Perusahaan manajemen aset global VanEck mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 13 negara berdaulat yang kini secara aktif menambang Bitcoin sebagai bagian dari strategi nasional mereka untuk membangun cadangan aset digital.
Informasi ini disampaikan oleh Head of Digital Assets Research VanEck, Matthew Sigel, yang menyatakan bahwa aktivitas tersebut menunjukkan perubahan besar dalam cara pemerintah memandang Bitcoin, dari sekadar aset spekulatif menjadi instrumen strategis yang diproduksi langsung oleh negara.
Menurut Sigel, sejumlah pemerintah telah memanfaatkan sumber daya energi domestik, seperti tenaga air, panas bumi dan gas alam, untuk menambang Bitcoin dalam skala nasional.
Dengan cara tersebut, negara tidak hanya membeli Bitcoin di pasar terbuka, tetapi juga menciptakan aset digital secara mandiri melalui proses mining.
VanEck menyebut bahwa praktik ini telah berkembang secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir dan kini melibatkan setidaknya 13 negara, meskipun daftar lengkapnya tidak seluruhnya dipublikasikan.
Fenomena ini menandai fase baru dalam adopsi Bitcoin di tingkat global, di mana negara tidak lagi hanya menjadi pengamat, tetapi juga produsen langsung aset digital tersebut.
VanEck menilai bahwa langkah untuk menambang Bitcoin dapat memberikan keuntungan strategis jangka panjang, terutama dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian sistem keuangan global.
Negara Memanfaatkan Energi Nasional untuk Menambang BitcoinÂ
Beberapa negara telah diketahui secara terbuka menjalankan program menambang Bitcoin berbasis negara. El Salvador menjadi salah satu contoh paling menonjol, dengan memanfaatkan energi panas bumi dari gunung berapi untuk menambang Bitcoin sebagai bagian dari kebijakan nasional sejak 2021.
Melalui fasilitas tersebut, negara berhasil menghasilkan ratusan BTC, yang kemudian disimpan sebagai bagian dari cadangan nasional.
Bhutan juga dilaporkan telah menambang Bitcoin menggunakan energi hydropower melalui lembaga investasi milik negara.
Negara kecil di Asia Selatan ini memanfaatkan kelebihan produksi listrik dari pembangkit tenaga air untuk menjalankan operasi mining, sehingga mampu menghasilkan pendapatan tambahan dari sumber energi yang sebelumnya tidak sepenuhnya dimonetisasi.
Selain itu, beberapa negara lain seperti Uni Emirat Arab, Oman, Kazakhstan, Rusia, Tiongkok, Jerman dan Malaysia disebut memiliki aktivitas yang berkaitan dengan menambang Bitcoin, baik melalui proyek yang didukung negara maupun melalui kemitraan dengan perusahaan energi dan teknologi.
Dalam banyak kasus, pemerintah memanfaatkan surplus energi domestik untuk menjalankan operasi mining tanpa mengganggu kebutuhan energi nasional.
VanEck menjelaskan bahwa penggunaan energi nasional untuk menambang Bitcoin memungkinkan negara mengubah sumber daya alam menjadi aset digital yang dapat disimpan atau digunakan di masa depan.
Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan menjual energi secara langsung di pasar internasional dengan harga yang fluktuatif.
Bitcoin Dipandang sebagai Aset Cadangan Strategis
VanEck menilai bahwa meningkatnya jumlah negara yang menambang Bitcoin menunjukkan perubahan persepsi terhadap aset digital tersebut. Bitcoin kini mulai diperlakukan sebagai aset cadangan strategis yang dapat digunakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dengan menambang Bitcoin, pemerintah dapat mengakumulasi cadangan digital tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pembelian di pasar terbuka. Strategi ini juga memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola cadangan aset negara, terutama di tengah volatilitas pasar global dan ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, kemampuan untuk menambang Bitcoin secara mandiri memungkinkan negara untuk memanfaatkan sumber daya energi yang sebelumnya tidak digunakan secara optimal.
Dalam konteks ini, menambang Bitcoin menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi dari infrastruktur energi nasional.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



