VanEck: Pasar Kripto Alami Crash Terdalam Sejak 2022, Justru Menguat

Pasar aset kripto mencatat koreksi terdalam sejak 2022 sepanjang November 2025, namun kondisi fundamentalnya justru dinilai kian sehat.

Hal itu disampaikan VanEck dalam laporan bulanan yang dirilis pekan ini. Lembaga manajemen aset tersebut menilai bahwa meski Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan tajam, tekanan pasar terutama berasal dari investor institusional di jam perdagangan AS, bukan dari aksi jual panik yang biasanya terjadi pada fase kapitulasi massal.

VanEck menjelaskan bahwa sekitar 85 persen tekanan jual Bitcoin pada November terjadi selama sesi perdagangan AS, sebuah pola yang menunjukkan keterlibatan pelaku pasar besar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Ethereum juga mencatat penurunan lebih dari 21 persen, sejalan dengan melemahnya indeks token kontrak pintar (smart contract index) serta deretan aset berisiko lainnya. Meski demikian, VanEck menilai struktur pasar kali ini jauh lebih kuat dibanding koreksi besar yang pernah terjadi pada 2018, 2020, dan 2022.

BACA JUGA:  Arthur Hayes: The Fed Bisa Cetak Uang untuk Biayai Konflik AS–Iran

“Tidak ada bukti kapitulasi besar-besaran seperti sebelumnya dan volatilitas pasar relatif lebih terjaga,” ujar tim analis VanEck dalam laporan tersebut.

Tekanan Pasar Kripto Turun Tajam, Tapi Minim Kapitulasi

Menurut VanEck, kondisi pasar saat ini berbeda karena tidak disertai lonjakan likuidasi yang lazim terjadi ketika leverage menumpuk.

Data menunjukkan tingkat leverage pasar turun ke level terendah sejak April 2025, sehingga risiko guncangan berantai ikut mereda. Penurunan aktivitas spekulatif ini dinilai membuat pasar kripto lebih stabil secara struktural meski harga mengalami tekanan.

Selain itu, aliran keluar dari produk investasi berbasis aset digital, termasuk exchange-traded products (ETP), tercatat relatif rendah. Hal ini menjadi sinyal bahwa investor institusional tidak melakukan aksi keluar besar-besaran.

VanEck menilai stabilnya arus ETP menunjukkan adanya level kepercayaan yang tetap terjaga, meski pasar bergerak dalam tren menurun.

BACA JUGA:  3 Agenda Ekonomi yang Mempengaruhi Pasar Kripto April 2026

Indikator teknikal juga menguatkan gambaran serupa. Relative Strength Index (RSI) 30 hari Bitcoin sempat turun ke level sekitar 32, posisi jenuh jual atau oversold terdalam sejak insiden stETH pada 2022.

Biasanya, kondisi tersebut menandakan tekanan penjualan ekstrem yang justru dapat menjadi titik awal pemulihan dalam beberapa siklus sebelumnya.

VanEck menambahkan bahwa distribusi kepemilikan Bitcoin menunjukkan perpindahan dari pemegang jangka panjang menuju pemegang jangka pendek. Fenomena ini muncul ketika sebagian investor mengambil keuntungan, sementara pelaku pasar dengan rentang waktu lebih pendek mulai membangun posisi baru.

Struktur Pasar Lebih Kokoh Dibanding Siklus Sebelumnya

Dalam laporannya, VanEck menekankan bahwa pasar kripto kini berada pada fase konsolidasi sehat. Tidak adanya gelombang penjualan panik serta penurunan leverage dianggap sebagai pondasi stabil untuk pergerakan selanjutnya.

Kondisi ini berbeda dengan penurunan tajam pada 2022 yang dipicu kombinasi faktor internal, likuidasi terstruktur, hingga kegagalan institusi besar.

BACA JUGA:  Goldman Sachs: Pasar Kripto Dekati Titik Bottom

VanEck juga menyoroti bahwa volatilitas yang lebih rendah selama November mengindikasikan kedewasaan pasar. Beberapa indikator on-chain menunjukkan perbaikan, termasuk rasio permintaan beli berbanding jual pada sejumlah bursa berjangka.

Meski koreksi harga memberikan tekanan jangka pendek, VanEck menutup laporannya dengan penilaian bahwa pasar saat ini berada pada tahapan yang lebih sehat secara fundamental. Struktur pasar dinilai lebih tahan terhadap kejutan, aktivitas spekulatif menurun dan distribusi pasokan kian merata.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait