Kisah “nyaris kaya” kembali datang dari dunia kripto. Seorang trader crypto asal Indonesia viral di media sosial setelah membagikan pengalaman pahitnya: peluang cuan miliaran rupiah yang hilang karena keputusan menjual terlalu cepat.
Modal Receh, Tapi Timing-nya Kena Banget
Kisah ini pertama kali dibagikan melalui akun X bernama Ryofie1 pada Senin (13/04/2026). Dalam unggahannya, sang trader menyebut pengalaman ini sebagai “penyesalan seumur hidup” setelah menyadari potensi keuntungan yang ia lewatkan.
Awalnya, ia membeli token WIF dengan modal yang sangat kecil, hanya 0,22 SOL atau sekitar US$13. Saat itu, kapitalisasi pasar token tersebut masih sangat rendah, yang menunjukkan bahwa ia berada pada fase awal.
Dari sisi strategi, langkah ini bisa dibilang tepat. Ia berhasil menemukan meme coin yang belum banyak dilirik pasar karena masih diperdagangkan di DEX, dengan potensi pertumbuhan besar jika hype mulai terbentuk.
Namun, seperti yang sering terjadi di pasar meme coin, tantangan terbesar bukan hanya soal kapan masuk, tetapi juga kapan harus bertahan.
Jual WIF Terlalu Cepat, Trader Cuma Untung Rp50 Ribu
Alih-alih menahan asetnya, sang trader justru memilih untuk menjual lebih awal. Keputusan ini diambil saat kapitalisasi pasar altcoin WIF baru berada di kisaran US$59,9 ribu.
Dalam dunia kripto, langkah seperti ini kerap disebut sebagai “early jeet”, yaitu menjual terlalu cepat karena tergoda oleh keuntungan kecil atau khawatir profit yang sudah ada akan hilang.
Dari transaksi tersebut, ia hanya mengantongi keuntungan bersih sekitar US$3 atau Rp50 ribu. Total asetnya saat itu menjadi sekitar US$16. Secara teknis memang untung, tetapi nilainya sangat jauh dari potensi maksimal yang bisa diraih.
Berdasarkan data “Paperhanded”, jika ia tidak menjual terlalu cepat, nilai investasi kripto yang awalnya hanya US$13 berpotensi berkembang menjadi 6.431 SOL, atau setara sekitar US$1.256.181, lebih dari Rp19 miliar.

Keputusan ini kemungkinan diambil karena saat itu pasar belum menunjukkan lonjakan berarti. Dari sisi manajemen risiko, langkah tersebut bisa dipahami. Namun, seperti yang sering terjadi di kripto, pasar akhirnya bergerak di luar dugaan.
Hanya dalam waktu tiga hingga empat bulan setelah ia keluar dari posisinya, token ini justru mengalami lonjakan eksplosif. Market cap koin WIF melejit hingga menyentuh angka US$4,57 miliar.
Kesabaran Jadi Faktor Penting di Kripto
Kisah ini mengingatkan pada cerita serupa yang sempat viral. Seorang trader kripto bernama Cooker.hl mengalami hal yang hampir identik saat memperdagangkan meme coin PENGUIN.
Ia masuk di fase awal dengan modal 6 SOL atau setara US$867 untuk membeli 16,5 juta token. Strateginya tergolong rapi, mirip dengan yang dilakukan Ryofie1. Namun, ia keluar terlalu cepat dan hanya mengantongi keuntungan sekitar 0,12 SOL atau US$18.
Tak lama setelah itu, harga PENGUIN justru melonjak tajam. Nilai 16,5 juta token yang sempat ia miliki bahkan sempat mencapai sekitar US$1,4 juta, atau setara kurang lebih Rp23 miliar di puncak reli.
Dua kisah ini menegaskan satu hal. Di pasar kripto, terutama meme coin, bukan hanya soal bagaimana cara menemukan aset kripto yang tepat, tetapi juga soal kesabaran dalam menahan posisi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



