Memasuki Oktober 2026, perhatian pasar kripto mulai bergeser dari Bitcoin menuju pergerakan yang lebih luas di pasar altcoin. Sejumlah indikator menunjukkan semakin banyak aset kripto mulai mengungguli BTC, sementara partisipasi pasar spot ikut meningkat menjelang dimulainya periode yang popular disebut Uptober.
Snapshot data pasar terbaru di CoinMarketCap menunjukkan Altcoin Season Index berada di level 61 dari 100 menjelang pergantian bulan. Pada saat yang sama, dominasi Bitcoin masih berada di kisaran 58,6 persen, dengan Ethereum menguasai sekitar 11,5 persen kapitalisasi pasar kripto.
Angka 61 memang belum cukup untuk menyatakan altcoin season telah resmi dimulai. Metodologi indeks tersebut menetapkan ambang 75, yang berarti sedikitnya 75 persen dari 100 aset kripto terbesar harus mengungguli Bitcoin selama periode 90 hari.

Namun, perubahan yang terjadi di balik angka tersebut mulai menunjukkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar kenaikan beberapa altcoin secara terpisah.
72,5 Persen Altcoin Mulai Mengalahkan Bitcoin
Sinyal paling menarik datang dari breadth pasar atau seberapa luas reli menyebar ke berbagai aset.
Dalam laporan pasar on-chain yang dirilis 23 September, Glassnode menemukan bahwa 72,5 persen altcoin yang mereka pantau berhasil mengungguli Bitcoin selama satu pekan.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan reli singkat pada Agustus, ketika proporsi altcoin yang mengungguli BTC hanya sempat mencapai 39 persen.
Artinya, kenaikan pasar mulai meluas dan tidak lagi hanya bertumpu pada Bitcoin atau segelintir aset berkapitalisasi besar. Kondisi seperti ini merupakan salah satu elemen yang biasanya dicermati ketika pasar mulai membicarakan kemungkinan altcoin season.
Yang lebih menarik, reli tersebut belum disertai ledakan leverage secara menyeluruh.
Open interest dari perpetual futures altcoin yang dihitung berdasarkan jumlah koin hampir tidak bertambah selama 30 hari, sementara kurang dari separuh pasar yang dipantau mencatat peningkatan posisi.
“Reli altcoin sebagian besar didorong oleh pembelian spot,” tulis Glassnode.
Pergerakan berbasis pembelian spot menjadi pembeda penting karena fase pasar yang terlalu panas biasanya diikuti lonjakan open interest secara luas, seperti yang terlihat pada periode Februari 2021 dan Desember 2024.

Tanda rotasi juga sudah muncul lebih awal. Dalam laporan positioning pasar institusional September Coinbase, rasio dominasi open interest altcoin sempat meningkat dari sekitar 0,65 menjadi 0,81, level tertinggi sejak awal Februari.
Laporan tersebut menilai pergerakan itu sebagai tanda awal rotasi menuju aset dengan beta lebih tinggi. Meski demikian, dominasi altcoin masih jauh di bawah rentang yang tercatat pada akhir 2025.

Altcoin Season Belum Resmi, Bitcoin Masih Pegang Kendali
Meski indikator mulai membaik, kondisi pasar belum cukup kuat untuk menyebut altcoin season telah berlangsung sepenuhnya.
Kini, Dominasi Bitcoin masih bertahan mendekati 59 persen, sementara Altcoin Season Index masih membutuhkan kenaikan cukup besar untuk melewati level konfirmasi 75.
Bitcoin sendiri juga belum kehilangan aliran modal. Data pasar terbaru hingga akhir September menunjukkan Bitcoin ETF spot AS menerima arus masuk bersih mingguan sekitar US$2,7 miliar, melonjak hampir 368 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada saat yang sama, perubahan realized cap bulanan Bitcoin meningkat menjadi sekitar 1,1 persen, sementara porsi hot capital mencapai 18,8 persen. Keduanya menunjukkan modal baru masih masuk ke BTC ketika altcoin mulai memperlihatkan performa yang lebih luas.
Kombinasi tersebut membuat kondisi awal Oktober cukup unik. Bitcoin masih menerima permintaan kuat, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya bagian pasar yang bergerak.
Dengan kata lain, skenario altcoin season tidak harus dimulai dari keruntuhan harga Bitcoin. Pergerakan juga dapat muncul ketika BTC relatif stabil setelah reli, sementara modal mulai mencari peluang di aset dengan kapitalisasi lebih kecil.
Tetapi Oktober masih memiliki sejumlah ujian besar.
The Fed pada pertemuan 16 September menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4 persen dan menegaskan bahwa inflasi masih berada pada level tinggi.
Selanjutnya, pasar akan menghadapi laporan tenaga kerja AS untuk September pada 2 Oktober serta data inflasi CPI pada 14 Oktober, berdasarkan jadwal resmi rilis ekonomi AS.
Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga, imbal hasil obligasi AS dan selera risiko investor terhadap aset kripto.
Karena itu, awal Uptober kali ini membawa dua cerita sekaligus. Bitcoin masih mempertahankan posisi dominannya, tetapi breadth pasar yang melebar, pembelian spot altcoin dan meningkatnya partisipasi pada aset berisiko tinggi mulai membuat narasi altcoin season kembali relevan.
Level 75 pada Altcoin Season Index kini menjadi salah satu batas penting untuk dipantau. Jika lebih banyak altcoin terus mengungguli Bitcoin sepanjang Oktober, Uptober 2026 bisa berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih luas daripada sekadar reli BTC.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


