Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea angkat bicara tentang tanggung jawab pengajar atau mentor terhadap kegagalan murid meraih kesuksesan finansial, di tengah viralnya kasus yang menyeret nama influencer keuangan dan kripto, Timothy Ronald.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah video di akun Instagram pribadinya dan memicu perdebatan publik, terutama karena saat ini Timothy Ronald tengah menghadapi laporan hukum terkait dugaan penipuan investasi kripto.
Dalam video itu, Hotman tidak menyebut nama Timothy Ronald secara langsung. Namun, warganet menilai isi pernyataannya merujuk pada polemik seputar program edukasi kripto yang diduga merugikan ribuan peserta.
Hotman Paris: Gagal Bukan Berarti Pidana
Dalam video tersebut, Hotman menegaskan bahwa kegagalan peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh dari sebuah kelas atau pelatihan tidak otomatis menjadikan pengajarnya bersalah secara hukum.
“Kalau ada training atau kursus yang sebagian muridnya tidak berhasil sukses, itu bukan pidana,” ujar Hotman.
Ia kemudian membandingkan pengalamannya saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Advent Indonesia. Menurutnya, meski memperoleh pendidikan yang sama, hasil hidup setiap orang bisa berbeda jauh.
“Saya sekarang sangat sukses. Apartemen dan rumah saya ratusan. Tapi sebaliknya, sebagian teman-teman saya satu angkatan sampai hari tuanya pun ada yang tidak punya rumah,” tambah Hotman.
Ia mempertanyakan apakah kegagalan tersebut harus dibebankan kepada dosen, pengajar, atau muridnya.
Hotman juga menyinggung fakta bahwa banyak konglomerat di Indonesia yang tidak menempuh pendidikan tinggi, bahkan tidak lulus SMA. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa kesuksesan lebih ditentukan oleh usaha individu, bukan semata-mata oleh pendidikan formal atau materi yang diajarkan.
Kritik dari Skyholic888
Pernyataan Hotman Paris tersebut mendapat tanggapan dari akun media sosial Skyholic888, yang dikenal sebagai pihak yang menggagas pengaduan para korban Timothy Ronald. Skyholic888 menilai perbandingan yang disampaikan Hotman tidak sebanding dengan konteks kasus yang sedang terjadi.
“Bandinginnya gak apple to apple. Dosen yang bener itu gak ada yang menjanjikan pasti kaya, pake deceptive marketing, flexing-flexing,” tulis Skyholic888 dalam komentarnya.
Menurut Skyholic888, persoalan utama bukan sekadar kegagalan murid, melainkan dugaan adanya janji keuntungan, strategi pemasaran yang menyesatkan, serta promosi berlebihan yang membangun ekspektasi tidak realistis kepada peserta program.
Timothy Ronald Masuk Laporan Resmi Kepolisian
Sebelumnya, redaksi telah mengulas bahwa Timothy Ronald telah dilaporkan secara resmi ke kepolisian. Laporan tersebut diduga berkaitan dengan kelas edukasi yang dikelola melalui Akademi Crypto.
Dalam cuitannya, Skyholic888 mengungkapkan bahwa Timothy Ronald dan rekannya, Kalimasada, telah berulang kali dihubungi untuk dimintai tanggapan. Namun, upaya tersebut disebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya jalur hukum ditempuh.
“Sudah berkali-kali dihubungi, tapi tidak ada respons. Akhirnya laporan dibuat atas inisiatif para korban,” tulis Skyholic888.
Lebih lanjut, jumlah korban yang diduga merupakan mantan anggota Akademi Crypto disebut telah menembus lebih dari 3.500 orang. Estimasi kerugian yang dialami para korban disebut mencapai lebih dari Rp200 miliar.
Polda Metro Jaya Benarkan Adanya Laporan
Polda Metro Jaya juga telah membenarkan adanya laporan dugaan penipuan investasi kripto yang melibatkan Timothy Ronald. Laporan tersebut dilayangkan oleh pelapor berinisial Y.
“Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor yang berinisial Y,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto.
Bhudi menjelaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan awal untuk mendalami laporan yang masuk. Menurutnya, proses hukum akan dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Masih dalam tahap pendalaman. Kami akan memanggil pelapor untuk mengkaji bukti-bukti yang berkaitan dengan dugaan penipuan,” ujar Bhudi.
Ia juga menegaskan bahwa laporan tersebut dibuat atas inisiatif sejumlah korban yang merasa dirugikan oleh program investasi kripto yang dipromosikan Timothy Ronald.
Polemik Terus Bergulir
Di tengah proses hukum yang berjalan, pernyataan Hotman Paris mengenai “murid gagal” menambah dinamika perdebatan publik. Sebagian pihak menilai kegagalan peserta merupakan risiko pribadi, sementara pihak lain menyoroti dugaan adanya janji keuntungan dan promosi yang dinilai menyesatkan.
Kasus Timothy Ronald kini tidak hanya menjadi perhatian karena aspek kerugian finansial yang besar, tetapi juga karena perdebatan soal batas tanggung jawab influencer, mentor, dan pengajar dalam dunia investasi kripto. Publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses penyelidikan kepolisian terkait laporan yang telah masuk.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



