Kelp DAO resmi meninggalkan infrastruktur cross-chain milik LayerZero Labs dan beralih ke sistem Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) milik Chainlink Labs setelah insiden eksploitasi senilai sekitar US$292 juta mengguncang ekosistemnya.
Berdasarkan laporan The Block pada Selasa (5/5/2026), keputusan ini diumumkan setelah proses evaluasi internal pasca-serangan yang menyebabkan pencetakan aset sintetis tanpa jaminan sah dan memicu gangguan likuiditas di berbagai protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Langkah ini menjadikan KelpDAO sebagai salah satu protokol besar pertama yang secara terbuka menghentikan penggunaan LayerZero pasca-insiden keamanan besar. Pergantian infrastruktur itu dilakukan untuk memperkuat sistem pengiriman pesan cross-chain yang selama ini menjadi fondasi utama operasional aset restaking seperti rsETH.
Eksploitasi sebelumnya terjadi ketika pelaku berhasil memanfaatkan konfigurasi verifikasi yang hanya bergantung pada satu validator, atau model 1-of-1 verifier. Struktur ini memungkinkan pesan palsu diproses sebagai valid dalam jaringan cross-chain.
Dari celah itu, sekitar 116.500 rsETH berhasil dicetak tanpa dukungan aset riil, dengan nilai mencapai sekitar US$292 juta.
Token hasil eksploitasi kemudian digunakan sebagai jaminan di sejumlah protokol DeFi, termasuk pasar pinjaman aset digital, sehingga memicu tekanan likuiditas dan memperbesar risiko bad debt di ekosistem restaking. Insiden tersebut menjadi salah satu kasus keamanan terbesar yang menyoroti risiko desain bridge dan sistem messaging cross-chain.
Chainlink Jadi Fondasi Baru Keamanan KelpDAO
Dalam migrasi terbaru ini, KelpDAO dan Chainlink kini berada dalam satu jalur sistem interoperabilitas baru yang mengutamakan validasi multi-node.
Berbeda dengan LayerZero yang sebelumnya memakai konfigurasi minimal satu verifier, sistem CCIP milik Chainlink mengharuskan sedikitnya 16 validator independen untuk memverifikasi setiap pesan cross-chain.
KelpDAO menyebut langkah ini sebagai upaya langsung untuk menghilangkan titik lemah utama yang dimanfaatkan dalam serangan sebelumnya.
“Migrasi KelpDAO ke CCIP Chainlink secara langsung mengatasi kerentanan arsitektur yang menjadi inti dari eksploitasi tersebut,” tulis Kelp DAO.
Menurut penjelasan tim, perubahan ini dilakukan agar proses pengiriman data dan aset lintas blockchain memiliki lapisan verifikasi lebih luas, sehingga mengurangi risiko manipulasi dari satu titik kegagalan.
Dalam konteks DeFi, model multi-validator dinilai lebih aman karena distribusi validasi tersebar di lebih banyak pihak independen.
Keputusan migrasi juga mempertegas perubahan arah industri, di mana faktor keamanan kini mulai lebih diprioritaskan dibanding efisiensi biaya transaksi atau kecepatan pengiriman data.
Dana Pemulihan Tembus US$300 Juta
Di tengah transisi tersebut, upaya pemulihan dana korban juga terus berjalan melalui inisiatif DeFi United. Organisasi itu dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari US$300 juta untuk membantu menutup kerugian akibat insiden KelpDAO.
Menariknya, LayerZero turut menyumbang sekitar 10.000 ETH ke dalam dana pemulihan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap stabilisasi ekosistem. Kontribusi itu menjadi salah satu langkah terbesar dari pihak infrastruktur yang terdampak langsung oleh perubahan sistem KelpDAO.
Kasus ini kini menjadi sorotan luas di sektor blockchain karena memperlihatkan bagaimana desain keamanan bridge bisa menentukan stabilitas aset cross-chain.
Peralihan KelpDAO ke Chainlink dinilai dapat menjadi acuan baru bagi protokol lain dalam memilih infrastruktur interoperabilitas, terutama ketika nilai aset yang di-stake semakin besar dan risiko serangan terus meningkat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


