USDC Dapat Jalur Baru di Rusia, Potensi Pasar Tembus US$46 Miliar

Rusia resmi memasuki babak baru regulasi aset digital pada Selasa (1/9/2026) setelah Federal Law No. 282-FZ mulai berlaku.

Kerangka tersebut membuka jalur perdagangan aset kripto melalui infrastruktur domestik yang diawasi, termasuk akses bagi investor berkualifikasi terhadap stablecoin asing seperti USDC.

Berdasarkan laporan The Block pada Senin (31/8/2026), ketentuan itu menjadi bagian dari upaya Moskow membangun pasar kripto terorganisasi yang mencakup bursa, digital depository, broker, dan perantara keuangan lainnya.

Bank of Russia sebelumnya menyatakan investor berkualifikasi dapat membeli dan menjual aset kripto tanpa batas nominal, sementara investor non-qualified hanya dapat mengakses aset paling likuid dengan batas 300.000 rubel per tahun melalui setiap intermediary setelah lulus tes.

USDC Masuk Gerbang Baru Rusia, tetapi Belum Seleluasa USDT

Mulai 1 September, investor berkualifikasi dapat memperoleh stablecoin asing, termasuk USDT dan USDC, melalui infrastruktur Rusia yang dibangun untuk peredaran aset digital terorganisasi.

BACA JUGA:  Dari Rp800 Ribu ke Rp244 Juta, Trader Ini Panen Cuan dari Meme Coin

Namun, akses USDC belum seluas USDT. Bank of Russia sebelumnya menetapkan aset kripto paling likuid sebagai kelompok yang dapat dijangkau investor non-qualified, sedangkan investor berkualifikasi mendapat akses yang lebih luas terhadap aset digital.

Dalam hukum baru, aset digital asing juga memperoleh kerangka tersendiri. Federal Law No. 282-FZ mengatur “foreign digital instruments,” yakni hak atau aset digital yang diterbitkan di luar kerangka hukum Rusia. Kategori tersebut relevan bagi stablecoin asing yang memiliki pihak penerbit dan klaim moneter terhadap aset acuannya.

Meski akses terhadap aset digital diperluas, Rusia tetap melarang penggunaan kripto dan digital rights sebagai alat pembayaran barang maupun jasa di dalam negeri. Pengecualian diberikan untuk transaksi berdasarkan kontrak perdagangan luar negeri antara resident dan non-resident.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Sberbank Proyeksikan Pasar Capai US$46,4 Miliar

Bersamaan dengan berlakunya regulasi baru, Sberbank memperkirakan volume perdagangan kripto melalui exchange Rusia dapat mencapai 3,5 triliun hingga 4 triliun rubel pada tahun pertama, setara sekitar US$46,4 miliar.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Terpental dari US$80 Ribu, Siap Jatuh Lagi?

Wakil Ketua Sberbank, Anatoly Popov, mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada estimasi Kementerian Keuangan bahwa transaksi kripto di Rusia mencapai sekitar 50 miliar rubel per hari atau sekitar 18 triliun rubel per tahun.

SberCIB memperkirakan sekitar 20 persen aktivitas tersebut dapat beralih ke perdagangan melalui bursa terregulasi pada tahap awal.

“Pada tahun pertama setelah legalisasi, sekitar 20 persen volume akan diperdagangkan bursa,” ujar Popov.

Sberbank memperkirakan volume perdagangan dapat meningkat menjadi 4,75 triliun hingga 5,25 triliun rubel pada 2028, kemudian sekitar 7,5 triliun rubel atau US$87 miliar pada 2029.

Meski regulasi utama berlaku mulai 1 September, transformasi pasar belum selesai sepenuhnya. Sejumlah ketentuan baru efektif pada 2027 dan pelaku pasar profesional masih mendapat masa transisi untuk memenuhi persyaratan.

Dengan demikian, ekspansi akses USDC dan aset digital lainnya diperkirakan berlangsung bertahap seiring terbentuknya infrastruktur pasar kripto terregulasi Rusia.

BACA JUGA:  USDC Masuk Premier League, Circle Jadi Sponsor Utama Chelsea

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait