Instagram Story putra Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mendadak viral. Unggahan tersebut menarik perhatian setelah menampilkan prediksi laga Brasil kontra Norwegia di Piala Dunia 2026 melalui Polymarket yang telah diblokir pemerintah Indonesia.
Anak Purbaya Viral Gegara Unggah Prediksi Pildun 2026 di Polymarket
Di tengah euforia Piala Dunia 2026, Instagram Story milik Yudo Sadewa, putra kedua Menteri Keuangan RI, mendadak menjadi perhatian. Ia membagikan tangkapan layar dari Polymarket yang menampilkan prediksi pertandingan Brasil melawan Norwegia.
Saat tangkapan layar tersebut diunggah, laga telah memasuki menit ke-84. Brasil masih tertinggal 0-1, sementara peluang kemenangan Norwegia di Polymarket tercatat mencapai 77 persen.
Tak hanya membagikan tangkapan layar pasar prediksi, Yudo juga menyisipkan komentar singkat yang langsung mengundang perhatian warganet.
“Eh buset dah wkwkwk menang banyak nih,” tulisnya, Senin (06/07/2026).

Kalimat tersebut memunculkan spekulasi di media sosial mengenai apakah ia juga memasang prediksi di Polymarket pada pertandingan tersebut. Pasalnya, unggahan itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Tak butuh waktu lama, unggahan itu langsung menyebar luas. Sebagian warganet menyoroti akurasi prediksi yang ditampilkan, sementara lainnya mempertanyakan kemunculan Polymarket, platform yang telah diblokir pemerintah Indonesia.
Perbincangan semakin ramai setelah Norwegia menumbangkan Brasil 2-1 lewat dua gol Erling Haaland. Hasil akhir itu sejalan dengan prediksi dalam tangkapan layar, sekaligus mengantar Norwegia melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Sehari berselang, Yudo memberikan klarifikasi melalui Instagram Story lain yang diunggah pada Selasa (07/07/2026). Ia menegaskan hanya membagikan tangkapan layar dan tidak aktif menggunakan Polymarket.
“Bukan membenarkan yang salah tapi gw punya aja kagak gitu loh. Gw cuman pantau orang-orang aja,” ujar Yudo Sadewa.
Viral Karena Piala Dunia 2026, Polymarket Ternyata Diblokir Komdigi
Viralnya unggahan tersebut tak hanya mengundang perhatian terhadap hasil pertandingan, tetapi juga kembali membawa nama Polymarket ke tengah perbincangan. Platform ini memungkinkan pengguna mempertaruhkan uang pada berbagai hasil peristiwa.
Meski dikemas sebagai pasar prediksi berbasis blockchain, pemerintah Indonesia memiliki pandangan berbeda. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai aktivitas tersebut tetap mengandung unsur taruhan sehingga masuk kategori judi online.
Pandangan itu disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar. Menurutnya, penggunaan istilah maupun teknologi blockchain tidak mengubah substansi aktivitas yang berlangsung di platform tersebut.
“Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi bentuk judi online di Indonesia. Aktivitas seperti Polymarket mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti, sehingga bertentangan dengan hukum di Indonesia,” ujarnya pada Mei lalu.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Komdigi resmi memblokir akses Polymarket di Indonesia. Pemerintah juga menyatakan akan menelusuri akun media sosial terkait sebagai bagian dari upaya membatasi penyebaran aktivitas serupa.
Dari Prediksi Pildun 2026 hingga Polemik Regulasi
Sorotan terhadap Polymarket sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Sebelum diblokir, platform tersebut sempat memicu polemik setelah menghadirkan market bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?“
Market tersebut memungkinkan pengguna mempertaruhkan uang terhadap kemungkinan Presiden Prabowo Subianto berhenti dari jabatannya. Nilai transaksinya bahkan mencapai sekitar US$41.000 atau hampir Rp700 juta.
Bagi regulator, fenomena tersebut menunjukkan bahwa batas analisis, spekulasi, dan taruhan semakin kabur ketika seluruh aktivitas melibatkan uang sebagai dasar prediksi. Karena itu, pemerintah memutuskan memblokir akses Polymarket.
Prabowo Lengser Sebelum 2027? Taruhan di Polymarket Bikin Heboh!
Ironisnya, nama Polymarket kembali mencuat setelah muncul dalam unggahan putra Menteri Keuangan RI. Platform yang telah diblokir itu kembali menjadi topik hangat di tengah euforia Piala Dunia 2026.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


