UNICEF Terbitkan NFT di Ethereum, Buat Apa?

Organisasi dunia yang terfokus pada anak-anak, United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), diketahui telah menerbitkan token non-fungible (NFT) di jaringan Ethereum.

Ini adalah langkah terbaru dari UNICEF dalam merangkul industri kripto, di mana sebelumnya organisasi ini telah menggunakan Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) untuk donasi.

Meski menerima dana donasi dalam bentuk aset kripto, dalam penyalurannya itu akan dikonversikan menjadi uang fiat.

UNICEF Terbitkan NFT 

Belum lama ini, berdasarkan dari tweet resminya, UNICEF telah mengumumkan peluncuran aset NFT mereka untuk memperingati hari jadi ke-75 dari badan PBB.

Gambar yang disajikan dalam tweet tersebut pun menarik, yang digagas oleh artis visual Nadieh Bremer, dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris yang disukai anak-anak, menjadi sebuah set kota.

“Dalam visual terakhir, setiap sekolah menjadi kotak kecil, saling terkait dengan sekolah lain untuk membentuk kerajaan, terbagi antara yang terhubung dan tidak terhubung ke internet,” ujar Bremer.

Diketahui, peluncuran dalam bentuk pameran digital yang dinamai “Patchwork Kingdom” tersebut secara resmi akan dilakukan pada Januari 2022 mendatang.

Pengadaan Internet Bagi Anak-Anak di Dunia

Nantinya, hasil keuntungan dari penjualan NFT akan digunakan organisasi tersebut untuk mendukung banyak proyek. Salah satunya adalah proyek “Giga Initiative” untuk pengadaan akses internet bagi anak-anak di seluruh dunia.

Tentu saja, internet saat ini adalah salah satu jendela dunia untuk mempelajari segala hal dengan lebih mudah dan banyak. Anak-anak diharapkan akan mampu lebih mengembangkan potensi diri mereka dengan menyerap informasi yang lebih beragam dan lengkap.

Sekadar informasi, Giga Initiative adalah proyek yang diluncurkan pada tahun 2019 antara UNICEF dan PBB untuk memberikan akses internet ke sekolah sehingga anak-anak dapat memperoleh banyak manfaat dari informasi dan peluang berbasis web.

Diketahui, UNICEF telah menggandeng marketplace NFT berbasis Solana, Snowcrash Labs, Ethereum Foundation, Metagood dan lainnya, untuk meluncurkan 1.000 NFT.

Menariknya, setiap NFT yang dijual akan ditandai dengan data inisiatif yang dikumpulkan dari lebih dari 282.000 sekolah di 21 negara.

Meski kurang begitu disorot, UNICEF sebenarnya juga sudah cukup akrab dengan industri kripto, di mana organisasi ini telah mendanai beberapa proyek blockchain dan Web3 yang memiliki dampak untuk anak-anak di seluruh dunia. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait