Membuat seed phrase Bitcoin biasanya terdengar sangat teknis dan bergantung pada algoritma komputer. Entropy32 Plus mengambil jalur berbeda dengan memakai waktu kemunculan radiasi sebagai bahan untuk menghasilkan rangkaian kata pemulihan wallet BTC.
Bukan dari Komputer, Keacakannya Datang dari Radiasi Nuklir
Dikutip dari repositori GitHub Entropy32 Plus pada Senin (14/09/2026), perangkat dirancang untuk menghasilkan seed phrase BTC lewat peluruhan radioaktif sebagai sumber keacakan, bukan sekadar angka acak buatan perangkat lunak.
Konsepnya berangkat dari sifat peluruhan radioaktif yang sulit diprediksi. Atom dapat meluruh kapan saja, sehingga waktu kemunculan setiap peristiwa dianggap menarik untuk dijadikan bahan dasar pembuatan data acak.
“Generator angka acak semu bersifat deterministik. Artinya, jika menggunakan seed yang sama, hasilnya akan selalu sama,” tulis pengembang, menjelaskan alasan mereka mencari sumber keacakan yang berasal langsung dari proses fisik.

Untuk menangkap peristiwa tersebut, Entropy32 Plus memakai Geiger counter, alat pendeteksi radiasi. Setiap kali radiasi terdeteksi, alat ini menghasilkan sinyal listrik singkat yang bisa dibayangkan seperti sebuah “klik” digital.
Setiap deteksi radiasi menghasilkan pulse, yakni sinyal listrik singkat seperti sebuah “klik” digital. Untuk membentuk frasa pemulihan Bitcoin, perangkat nanti mencatat jeda waktu antara satu pulse dan pulse berikutnya dari Geiger counter.
“Peluruhan radioaktif bersifat acak secara mekanika kuantum. Waktu terjadinya setiap peristiwa peluruhan pada dasarnya tidak dapat diprediksi,” tulis pengembang.
Dari “Klik” Geiger Counter Jadi Seed Phrase Bitcoin
Setelah menerima banyak “klik”, perangkat mulai membandingkan jarak waktunya. Jika jeda terbaru lebih panjang daripada sebelumnya, sistem mencatat angka satu. Jika lebih pendek, sistem mencatat angka nol.
Jika dua jeda sama panjang, data tersebut dibuang. Sinyal yang muncul terlalu cepat, tepatnya di bawah 200 mikrodetik, juga diabaikan karena dianggap berpotensi berasal dari gangguan elektronik.
Proses tersebut terus berjalan sampai terkumpul 512 angka nol dan satu. Kumpulan angka ini lalu diproses memakai hash SHA-256, fungsi kriptografi yang berfungsi merapikan data mentah dan mengurangi pola yang terlihat.

Bayangkan SHA-256 seperti blender digital. Data dari Geiger counter dimasukkan ke dalamnya, lalu diolah menjadi keluaran yang lebih seragam sebelum digunakan untuk membentuk seed phrase Bitcoin.
Data hasil pengolahan kemudian mengikuti standar BIP39, sistem yang banyak digunakan wallet kripto untuk membuat frasa pemulihan. Entropy32 Plus dapat menghasilkan seed phrase berisi 12 ataupun 24 kata.
Sepenuhnya Offline, tetapi Masih Eksperimen
Seluruh proses berlangsung offline. Perangkat tidak memiliki Wi-Fi atau Bluetooth, sementara seed phrase hanya ditampilkan melalui layar OLED kecil sehingga pengguna tidak perlu mengirimkannya ke ponsel atau cloud.
Setelah kata-kata dicatat, pengguna dapat menjalankan perintah penghapusan untuk menimpa data sementara. Desainnya juga tidak menyimpan frasa pemulihan BTC secara permanen di memori perangkat setelah proses selesai.
Namun, desain unik bukan berarti perangkat ini aman dipakai menyimpan Bitcoin. Pengembang sendiri menyebut Entropy32 Plus sebagai proyek hobi dan edukasi yang masih membutuhkan pengujian lebih lanjut.
Masalah utamanya berada pada keacakan. Sumber data dari Geiger counter belum divalidasi menggunakan metodologi NIST SP 800-90B, sehingga belum ada kepastian mengenai seberapa kuat entropi yang benar-benar dihasilkan.
Dengan kata lain, SHA-256 dapat membantu merapikan data yang tersedia, tetapi tidak bisa menciptakan keacakan dari sumber yang lemah. Karena itu, kualitas data awal tetap menjadi bagian paling penting.
Untuk sekarang, Entropy32 Plus lebih menarik dilihat sebagai eksperimen. Radiasi memang dapat digunakan sebagai bahan pembentuk phrase pemulihan Bitcoin, tetapi keamanan akhirnya tetap bergantung pada pengujian dan audit independen.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


