Menjelang Natal 2025, cara memberi dan menerima hadiah mulai bergeser. Jika dulu kado identik dengan barang fisik seperti pakaian atau sepatu, kini generasi muda semakin tertarik pada hadiah aset kripto.
Gen Z dan Pergeseran Makna Hadiah Natal
Berdasarkan survei yang dirilis Visa pada Jumat (12/12/2025), hampir setengah Gen Z di Amerika Serikat mengaku antusias menerima kripto sebagai hadiah Natal. Preferensi ini menandai perubahan cara pandang generasi muda terhadap makna sebuah kado.
“Hampir setengah (45 persen) Gen Z di Amerika Serikat akan merasa antusias jika menerima aset kripto, hampir dua kali lipat dibandingkan seluruh warga Amerika yang berada di angka 28 persen,” tulis laporan tersebut.
Temuan ini merupakan bagian dari studi bertajuk “Smarter, Faster, More Digital: The Global Shift in Holiday Spending” yang dilakukan bersama Morning Consult. Survei ini melibatkan responden dari 12 negara dan menunjukkan perubahan dalam perilaku belanja konsumen.
Lebih dari sekadar tren musiman, preferensi generasi muda ini disebut sebagai blueprint masa depan perdagangan. Cara mereka memilih hadiah, menentukan pembayaran, hingga belanja lintas negara perlahan membentuk standar baru dalam ekosistem ritel dan keuangan global.
AI dan Kripto Dorong Pola Baru Belanja
Selain kripto, teknologi kecerdasan buatan juga semakin memainkan peran penting dalam momen belanja akhir tahun. Di banyak negara, AI kini digunakan untuk mencari inspirasi hadiah, membandingkan harga, hingga meneliti produk sebelum membeli.
Riset tersebut juga mengungkapkan bahwa separuh konsumen sudah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk belanja dan terlihat di Spanyol, Singapura, Uni Emirat Arab, Brasil, hingga Afrika Selatan, yang mencatat keterbukaan tertinggi terhadap penggunaan AI dalam belanja liburan.
“Di Amerika Serikat, hampir setengah konsumen (47 persen) telah menggunakan AI untuk setidaknya satu aktivitas terkait belanja, dengan pencarian hadiah, perbandingan harga, dan riset produk menjadi penggunaan utama selama musim liburan di Amerika Utara.

Pada saat yang sama, mata uang digital dan stablecoin mulai bergeser dari sekadar instrumen investasi menjadi alat transaksi yang makin diterima, khususnya untuk pembayaran dan pengiriman uang lintas negara.
Di Amerika Serikat, sekitar 41 persen pengguna remitansi tertarik menggunakan stablecoin untuk transfer internasional di masa depan. Minat ini bahkan lebih tinggi di Brasil, Meksiko, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Sejalan dengan itu, dompet digital kian mendominasi. Di AS, satu dari lima konsumen lebih memilih dompet digital, sementara di Singapura dan UEA, metode ini dinilai unggul dibanding kartu dan uang tunai dari sisi kecepatan, keamanan, dan kenyamanan.
Keamanan Jadi Kunci, Gen Z Redefinisi Cara Berbelanja
Meski teknologi pembayaran semakin canggih, faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama konsumen. Survei mencatat bahwa mayoritas respinden menilai keamanan sebagai faktor terpenting dalam memilih metode pembayaran.
“Keamanan merupakan faktor terbesar yang memengaruhi pilihan metode pembayaran secara global, dengan 79 persen responden menyatakan hal tersebut sangat penting,” seperti tercantum pada riset tersebut.
Kekhawatiran terhadap penipuan online juga masih tinggi, terutama di Amerika Serikat. Sebanyak 66 persen konsumen khawatir teman atau anggota keluarga mereka berpotensi terjebak scam.

Merespons risiko tersebut, mayoritas konsumen mulai meningkatkan perlindungan diri. Langkah seperti autentikasi dua faktor, pembaruan kata sandi berkala, hingga kewaspadaan terhadap transaksi digital kini semakin umum dilakukan.
Temuan ini menegaskan bahwa Natal 2025 menjadi momentum pergeseran besar dalam cara berbelanja dan memberi hadiah. Dengan Gen Z sebagai penggerak utama, teknologi digital kian membentuk perayaan akhir tahun yang lebih modern, aman, dan lintas batas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



