Pasar crypto hari ini kembali membawa kejutan. Saat Bitcoin kehilangan tenaga setelah gagal menembus US$88.000, Litecoin dan LayerZero justru melaju kencang dan mencuri perhatian.
BTC Gagal Dobrak Level US$88.000
Bitcoin kembali kehilangan tenaga setelah gagal mendobrak level US$87.000. Pada Kamis (24/09/2026), BTC bergerak sekitar US$83.800, turun lebih dari 3 persen dalam 24 jam terakhir.
Tekanan mulai terasa setelah data ekonomi AS yang dirilis S&P Global pada Rabu (23/09/2026) menunjukkan aktivitas bisnis masih panas. Composite PMI September naik menjadi 58,4, sementara sektor jasa mencapai 58,7 dan manufaktur 57.
Data tersebut langsung mengguncang pasar obligasi. Imbal hasil Treasury AS tenor sepuluh tahun melonjak 18,5 basis poin menjadi 5,127 persen, sekaligus menyentuh level tertinggi sejak 2007.
Efeknya ikut merembet ke pasar crypto hari ini. Berdasarkan data CoinGlass, sekitar US$145 juta posisi long terlikuidasi hanya dalam satu jam, sementara total likuidasi 24 jam mencapai US$517 juta dari 121.612 trader.

Menariknya, investor institusional belum sepenuhnya mundur. Bitcoin Spot ETF masih mencatat inflow US$175,6 juta pada Jumat lalu, memperpanjang tren positif menjadi lima hari perdagangan berturut-turut.
BTC Loyo, Litecoin Malah Tancap Gas
Saat Bitcoin kehilangan tenaga, cerita berbeda datang dari Litecoin (LTC). Altcoin tersebut naik lebih dari 6 persen dan sempat melaju menuju US$67 setelah beberapa hari berkutat di sekitar US$59.
Pergerakannya mulai menarik ketika LTC menembus US$60. Level tersebut sebelumnya beberapa kali menahan harga, sehingga breakout yang terjadi langsung membuka ruang kenaikan menuju area yang lebih tinggi.
Jika ditarik sejak 20 September, momentum Litecoin sebenarnya sudah mulai terbentuk. Harga kripto tersebut saat itu masih berada di sekitar US$58,75, sebelum perlahan naik dan sempat menyentuh kisaran US$68.

Menariknya, reli kali ini tidak datang dari satu pengumuman besar. Kenaikannya lebih terlihat sebagai hasil dari momentum beli yang menguat setelah resistance psikologis US$60 akhirnya berhasil ditembus.
ZRO Ikut Panas, Katalisnya Lebih Jelas
Nama berikutnya yang tidak kalah panas adalah LayerZero. ZRO naik lebih dari 7,3 persen dan kembali bergerak di sekitar US$1,5, melanjutkan penguatan yang sudah terbentuk sejak sesi sebelumnya.

Berbeda dari LTC, ZRO membawa katalis yang kuat. Pada Senin (21/09/2026), Anchorage Digital memilih LayerZero sebagai mitra interoperabilitas untuk stablecoin yang diterbitkan melalui platform perbankannya.
Kerja sama tersebut membuat LayerZero menjadi lapisan interoperabilitas pilihan bagi stablecoin Anchorage. USAT milik Tether menjadi stablecoin pertama yang menggunakan standar OFT LayerZero melalui skema tersebut.
Belum selesai sampai sana, LayerZero kembali membawa kabar teknis pada Rabu (23/09/2026). Tim mengumumkan ekspansi bytecode Jolt telah melewati proses formal verification menggunakan Lean proving assistant.
Dua kabar tersebut memberi cerita fundamental yang lebih kuat bagi ZRO ketika pasar altcoin mulai bergerak selektif. Jadi, kenaikannya bukan sekadar mengikuti pantulan pasar kripto secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, pergerakan crypto hari ini menunjukkan pasar belum bergerak dalam satu arah. Bitcoin sedang kehilangan napas, sementara LTC dan ZRO memanfaatkan momentum masing-masing untuk berlari lebih kencang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


