Visa Makin Serius di Stablecoin, Kini Dorong Pembiayaan Lewat Blockchain

Visa tampaknya makin serius mengadopsi stablecoin. Setelah mendorong penggunaan aset digital untuk pembayaran, kini Visa mulai membawa teknologi blockchain ke area lain yang tak kalah penting, yakni pembiayaan bisnis.

Visa Hubungkan Pembayaran dengan Pembiayaan On-Chain

Visa pada Selasa (08/09/2026) mengumumkan pendekatan baru yang menghubungkan data penyelesaian VisaNet dengan infrastruktur pinjaman blockchain untuk membantu program kartu stablecoin memperoleh tambahan modal kerja.

Skemanya sederhana. Data settlement Visa dipadukan dengan catatan transaksi on-chain agar pemberi pinjaman dapat menilai kinerja program sebelum menyalurkan pembiayaan untuk kebutuhan penyelesaian pembayaran.

Pendekatannya membawa pinjaman berbasis blockchain lebih dekat ke kebutuhan bisnis nyata. Selama ini, aktivitas on-chain lending memang tumbuh pesat, tetapi penggunaannya masih banyak terkonsentrasi di pasar kripto.

Besarnya pasar itu terlihat dari data Visa. Sejak 2020, lebih dari US$720 miliar pinjaman berdenominasi stablecoin telah disalurkan melalui protokol on-chain dan membentuk pasar kredit yang beroperasi selama 24 jam.

Volume Pinjaman Berdenomisasi Stablecoin - Visa
Volume Pinjaman Berdenomisasi Stablecoin – Visa

Potensi tersebut mendorong Visa menghubungkan teknologi on-chain dengan infrastruktur pembayaran, membuka akses likuiditas bagi bisnis di luar kripto sekaligus mengubah cara uang bergerak.

BACA JUGA:  Anak Purbaya Promosi Crypto Exchange, Apakah Platformnya Berizin?

“Stablecoin tidak hanya mengubah cara uang bergerak, tetapi juga menciptakan peluang untuk memikirkan kembali infrastruktur keuangan yang mendukung pembayaran,” ujar Rubail Birwadker, Global Head of Growth Products and Partnerships Visa.

Credit Coop Jadi Contoh Pembiayaan Blockchain di Dunia Nyata

Penerapan model tersebut mulai terlihat melalui Credit Coop, protokol yang menyediakan modal kerja dan pembiayaan settlement bagi program kartu stablecoin dengan smart-contract untuk mengotomatisasi berbagai proses.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dengan izin pelanggan, Credit Coop menggabungkan data settlement Visa dan transaksi on-chain untuk menilai performa kredit, sehingga proses pembiayaan dapat mengikuti kondisi bisnis secara lebih transparan dan efisien.

“Dengan menggabungkan data settlement Visa dan infrastruktur on-chain, kami dapat menilai kinerja, memastikan pembayaran kembali dari aliran settlement, serta menyalurkan modal on-chain dari pemberi pinjaman,” ujar Chris Walker, Founder dan CEO Credit Coop.

Visa Uji Stablecoin Baru, Tantang Sistem Pembayaran Tradisional

Sejak 2023, model tersebut telah mendukung lebih dari US$2,5 miliar volume settlement yang dibiayai tanpa gagal bayar, sekaligus memproses lebih dari 3.000 aktivitas peminjaman melalui infrastrukturnya.

BACA JUGA:  Gegara Pantau Wallet Bos Binance, Trader Kripto Ini Cuan Rp4,9 Miliar

Tidak berhenti di sana, sistem Credit Coop juga telah mencatat sekitar 9.000 pembayaran kembali secara terprogram di blockchain, memperlihatkan bagaimana teknologi on-chain dapat diterapkan untuk kebutuhan likuiditas bisnis.

Penggunaan tersebut bertepatan dengan pertumbuhan bisnis stablecoin Visa. Lebih dari 160 program kartu berbasis stablecoin kini beroperasi di jaringannya, sementara volumenya meningkat hampir 200 persen secara tahunan.

Bisnis Stablecoin Visa Ngebut, Mastercard Ikut Gaspol

Visa juga mencatat volume settlement stablecoin telah melampaui laju tahunan US$20 miliar, lebih dari 15 kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya, memperlihatkan penggunaan aset digital dalam infrastrukturnya semakin besar.

Ekspansi tersebut bukan yang pertama. Pada Maret 2026, Visa memperluas kolaborasi dengan Bridge untuk membawa kartu berbasis stablecoin ke lebih dari 100 negara secara bertahap hingga akhir tahun.

Beberapa bulan kemudian, Visa menguji settlement stablecoin privat bersama Brale dan meluncurkan Visa Stablecoin Platform untuk membantu institusi mengelola perpindahan, penukaran, serta infrastruktur aset digital.

BACA JUGA:  Harga XRP Sedang Meniru Masa Lalunya, US$8 Jadi Target Reli

Di luar jaringan Visa, aktivitas stablecoin juga membesar. Volume transaksi stablecoin yang disesuaikan mencapai rekor US$1,79 triliun pada Juni, sedangkan 30 hari terakhir berada sekitar US$1,2 triliun.

Volume Stablecoin - Visa
Volume Stablecoin – Visa

Persaingan juga ikut memanas. Mastercard telah memperbesar eksposur ke stablecoin setelah mengakuisisi BVNK, sementara sebelumnya menggandeng Ripple dan Gemini untuk menguji settlement kartu menggunakan RLUSD di XRP Ledger.

Melihat arah tersebut, stablecoin kini tidak lagi sekadar menjadi alat pembayaran alternatif. Visa mulai mendorongnya masuk lebih dalam ke pembiayaan, settlement, dan kebutuhan likuiditas bisnis.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait