Viral! Dari Kajian Kripto Muhammadiyah sampai Donasi Binance untuk Sumatera!

Pekan ini, dunia kripto Indonesia diramaikan oleh berbagai isu menarik yang bukan hanya soal harga dan trading, tetapi juga menyentuh ranah keagamaan, kemanusiaan, hingga fenomena influencer kripto yang memantik pro dan kontra.

Dari kajian serius Muhammadiyah tentang blockchain dan kripto, aksi donasi Binance untuk korban bencana di Sumatera, sampai sorotan terhadap figur publik yang aktif mempromosikan sinyal kripto, semuanya menjadi topik viral yang ramai diperbincangkan komunitas.

Berikut rangkuman kabar kripto minggu ini yang perlu kamu tahu.

BACA JUGA: Booming! Perusahaan Asing sampai Adik Prabowo Resmi Masuk ke Bisnis Kripto Dalam Negeri

IKLAN
Chat via WhatsApp

1. Muhammadiyah Mulai Kaji Blockchain dan Kripto dari Perspektif Syariah

Salah satu kabar paling menyita perhatian datang dari langkah Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang memulai kajian mendalam mengenai teknologi blockchain dan aset kripto. Kajian ini digelar di Yogyakarta dan menjadi sinyal penting bahwa diskursus kripto di Indonesia mulai masuk ke ruang akademik dan keagamaan secara lebih serius.

Dalam forum tersebut, blockchain dijelaskan sebagai teknologi pencatatan data yang transparan, aman, dan netral. Artinya, blockchain tidak otomatis bernilai negatif atau positif, semuanya bergantung pada tujuan dan cara pemanfaatannya.

Aset kripto seperti Bitcoin juga diposisikan lebih tepat sebagai penyimpan nilai (store of value), bukan alat tukar harian, karena volatilitas dan keterbatasan skalanya.

Yang menarik, kajian ini menegaskan bahwa pembahasan kripto tidak seharusnya disederhanakan menjadi isu halal atau haram semata. Muhammadiyah mendorong pendekatan ilmiah dan kontekstual, termasuk melihat potensi blockchain untuk sektor pendidikan, tata kelola aset, hingga layanan publik yang lebih transparan.

Bagi ekosistem kripto nasional, langkah ini dinilai sebagai angin segar karena membuka ruang dialog yang lebih rasional dan berimbang antara teknologi, nilai, dan kebutuhan umat.

BACA JUGA: Muhammadiyah Mulai Kaji Teknologi Blockchain dan Kripto

2. Binance Charity Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

Kabar viral lainnya datang dari Binance melalui lembaga filantropinya, Binance Charity, yang menyalurkan bantuan senilai US$245.000 untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera. Bantuan ini diumumkan secara resmi dan langsung mendapat respons luas dari komunitas kripto Indonesia.

Dana tersebut dibagi ke dalam dua skema utama. Sebagian besar dialokasikan untuk Palang Merah Indonesia guna memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi, sementara sisanya disalurkan langsung kepada pengguna Binance terdampak dalam bentuk aset kripto BNB.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana ekosistem kripto dapat berperan cepat dalam respons kemanusiaan, terutama karena distribusi bantuan dapat dilakukan secara efisien dan transparan. Namun di balik apresiasi tersebut, muncul pula sisi gelap yang memicu kontroversi.

BACA JUGA: Miris! Bantuan Korban Bencana Sumatera dari Binance Charity Malah Diincar Oknum

3. Ramai Upaya Penyalahgunaan Bantuan Kripto oleh Oknum

Upaya Abuse Bantuan Binance Charity
Upaya abuse bantuan Binance Charity oleh sejumlah netizen Indonesia.

Di tengah situasi bencana, sejumlah oknum justru mencoba memanfaatkan bantuan Binance Charity untuk keuntungan pribadi. Beredar laporan di media sosial tentang upaya membeli atau mencari akun Binance terverifikasi milik warga Sumatera agar bisa memenuhi syarat menerima bantuan.

Fenomena ini menuai kecaman luas dari komunitas kripto karena dianggap tidak berempati dan melanggar etika, bahkan berpotensi melanggar aturan platform. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa literasi, etika, dan tanggung jawab pengguna tetap krusial, terutama ketika teknologi kripto digunakan untuk tujuan kemanusiaan.

Binance dan PMI sendiri menegaskan bahwa transparansi dan ketepatan sasaran tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan.

BACA JUGA: Kabar Kripto Minggu Ini: Dari Revisi UU P2SK Sampai Bitcoin Ferry Irwandi

4. Yudo Sadewa dan Fenomena Influencer Sinyal Kripto

Isu lain yang tak kalah viral adalah sorotan terhadap Yudo Sadewa, anak pejabat tinggi Kementerian Keuangan, yang semakin aktif mempromosikan berbagai kanal sinyal kripto di Telegram. Dalam beberapa unggahan, ia membagikan tautan ke grup sinyal gratis hingga kanal premium yang menawarkan rekomendasi trading harian.

Aktivitas ini memantik perbincangan luas, terutama setelah beredar informasi mengenai tarif promosi yang nilainya disebut mencapai sepuluh juta rupiah.

Di satu sisi, fenomena ini mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap sinyal dan rekomendasi instan di pasar kripto. Namun di sisi lain, banyak pihak mengingatkan risiko mengikuti sinyal tanpa pemahaman yang matang.

BACA JUGA:  Berita Kripto Minggu Ini: Jejak Epstein, Crash Maut, hingga Sosok Misterius di Podcast!

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi tren influencer kripto, terutama bagi investor pemula yang rentan tergiur janji cuan cepat.

Itulah rangkuman kabar kripto minggu ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia