Lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings menurunkan penilaian stabilitas stablecoin Tether (USDT) ke level terendah, yakni “5 – Weak” alias lemah.
Penurunan ini menandai meningkatnya kekhawatiran terhadap struktur cadangan Tether yang kini dinilai terlalu banyak mengandung aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin dan emas, sehingga mengancam kemampuan stablecoin terbesar di dunia tersebut menjaga kestabilan nilainya.
Berdasarkan laporan Reuters, S&P menyebut bahwa komposisi cadangan Tether semakin berisiko setelah perusahaan tersebut menambah porsi aset digital dan logam mulia dalam portofolionya.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 5,6 persen cadangan Tether kini berbentuk Bitcoin, naik signifikan dari sebelumnya, dan melampaui margin overcollateralization aman sebesar 3,9 persen.
Kelebihan eksposur terhadap aset kripto ini dinilai dapat memicu risiko undercollateralization, yakni ketika nilai total cadangan turun di bawah jumlah token USDT yang beredar di pasar apabila harga Bitcoin merosot tajam.
Langkah penurunan peringkat ini menjadikan USDT sebagai stablecoin dengan status stabilitas paling lemah dalam skala penilaian S&P. Lembaga tersebut menilai bahwa risiko pasar, kredit dan likuiditas dari cadangan Tether kini meningkat, sementara tingkat transparansi perusahaan masih jauh dari memadai.
“Keterbatasan informasi tentang pengelolaan cadangan, kustodian dan penyedia rekening bank menjadi faktor utama di balik penurunan ini,” tulis S&P dalam laporannya.
Cadangan USDT Punya Risiko Tinggi
Sekitar 64 persen cadangan Tether masih disimpan dalam aset berisiko rendah seperti surat utang pemerintah AS. Namun, sekitar 24 persen lainnya kini terdiri dari aset berisiko tinggi seperti Bitcoin, emas, obligasi korporasi dan pinjaman beragunan.
Komposisi tersebut menandakan pergeseran strategi investasi Tether yang lebih agresif, namun sekaligus meningkatkan potensi tekanan likuiditas ketika pasar mengalami volatilitas.
Penurunan nilai pada aset-aset tersebut dapat berdampak langsung pada kemampuan Tether menebus USDT menjadi dolar AS secara penuh. Risiko ini semakin menonjol mengingat volatilitas harga Bitcoin yang tinggi, yang dapat menggerus nilai cadangan secara signifikan dalam waktu singkat.
Selain itu, S&P menyoroti masih adanya celah dalam keterbukaan informasi Tether mengenai siapa pihak yang mengelola dan menyimpan cadangan tersebut.
Kurangnya pengungkapan detail tentang kustodian dan rekanan bank membuat lembaga pemeringkat kesulitan menilai seberapa besar ketahanan Tether dalam menghadapi tekanan penarikan dana besar-besaran.
Sentimen Pasar dan Dampak Sistemik
Sebagai stablecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, USDT memiliki peran penting dalam likuiditas global pasar kripto.
Token ini banyak digunakan sebagai sarana perdagangan lintas bursa dan alat penyimpan nilai sementara oleh investor ritel maupun institusional. Oleh karena itu, penurunan penilaian stabilitas Tether oleh S&P menimbulkan kekhawatiran baru tentang potensi risiko sistemik di pasar aset digital.
Sejumlah analis menilai, apabila kepercayaan terhadap USDT menurun, arus dana dapat bergeser ke stablecoin lain seperti USD Coin (USDC) atau DAI, yang dianggap lebih transparan dalam pelaporan cadangannya.
Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas harga kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum dalam jangka pendek karena penurunan likuiditas.
Tether sendiri hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terhadap penurunan peringkat tersebut. Namun, langkah S&P ini menegaskan bahwa lembaga keuangan tradisional kini semakin memperhatikan risiko yang melekat pada struktur stablecoin, terutama yang memiliki eksposur besar terhadap aset berisiko tinggi.
Meski USDT masih mempertahankan nilai 1 banding 1 terhadap dolar AS di sebagian besar bursa, downgrade ini memberi sinyal bahwa stabilitas jangka panjang stablecoin tersebut kini berada di bawah pengawasan ketat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



