi berikutnya menghasilkan sekitar 377 SOL, atau senilai US$38.000 berdasarkan harga SOL ketika kejadian berlangsung.
Tekanan jual yang sangat besar membuat harga MIKA merosot sekitar 99 persen. Dalam hitungan menit, antusiasme terhadap token yang baru saja diluncurkan itu berubah menjadi kepanikan.
Perbedaan antara contract address dan private key memang sangat mendasar. Alamat token merupakan informasi publik yang digunakan untuk menemukan aset kripto, sedangkan private key merupakan kredensial rahasia untuk mengendalikan wallet.
Siapa pun yang menguasai private key berpotensi menandatangani transaksi dan memindahkan aset dari wallet terkait.
Belum Setengah Jam, Token Baru Sudah Meluncur Lagi
Alih-alih menghentikan aktivitasnya setelah kejadian tersebut, Mika justru kembali memperkenalkan token Free Mika versi lain dalam waktu kurang dari setengah jam.
Token kedua mulai diperdagangkan sekitar pukul 18.08 UTC. Namun, peluncuran ulang ini turut memancing kecurigaan sebagian komunitas kripto.
Trader Solana dengan akun FabianoSolana mempertanyakan apakah kebocoran private key tersebut benar-benar merupakan kecelakaan atau bagian dari skenario yang telah disiapkan.
Salah satu alasan kecurigaannya adalah perubahan wallet pengembang menjadi durable nonce account, yakni jenis akun Solana yang memiliki mekanisme otorisasi khusus.
Akan tetapi, kronologi blockchain menunjukkan bahwa perubahan menjadi durable nonce account baru dilakukan sekitar pukul 17.42.37 UTC, atau 67 detik setelah pemindahan token.
Dengan demikian, keberadaan mekanisme tersebut setelah insiden tidak membuktikan bahwa wallet sudah dilindungi menggunakan durable nonce sebelum private key dipublikasikan.
Mika juga menanggapi perdebatan tersebut dengan menyoroti pentingnya bukti transaksi blockchain di tengah banyaknya spekulasi di media sosial.
Meski demikian, data on-chain tidak secara otomatis mengungkap identitas orang yang mengendalikan wallet penerima 500 juta MIKA.
Artinya, belum dapat dipastikan apakah aset tersebut dipindahkan oleh pihak luar yang memperoleh private key dari unggahan Mika, atau oleh seseorang yang sebelumnya telah memiliki akses.
Bukannya Kapok, Mika Malah Mau Bagi-Bagi Private Key!
Perkembangan paling nyeleneh justru muncul beberapa hari setelah insiden tersebut.
Melalui unggahan terbarunya pada Minggu (1/11/2026), Mika mengumumkan rencana membagikan satu private key setiap hari selama sepekan. Menurut keterangannya, setiap kunci akan memberikan akses ke wallet yang berisi uang.
Ia menyebut pembagian itu bisa dilakukan kapan saja tanpa jadwal tetap, sehingga pengikutnya perlu mengaktifkan notifikasi akun.
Pemenangnya adalah orang yang paling cepat mengakses wallet menggunakan private key yang diumumkan.
Rencana tersebut menjadi ironi tersendiri. Beberapa hari sebelumnya, publikasi private key dikaitkan dengan hilangnya kendali atas ratusan juta token MIKA. Kini, konsep membagikan kunci rahasia malah dijadikan bagian dari aktivitas komunitasnya.
Meski begitu, terdapat perbedaan penting antara kedua situasi tersebut. Membagikan private key secara sengaja untuk memperebutkan dana hadiah bukan hal yang sama dengan membocorkan private key wallet pengembang yang masih menyimpan aset proyek.
Hingga pengumuman tersebut, belum ada kepastian mengenai jumlah dana yang akan dibagikan maupun realisasi seluruh rencana pembagian selama sepekan.
Kasus Mika memperlihatkan betapa cepat sebuah kesalahan pengelolaan wallet dapat berubah menjadi peristiwa besar di pasar meme coin. Hanya dalam hitungan detik, ratusan juta token berpindah tangan dan harga aset kehilangan hampir seluruh nilainya.
Namun, pertanyaan terbesarnya masih belum terjawab, apakah kejadian tersebut benar-benar kesalahan fatal, atau ada pihak yang sengaja memanfaatkan situasi?
Untuk saat ini, transaksi blockchain membuktikan perpindahan dan penjualan token, tetapi belum cukup untuk memastikan siapa pelakunya maupun motif di balik kejadian tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


