Aktivitas transaksi terbaru di jaringan Ethereum menunjukkan bahwa veteran kripto Erik Voorhees diduga melakukan akumulasi besar terhadap ETH dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Lookonchain, Pendiri ShapeShift tersebut terlihat membeli hampir 25.000 ETH melalui beberapa transaksi berbeda yang berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Dari rangkaian transaksi yang terdeteksi, pembelian ETH tersebut diperkirakan bernilai puluhan juta dolar AS. Aktivitas tersebut langsung menarik perhatian komunitas kripto global karena melibatkan salah satu tokoh lama dalam industri aset digital.
Data transaksi menunjukkan bahwa pembelian tidak dilakukan dalam satu transaksi tunggal. Sebaliknya, aset digital tersebut diperoleh melalui beberapa alamat wallet yang berbeda dalam sejumlah tahap pembelian.
Pola ini sering disebut sebagai akumulasi bertahap, sebuah strategi yang umum digunakan oleh pelaku pasar besar untuk mengurangi dampak langsung terhadap harga pasar.
Analisis yang beredar menyebutkan bahwa sebagian besar transaksi tersebut dilakukan dalam periode sekitar satu minggu. Nilai rata-rata pembelian yang terdeteksi berada di kisaran sekitar US$2.100 per ETH, meskipun angka tersebut dapat bervariasi tergantung waktu transaksi yang tercatat di jaringan.
Akumulasi ETH Skala Besar Jadi Perhatian Pasar
Sorotan terhadap transaksi ini muncul setelah para analis blockchain mengidentifikasi sejumlah wallet yang terhubung dengan aktivitas pembelian besar tersebut.
Berdasarkan estimasi yang beredar, total akumulasi yang berkaitan dengan transaksi tersebut bahkan bisa mencapai lebih dari 30.000 ETH apabila menghitung seluruh transaksi dalam periode yang sama.
Jika menggunakan perkiraan nilai pasar saat transaksi terjadi, jumlah tersebut setara dengan puluhan juta dolar AS. Aktivitas seperti ini biasanya menjadi perhatian karena dapat mencerminkan perubahan strategi investasi dari tokoh atau investor besar di industri kripto.
Selain itu, akumulasi dalam jumlah besar sering dipantau oleh analis pasar untuk memahami potensi perubahan sentimen terhadap aset tertentu. Dalam banyak kasus sebelumnya, transaksi besar oleh investor atau tokoh industri sering memicu spekulasi mengenai arah pasar selanjutnya.
Kembali Aktif Setelah Vakum Setahun
Yang membuat aktivitas ini semakin menarik perhatian adalah waktu terjadinya transaksi tersebut. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa sebelum rangkaian pembelian ini terjadi, Erik Voorhees tidak terlihat melakukan akumulasi besar terhadap ETH selama sekitar satu tahun.
Kembalinya aktivitas pembelian tersebut mulai terdeteksi pada awal Maret 2026. Dalam beberapa hari pertama periode tersebut, transaksi awal yang tercatat menunjukkan pembelian lebih dari 8.500 ETH dengan nilai sekitar US$17 juta.
Setelah itu, transaksi tambahan terus muncul dalam data blockchain hingga total akumulasi mencapai puluhan ribu ETH.
Pola pembelian bertahap yang terlihat dalam data on-chain menunjukkan strategi yang cukup terukur. Dengan menggunakan beberapa alamat wallet dan melakukan transaksi secara terpisah, pembelian dapat berlangsung tanpa memicu lonjakan volatilitas besar di pasar spot.
Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan langsung oleh Erik Voorhees terkait aktivitas transaksi tersebut. Namun data blockchain yang bersifat publik memungkinkan analis untuk melacak dan mengidentifikasi pola transaksi besar yang terjadi di jaringan Ethereum.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



