Uptober Cardano Makin Panas, Harga ADA Naik di Tengah Deretan Katalis Baru

Uptober mulai memanaskan Cardano setelah harga aset kripto native jaringan tersebut, ADA, melonjak dua digit di tengah sederet perkembangan baru yang datang hampir bersamaan, mulai dari persiapan upgrade Dijkstra hingga masuknya produk aset dunia nyata (RWA) ke mainnet.

Pada saat artikel ini disusun, harga ADA berada di sekitar US$0,2727 atau menguat 11,13 persen dalam 24 jam. Harga sempat menyentuh US$0,2742, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar US$1,1 miliar dengan kapitalisasi pasar sekitar US$10 miliar.

Lonjakan tersebut membuat Cardano menjadi salah satu aset yang mencuri perhatian pada awal Oktober. Namun, pergerakan harga kali ini bertepatan dengan periode yang cukup padat bagi ekosistem Cardano.

Sejumlah pengembangan jaringan, produk DeFi dan penggunaan blockchain untuk perusahaan bergerak dalam jarak waktu hanya beberapa pekan.

Dijkstra Mulai Mendekati Tahap Pengujian Publik

Salah satu perkembangan yang paling dekat adalah persiapan menuju Dijkstra, upgrade besar berikutnya bagi Cardano. Dalam pembaruan resmi pada 2 Oktober, Intersect menyebut Node 11.1.3 Cardano telah dirilis, sementara proses menuju Node 11.2 juga mulai memasuki tahap berikutnya.

Versi 11.2 nantinya diperkirakan membawa sebagian besar fitur Dijkstra sekaligus membuka jalan menuju public Dijkstra testnet pertama. Di dalamnya termasuk format blok baru serta Plutus V4 context yang akan memberi pengembang kesempatan untuk mulai menguji integrasi dan perubahan sebelum upgrade sebenarnya diterapkan.

Namun, Node 11.2 belum menjadi versi yang siap untuk hard fork. Intersect juga menegaskan Leios belum dimasukkan ke dalam versi tersebut. Dijkstra bahkan membutuhkan bukan hanya perubahan teknis, tetapi juga perubahan konstitusi Cardano untuk mengakomodasi parameter protokol baru.

Timing-nya cukup menarik. Pada Selasa ini (6/10/2026), ekosistem Cardano juga menggelar Node Diversity Celebration Day di Singapura dan secara daring. Sehari setelahnya, 7–8 Oktober, sejumlah tim Cardano akan hadir di TOKEN2049 Singapura.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Harga XRP Mulai Kirim Sinyal Bullish, Tapi Sejarah 2022 Bikin Waspada

Artinya, perhatian terhadap pengembangan jaringan berpotensi tetap tinggi setelah reli ADA yang terlihat pada awal Uptober.

RealFi Membuka Oktober Langsung dari Mainnet

Katalis lain datang tepat ketika kalender memasuki Oktober.

Pada 1 Oktober, RealFi mengumumkan bahwa protokolnya telah resmi aktif di mainnet Cardano. Situs resmi RealFi kini menampilkan USDrf dan sUSDrf sebagai dua aset yang telah live di jaringan tersebut.

USDrf diposisikan sebagai stablecoin yang mendapat dukungan dari portofolio aset dunia nyata. Struktur aset pendukungnya mencakup direct lending, instrumen pasar uang, surat utang pemerintah AS serta obligasi floating-rate global.

Pengguna juga dapat menukar ADA atau USDC menjadi USDrf melalui DEX mitra. Peluncuran tersebut memberi Cardano tambahan jalur antara aset kripto dan RWA, sektor yang terus menjadi salah satu tema besar industri aset digital.

Yang membuat perkembangannya relevan untuk Uptober adalah waktunya. Produk tersebut tidak sekadar diumumkan untuk kemudian hari, tetapi memasuki mainnet pada hari pertama Oktober.

Petrobras Membawa Cardano Keluar dari Lingkaran Kripto

Cerita Cardano juga berkembang di luar DeFi. Pada 30 September, Cardano Foundation mengumumkan dua aplikasi blockchain bersama Petrobras, perusahaan energi yang dikendalikan negara Brasil. Keduanya merupakan hasil kolaborasi riset dan pengembangan yang juga melibatkan Ledger Labs dari PUC-Rio.

Aplikasi pertama berkaitan dengan sustainable aviation fuel (SAF). Cardano digunakan untuk menghubungkan sertifikat bahan bakar fisik dengan rekam digital manfaat lingkungan melalui model Book-and-Claim.

Jejak tersebut dapat memperlihatkan dari mana manfaat lingkungan berasal, kepada siapa manfaat itu dialokasikan dan apakah klaim yang sama sudah pernah digunakan. Penumpang bahkan dapat memperoleh sertifikat berdasarkan rute perjalanan dan alokasi SAF mereka.

Aplikasi kedua berfokus pada Diesel R, bahan bakar diesel terbarukan Petrobras. Informasi dari tahap produksi, transportasi hingga penggunaan dihubungkan dalam satu rekam berkelanjutan yang dapat mendukung pelaporan emisi Scope 3.

BACA JUGA:  Token LAPTOP Ambruk 99 Persen, Kok Masih Ada yang Berani Beli?

“Transisi energi akan sangat bergantung pada kepercayaan, sama halnya dengan ketergantungannya pada bahan bakar baru,” Pimpinan Pengembangan Bisnis LATAM Cardano Foundation, Rafael Fraga.

Kasus Petrobras penting karena menawarkan sisi lain dari narasi Uptober Cardano. Sentimen harga sedang menguat, tetapi pada saat bersamaan teknologi jaringannya sedang diuji untuk kebutuhan yang tidak berkaitan langsung dengan perdagangan ADA.

Fireblocks Membuka Pintu yang Lebih Lebar ke Institusi

Jalur institusional Cardano juga mendapat perkembangan baru beberapa hari sebelumnya.

Pada 24 September, Cardano Foundation dan Fireblocks mengumumkan dukungan penuh untuk Cardano Native Tokens. Setelah integrasi selesai, klien Fireblocks akan dapat menyimpan, mengirim dan menerima token native Cardano menggunakan sistem keamanan dan kontrol kebijakan yang sama dengan aset lain di platform tersebut.

Fireblocks menyebut infrastrukturnya digunakan oleh lebih dari 100 bank, sementara platform tersebut telah mengamankan transaksi aset digital senilai sekitar US$16 triliun.

Namun, katalis ini perlu dibaca dengan hati-hati. Dukungan penuh untuk Cardano Native Tokens ditargetkan tersedia pada Maret 2027, bukan langsung pada Oktober 2026. Artinya, berita tersebut saat ini lebih tepat dilihat sebagai pembukaan jalur infrastruktur daripada lonjakan adopsi institusional yang sudah terjadi.

CEO Cardano Foundation, Frederik Gregaard, mengatakan bahwa institusi jarang mengadopsi aset baru secara mandiri.

“Institusi jarang mengadopsi aset baru secara mandiri. Adopsi terjadi melalui infrastruktur yang tepercaya,” ujarnya.

Dengan demikian, dampaknya terhadap ekosistem Cardano kemungkinan lebih bersifat jangka menengah dibanding katalis langsung terhadap harga ADA.

Reli Harga ADA Masih Punya Satu Ujian Besar

Di tengah banyaknya perkembangan positif tersebut, ada satu hal yang membuat reli Cardano pada Uptober kali ini menjadi lebih menarik untuk diawasi, yakni likuiditas DeFi masih menjadi pekerjaan rumah.

BACA JUGA:  Tokenisasi RWA Masuk Babak Baru, Regulator AS Siapkan Pasar On-chain

Dalam pembaruan aktivitas resminya, Cardano Foundation mengungkapkan dukungannya terhadap penarikan cadangan sebesar 120 juta ADA untuk program Cardano PRIME yang dikelola AlphaGrowth.

Foundation secara eksplisit menyebut program tersebut ditujukan untuk membantu menutup “Cardano’s DeFi liquidity gap,” yakni kesenjangan antara infrastruktur DeFi yang sudah tersedia dan likuiditas yang benar-benar digunakan di dalamnya.

Sekitar 90 juta ADA dari jumlah tersebut dirancang tetap ditahan dan baru dilepas berdasarkan pencapaian milestone selanjutnya.

Pengakuan mengenai kesenjangan tersebut menjadi penyeimbang penting terhadap sederet katalis yang sedang muncul.

Cardano sekarang memiliki produk RWA baru di mainnet, aplikasi enterprise bersama Petrobras, jalur menuju integrasi Fireblocks serta persiapan upgrade Dijkstra. Harga ADA pun telah merespons awal Oktober dengan reli dua digit.

Namun, tidak ada bukti bahwa seluruh perkembangan itu menjadi penyebab langsung kenaikan harga dalam satu hari. Ujian yang lebih besar justru datang setelah reli tersebut, apakah peningkatan infrastruktur dan masuknya produk baru akhirnya dapat diterjemahkan menjadi likuiditas, pengguna dan aktivitas on-chain yang lebih dalam.

Jika hal itu mulai terjadi sepanjang Oktober, Uptober Cardano tahun ini tidak hanya akan menjadi cerita tentang harga ADA yang naik, tetapi juga tentang apakah jaringan tersebut mulai mempersempit jarak antara kemampuan teknis dan pemakaian nyatanya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait