VanEck kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah secara resmi mendaftarkan produk ETF terbaru mereka yang berbasis Binance Coin (BNB) di negara bagian Delaware, AS.
Berdasarkan laporan Crypto Briefing, langkah ini menjadikan BNB sebagai aset digital kelima yang mereka ajukan dalam bentuk ETF, setelah Bitcoin, Ethereum, Solana dan Avalanche. Jika Anda menganggap ETF kripto sebagai jembatan antara dunia digital dan keuangan tradisional, maka VanEck sedang giat membangun jembatan itu satu demi satu.
Di saat banyak pelaku pasar masih menanti kepastian regulasi dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), VanEck tampaknya sudah melaju lebih dulu dengan persiapan teknisnya.
Meskipun pendaftaran di Delaware bukanlah jaminan peluncuran instan di pasar, namun hal ini biasanya menjadi langkah awal sebelum pengajuan resmi ke regulator federal. Dengan kata lain, VanEck telah meletakkan pondasi awal untuk menjadikan BNB lebih mudah diakses oleh investor institusional di AS.
Dari Australia ke Amerika, Langkah VanEck Tak Pernah Melambat
Sebelum gebrakan BNB ini, pada 23 Januari lalu, VanEck juga sempat menarik perhatian dengan peluncuran VanEck Australian Long Short Complex ETF di Bursa Efek Australia (ASX).
Produk tersebut menjadi ETF aktif pertama yang mengusung strategi hedge fund di bursa tersebut. Dengan mengelola portofolio saham Australia melalui posisi long dan short, ETF ini dirancang untuk mengungguli indeks S&P/ASX 200.
Apa yang menarik dari pendekatan ini adalah penggunaan analisis data secara real-time untuk menentukan saham mana yang punya potensi naik atau malah berisiko turun. Pendekatan ini bisa dibilang seperti memberi ETF “radar cuaca” di dunia saham, mendeteksi potensi badai dan sinar matahari sebelum orang lain sadar.
Menyusul Raksasa Lain dalam Balutan ETF
Kembali ke pendaftaran BNB ETF, ini bukan sekadar soal menambah satu produk baru. Ini adalah sinyal bahwa BNB, yang selama ini sering dikaitkan hanya dengan ekosistem Binance, mulai dilirik sebagai aset yang bisa dibawa masuk ke arena keuangan arus utama.
Dan jika strategi sebelumnya jadi acuan, maka bisa jadi VanEck tengah mempersiapkan ETF yang tidak hanya mengikuti pergerakan harga BNB, tetapi juga memanfaatkan dinamika jangka pendek dengan pendekatan aktif.
Namun demikian, masih banyak hal yang harus ditunggu. Sampai saat ini, belum ada pengajuan resmi ke SEC, dan sejarah telah menunjukkan bahwa SEC tidak mudah meloloskan ETF kripto, apalagi yang bukan berbasis Bitcoin atau Ethereum.
Di sisi lain, pasar makin terbiasa dengan ide bahwa aset digital akan jadi bagian dari portofolio investasi yang sah, bukan sekadar spekulasi liar ala Wild West.
Mengapa Ini Penting?
BNB saat ini diperdagangkan di kisaran US$603,37, dengan pergerakan harian yang cukup aktif. Meskipun harga bukan fokus utama dari pendaftaran ini, namun volatilitas tetap menjadi faktor penting dalam perencanaan produk ETF.
Dengan minat yang terus meningkat terhadap aset digital, terutama setelah peluncuran spot Bitcoin ETF beberapa bulan terakhir, kehadiran produk seperti BNB ETF akan memberi investor jalur baru untuk masuk tanpa harus membeli koinnya langsung.
Lebih lanjut lagi, pendaftaran ini juga memperlihatkan arah baru dalam cara lembaga keuangan besar memandang kripto. Jika dulu mereka cenderung berhati-hati, kini tampaknya mereka sudah siap mengambil langkah konkret, bahkan sebelum sinyal regulasi berubah jadi lampu hijau penuh.
Apakah ini berarti kita akan melihat BNB ETF resmi meluncur di bursa AS dalam waktu dekat? Belum tentu. Tapi kalau ada satu hal yang bisa disimpulkan dari pola pergerakan VanEck, mereka tampaknya bukan hanya sekadar ikut-ikutan.
Mereka sedang menyusun puzzle besar yang mempertemukan dunia kripto dan pasar modal tradisional. Dan BNB kini resmi ikut masuk ke dalam gambar besarnya. [st]