USDT Dominance telah memasuki fase teknikal yang menjadi perhatian analis setelah pergerakan grafik mingguan menunjukkan pola descending triangle yang dapat memengaruhi arah pasar kripto dalam beberapa minggu ke depan.
Analis teknikal Jonathan Carter menilai pola tersebut sebagai indikator penting yang perlu diperhatikan oleh investor, terutama terkait pergerakan modal dari stablecoin ke aset kripto berisiko.

Dalam analisisnya, Carter menjelaskan bahwa USDT Dominance saat ini berada dalam pola penurunan bertahap dengan puncak harga yang terus melemah, sementara level sekitar 3,9 persen menjadi zona support utama.
Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang meningkat meski kondisi pasar global masih fluktuatif.
“Penolakan dari garis tren menurun menunjukkan tekanan jual tetap dominan. Jika level support ini ditembus, pasar dapat mengalami rotasi modal signifikan,” ungkap Carter.
Penambahan Pasokan USDT Tidak Hentikan Tren Penurunan Dominasi
Sementara itu, pernyataan senada datang dari Duta Besar LINK dan ARB, Ito Shimotsuma. Ia menyoroti bahwa meskipun Tether telah mencetak sekitar 6 miliar USDT sejak koreksi pasar bulan Oktober, USDT Dominance tetap menunjukkan penurunan.
Shimotsuma menyampaikan bahwa USDT Dominance masih berada dalam pola descending triangle juga.
Ito juga menekankan bahwa penurunan tersebut bukan terjadi karena berkurangnya pasokan stablecoin, melainkan menjadi indikasi bahwa para whale secara bertahap mulai mengalirkan dana ke aset kripto.
“Hal ini menunjukkan bahwa whale besar perlahan-lahan mulai melepaskan aset-aset stabil mereka, yang merupakan pertanda baik bagi pasar,” lanjutnya.
Shimotsuma memperkirakan bahwa momentum besar dapat terjadi pada November, ketika potensi penurunan tajam USDT Dominance dapat diikuti reli pada Bitcoin dan altcoin.
Dampak Terhadap Arah Pasar Kripto ke Depan
USDT Dominance sejak lama digunakan investor sebagai indikator selera risiko.
Jika dominasi stablecoin turun, hal itu menunjukkan bahwa pasar sedang memasuki fase pengambilan risiko yang lebih tinggi, di mana investor memilih membeli Bitcoin atau altcoin. Sebaliknya, jika USDT Dominance naik, investor cenderung mengambil posisi defensif.
Dengan pola teknikal descending triangle yang mengarah pada kemungkinan breakdown, pasar kini berada dalam fase menunggu konfirmasi. Bila level 3,9 persen ditembus, rotasi modal besar dapat mendorong fase kenaikan harga altcoin atau yang sering dikenal dengan altseason.
Namun, jika USDT Dominance justru kembali bergerak naik menuju 5,3 persen, kondisi itu dapat menandakan meningkatnya kekhawatiran pasar dan memicu koreksi lanjutan.
Hingga saat ini, momentum teknikal masih bergerak dalam rentang konsolidasi. Investor dan pelaku pasar jangka pendek diperkirakan akan memantau perkembangan ini terutama menjelang pergantian bulan.
USDT Dominance kini berada dalam pola yang berpotensi menjadi penentu arah pasar kripto. Analis Jonathan Carter menilai posisi teknikal saat ini berada pada titik krusial, sementara Ito Shimotsuma menambahkan bahwa pergerakan struktur modal whale mendukung peluang terjadinya rotasi dana ke aset kripto.
Pergerakan di bawah atau di atas area kunci akan menentukan apakah pasar akan memasuki fase reli atau koreksi lanjutan dalam waktu dekat. Mari kita saksikan. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



