Virtuals Protocol resmi memperkenalkan VPay, sebuah aplikasi neobanking yang dirancang untuk memungkinkan token agen berbasis kecerdasan buatan (AI) digunakan dalam transaksi pembayaran melalui jaringan yang kompatibel dengan Visa.
Inisiatif ini menjadikan token agen dalam ekosistem Virtuals Protocol tidak hanya berfungsi sebagai aset digital di blockchain, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai yang dapat digunakan dalam pembelian layanan maupun produk di dunia nyata.
Peluncuran VPay dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap ekonomi “virtual agents,” yaitu agen digital yang mampu melakukan serangkaian tindakan secara mandiri, termasuk pengelolaan dana dan pengambilan keputusan transaksi.
Pihak pengembang Virtuals Protocol menyatakan bahwa aplikasi ini dirancang untuk menghubungkan token agen dengan sistem pembayaran global sehingga memberikan pengalaman transaksi yang serupa dengan penggunaan saldo fiat di layanan pembayaran pada umumnya.
Integrasi Token Agen ke Sistem Pembayaran Global
VPay bukan merupakan institusi keuangan atau penerbit kartu tersendiri, melainkan berfungsi sebagai aplikasi yang menjembatani ekosistem aset digital Virtuals Protocol dengan infrastruktur pembayaran yang sudah tersedia luas.
Melalui VPay, token agen dapat dikonversi atau dimanfaatkan dalam transaksi yang berjalan melalui jaringan pembayaran terstandardisasi sehingga memperluas ruang lingkup penggunaannya.
Kemampuan ini memungkinkan AI agent menjalankan transaksi tanpa campur tangan manusia dalam sejumlah skenario, termasuk pengelolaan layanan berbasis langganan, pembelian sumber daya digital, atau penyelesaian biaya operasional tertentu.
Mekanisme tersebut berpotensi menciptakan lanskap ekonomi baru di mana agen digital dapat berinteraksi secara langsung dengan sistem pembayaran konvensional.
Meski demikian, implementasi penuh dari sistem ini masih memerlukan penyesuaian terhadap regulasi di setiap yurisdiksi. Beberapa negara menetapkan persyaratan ketat terkait identifikasi pelanggan dan penggunaan aset digital sebagai alat pembayaran.
Ketersediaan aplikasi di berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia, kemungkinan akan bergantung pada pemenuhan standar kepatuhan tersebut.
Lonjakan Harga Token VIRTUAL di Pasar
Pengumuman peluncuran VPay terjadi bersamaan dengan kenaikan signifikan pada harga token VIRTUAL, token utama dalam ekosistem Virtuals Protocol.
Pada saat artikel ini disusun, VIRTUAL diperdagangkan pada kisaran US$1,5379 dengan kenaikan lebih dari 10 persen dalam empat jam terakhir, 23 persen dalam 24 jam terakhir, dan hampir 95 persen dalam satu minggu terakhir.
Volume perdagangan harian tercatat mencapai US$220,86 juta, sementara kapitalisasi pasar mendekati US$1 miliar.
Sejumlah analis melihat bahwa kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya persepsi bahwa token tersebut kini memiliki fungsi yang lebih jelas dalam penggunaan nyata.
Analis pasar kripto yang dikenal sebagai Crypto King menyampaikan bahwa pergerakan harga terbaru menunjukkan perubahan momentum yang kuat.
Menurutnya, VIRTUAL baru saja menembus tren turun jangka panjang dengan kekuatan yang jelas. Kenaikan harga yang bersih dari area support utama menunjukkan bahwa momentum pasar telah bergeser.
Ia juga menambahkan bahwa terdapat beberapa level teknikal yang saat ini menjadi perhatian pelaku pasar. Menurutnya, area sekitar US$1,40 merupakan zona resistance awal yang perlu diperhatikan untuk mengonfirmasi kekuatan momentum.
Jika tekanan beli terus berlanjut, kenaikan diperkirakan dapat berlanjut menuju US$1,80 sebagai tahapan harga berikutnya. Adapun US$2,58 dipandang sebagai target harga utama apabila tren bullish mampu bertahan dan tidak mengalami pembalikan signifikan.
Integrasi dengan Ekosistem Pembayaran Konvensional
Peluncuran VPay juga berkaitan dengan tren lebih luas dalam industri pembayaran global. Pada 2025, Visa memperkenalkan kerangka Trusted Agent Protocol untuk mendukung transaksi yang dijalankan oleh agen digital.
Meskipun Virtuals Protocol tidak disebut sebagai mitra langsung dari inisiatif tersebut, perkembangan keduanya berada pada arah yang sama, yaitu memfasilitasi interaksi ekonomi antara agen digital dan sistem keuangan tradisional.
Keberhasilan adopsi VPay ke depannya akan sangat dipengaruhi oleh kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur pembayaran di berbagai wilayah, serta validasi pengguna terhadap kehandalan dan keamanan aplikasi.
Pengamat menilai bahwa apabila hambatan regulasi dapat diatasi, integrasi ini berpotensi memperluas fungsi token berbasis blockchain ke ranah penggunaan transaksi sehari-hari. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



