US$60.000 Jadi Benteng Bitcoin, Pola ‘W’ Buka Harapan Bull Run

Bitcoin kembali membangkitkan optimisme setelah bertahan di kisaran US$60.000. Momentum ini menarik perhatian karena muncul bersamaan dengan sinyal teknikal yang dinilai berpotensi mengakhiri fase bear market.

Di saat yang sama, data terbaru Santiment menunjukkan kripto mengejar ketertinggalannya dari pasar saham. Penguatan harga BTC memicu harapan bahwa reli kali ini bukan sekadar pantulan, melainkan awal tren bullish yang lebih kuat.

Bitcoin Mulai Bangkit, Level US$60.000 Jadi Penentu

Bitcoin kembali menarik perhatian setelah berhasil mempertahankan area US$60.000. Level tersebut dipandang sebagai zona krusial yang menentukan apakah pemulihan harga mampu berkembang menjadi tren naik yang lebih kuat.

Optimisme itu menguat setelah pencipta indikator Bollinger Bands, John Bollinger, menyoroti terbentuknya pola double bottom berbentuk “W”. Menurutnya, pola tersebut berpotensi menjadi sinyal berakhirnya tren turun yang telah berlangsung sejak Oktober 2025.

Melalui unggahan di X, Bollinger mengakui bahwa Bitcoin telah beberapa kali membentuk pola bullish yang lemah. Namun, kali ini ia melihat struktur harga yang berbeda dan memiliki peluang lebih besar untuk membalikkan tren.

“Bitcoin telah beberapa kali membentuk pola bullish yang akhirnya gagal, menunjukkan betapa kuatnya tekanan tren turun. Apakah pola ‘W’ kali ini akan menjadi yang akhirnya mampu mematahkan tren tersebut?” tulisnya di X, Jumat (03/07/2026).

BACA JUGA:  Bitcoin Mulai Pulih, Tapi Waspadai Koreksi ke US$53 Ribu

Tak hanya itu, ia menjelaskan bahwa pola tersebut terlihat rapi. Bahkan, menurutnya, struktur harga BTC saat ini membentuk pola yang “sempurna secara fraktal”, dengan pola “w” kecil di setiap titik dasar dan pola “m” kecil di bagian puncaknya.

Pola W Bitcoin - John Bollinger
Pola W Bitcoin – John Bollinger

Meski demikian, peluang tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi. Bitcoin masih harus mampu mempertahankan momentum di atas area US$60.000 agar pola reversal tersebut benar-benar berkembang menjadi awal tren bullish yang baru.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

BTC Mulai Kejar Ketertinggalan dari Pasar Saham

Sinyal positif ternyata tidak hanya datang dari analisis teknikal. Data yang dibagikan Santiment pada Sabtu (04/07/2026) memperlihatkan bahwa pasar kripto mengejar ketertinggalannya dibandingkan pasar saham AS.

Sejak 30 Juni, harga Bitcoin naik sekitar 6,1 persen. Pada periode yang sama, emas menguat 4,8 persen, sementara indeks S&P 500 bergerak relatif datar karena pasar Amerika memasuki libur Hari Kemerdekaan.

Kondisi tersebut menunjukkan aset kripto mulai mengejar ketertinggalannya. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, performa Bitcoin berhasil melampaui emas dan indeks S&P 500, sehingga memunculkan optimisme baru di pasar.

“Bitcoin dan altcoin tidak lagi tertinggal di belakang pasar saham. Setelah dibayangi rasa takut, arus keluar dana ETF, keraguan whale, dan lemahnya sentimen, pembeli mulai kembali masuk di area support penting,” jelas Santiment.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Masuk Fase Bearish Baru? US$50 Ribu Jadi Target Utama!
Perbandingan Pergerakan Harga Bitcoin, Saham dan S&P 500 - Santiment
Perbandingan Pergerakan Harga Bitcoin, Saham dan S&P 500 – Santiment

Bagi Santiment, apabila Bitcoin membangun fondasi di atas kisaran US$60.000, reli yang terjadi saat ini berpotensi berkembang menjadi tren pemulihan yang berkelanjutan, bukan sekadar pantulan sesaat.

Arus Dana ETF dan Minat Institusi Mulai Pulih

Optimisme pasar diperkuat oleh pulihnya minat investor institusi. Analis CryptoQuant, Axel Adler Jr., menyoroti bahwa Bitcoin Spot ETF di AS kembali mencatat arus dana masuk bersih setelah sepuluh hari berturut-turut mengalami tekanan keluar.

Menurut Adler, kondisi tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Ia menilai BTC saat ini kemungkinan telah memasuki fase akhir dari siklus bear market, meskipun proses pembentukan dasar harga masih terus berlangsung.

“Bitcoin saat ini berada di fase akhir siklus bear market. Untuk pertama kalinya, segmen ETF menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda,” tutur Adler lewat analisis yang dibagikan pada Sabtu (04/07/2026).

Bitcoin Spot ETF Flow Monitor - Axel Adler Jr
Bitcoin Spot ETF Flow Monitor – Axel Adler Jr

Pandangan serupa juga disampaikan Daan Crypto Trades. Ia mengakui bahwa arus masuk ETF senilai sekitar US$220 juta memang belum tergolong besar jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

BACA JUGA:  CryptoQuant ‘Larang’ Strategy Beli Bitcoin Lagi, Ini Alasannya

Meski begitu, menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan Bitcoin bertahan di kisaran US$60.000 meski sebelumnya dihantam arus keluar dana yang besar. Hal itu menunjukkan tekanan jual mulai berhasil diserap pasar.

“Perlu dicatat bahwa harga Bitcoin bertahan di US$60.000 meski dibayangi arus keluar dana yang besar. Jika harganya menguat hingga pekan depan, itu akan menjadi sinyal bahwa pasar berhasil menyerap tekanan jual,” ungkapnya di X, Sabtu (04/07/2026).

Kombinasi pola W yang semakin jelas, mulai pulihnya arus dana institusi, serta membaiknya performa harga Bitcoin dibandingkan pasar saham perlahan mengubah sentimen pasar ke arah yang lebih positif.

Meski bull run masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut, area US$60.000 kini menjadi benteng utama. Kemampuan Bitcoin bertahan di level tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan harga BTC dalam beberapa pekan mendatang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait