Aster kembali memperketat tokenomik ASTER dengan memperpanjang masa penguncian token milik tim selama satu tahun. Sebanyak 400 juta ASTER, atau 5 persen dari maksimum pasokan token, kini akan tetap terkunci hingga 17 September 2027, dari jadwal sebelumnya 17 September 2026.
Keputusan tersebut menghilangkan potensi tambahan suplai atau pasokan yang sebelumnya sudah berada di depan mata.
Berdasarkan jadwal lama, alokasi tim seharusnya mulai memasuki periode vesting pada September ini dengan pelepasan sekitar 10 juta ASTER setiap bulan. Seluruh 400 juta token itu belum pernah dibuka sejak token generation event (TGE).
Bagi holder, perubahan tersebut dapat dipandang positif karena tekanan suplai dari alokasi tim ditunda selama 12 bulan. Namun, reaksi pasar belum menunjukkan euforia besar. Data CoinGecko memperlihatkan ASTER masih diperdagangkan di sekitar US$0,69, dengan rentang perdagangan 24 jam sekitar US$0,6875 hingga US$0,7113.
Token tersebut juga masih sekitar 71 persen di bawah tertinggi sepanjang masa (ATH) di US$2,41 yang dicapai pada September 2025.
Jatah Tim Dikunci, Burn ASTER Tetap Berjalan
Perpanjangan lockup tidak mengubah mekanisme buyback dan burn yang telah diterapkan Aster sejak Juni. Proyek tersebut menegaskan bahwa setiap ASTER yang dibeli kembali tetap akan diimbangi dengan burn ASTER dalam jumlah setara dari cadangan, dengan alokasi milik tim menjadi prioritas sumber token yang dibakar.
Skema tersebut merupakan bagian dari pembaruan tokenomik yang diluncurkan pada 17 Juni 2026. Aster mengalokasikan 99 persen fee harian platform untuk membeli ASTER di pasar melalui mekanisme TWAP, kemudian mendistribusikan token hasil buyback kepada staker. Pada saat bersamaan, jumlah ASTER yang setara dibakar dari cadangan proyek.
Program tersebut sudah berjalan. Dalam pembaruan terbaru untuk periode 10–24 Agustus, Aster melaporkan pembelian kembali sekitar 4,25 juta ASTER, sekaligus membakar jumlah yang sama dari alokasi tim. Sejak tokenomik baru berlaku pada 17 Juni, jumlah burn melalui mekanisme tersebut telah mencapai sekitar 18,25 juta ASTER hingga 24 Agustus.
Artinya, sebelum vesting tim akhirnya dimulai pada 2027, besar alokasi tersebut secara teoritis dapat terus menyusut akibat mekanisme burn.
Aster juga memperluas utilitas token melalui Aster Open Standards 2 (AOS-2) pada Agustus. Melalui sistem ini, proyek yang ingin mengajukan listing perpetual market harus melakukan staking sebanyak 1 juta ASTER selama empat tahun, tanpa opsi keluar lebih awal. Proposal kemudian masuk ke voting validator on-chain sebelum pasar dapat diluncurkan.
Tokenomik Makin Ketat, tetapi HYPE Masih Unggul
Serangkaian perubahan tersebut menunjukkan Aster berusaha menciptakan permintaan terhadap ASTER sekaligus mengurangi suplai yang berpotensi masuk ke pasar. Namun, tantangan berikutnya adalah mengubah tokenomik tersebut menjadi pertumbuhan penggunaan platform dan minat investor.
Persaingan itu menjadi semakin relevan karena Hyperliquid masih memimpin sektor perpetual DEX.
Berdasarkan snapshot data pada awal Agustus, Hyperliquid membukukan volume derivatif 30 hari sekitar US$198,4 miliar, jauh di atas Aster yang sekitar US$40 miliar. Open interest Hyperliquid mencapai sekitar US$9 miliar, dibandingkan US$1,9 miliar milik Aster.
Meski demikian, Aster mulai menunjukkan pertumbuhan. Data menjelang akhir Agustus menunjukkan volume gabungan delapan perp DEX terbesar meningkat 9,1 persen dalam 30 hari, dengan Hyperliquid tumbuh 21 persen dan Aster menyusul sebesar 19 persen.
Perbedaan minat pasar juga terlihat pada kinerja token. HYPE mencetak ATH baru US$86,66 pada 27 Agustus 2026 dan saat ini hanya terpaut beberapa persen dari level tertingginya. Sebaliknya, ASTER masih berada jauh dari rekor historisnya.
Dengan demikian, penundaan unlock dapat mengurangi salah satu risiko suplai ASTER, tetapi belum dengan sendirinya menutup ketertinggalan Aster dari Hyperliquid. Pertumbuhan volume, fee, likuiditas dan penggunaan token tetap menjadi faktor yang perlu dibuktikan.
Harga ASTER Mulai Bangun Momentum, Target US$1,40 Terbuka?
Di tengah perubahan fundamental tersebut, analis Crypto Front melihat struktur harga ASTER mulai menunjukkan sinyal bullish. Pada grafik harian, harga keluar dari fase pergerakan mendatar yang cukup panjang setelah sebelumnya membentuk basis di sekitar US$0,57–US$0,63.

ASTER kemudian bergerak menuju area US$0,70, sementara Crypto Front menilai pola konsolidasi semacam ini berpotensi berakhir dengan ekspansi harga yang agresif.
Secara teknikal, US$0,77 menjadi hambatan terdekat yang perlu ditembus. Jika tekanan beli berlanjut, ASTER berpeluang menguji US$0,85–US$0,95 sebelum membuka jalan menuju area US$1,05–US$1,25.
Skenario bullish yang digambarkan Crypto Front bahkan menempatkan sasaran utama di sekitar US$1,40–US$1,42, setara kenaikan lebih dari 100 persen.
Namun, skenario tersebut masih membutuhkan konfirmasi. Area US$0,63 menjadi support penting, sedangkan US$0,57 menjadi pertahanan berikutnya apabila terjadi koreksi lebih dalam.
Selama harga mampu mempertahankan zona tersebut dan kemudian mencetak higher high di atas US$0,77, peluang ASTER mengejar US$0,95 hingga US$1,40 tetap terbuka. Sebaliknya, penurunan dan penutupan kuat di bawah US$0,57 dapat melemahkan struktur bullish yang tengah dibangun.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


