Visa Uji Coba Stablecoin Biar Bayar Lintas Negara Makin Cepat

Perusahaan pembayaran global Visa meluncurkan program uji coba baru yang memanfaatkan stablecoin untuk mempercepat dan memodernisasi sistem pembayaran lintas negara.

Program ini dijalankan melalui platform global Visa Direct dan bertujuan memberikan alternatif baru bagi bisnis dalam mendanai pembayaran internasional tanpa harus menahan dana fiat dalam jumlah besar.

Berdasarkan laporan The Fintech Times, melalui proyek yang disebut stablecoin prefunding pilot, Visa ingin mengurangi friksi dan biaya yang kerap muncul dalam sistem pembayaran tradisional antarnegara.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat efisiensi dan likuiditas dalam operasi keuangan lintas batas, terutama di era ekonomi digital yang semakin menuntut kecepatan dan transparansi.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Program uji coba ini akan mengizinkan perusahaan mengirim stablecoin kepada Visa untuk menutupi dana pembayaran internasional mereka. Stablecoin yang dikirim akan diperlakukan sebagai saldo prabayar (prefunded balance), menggantikan kewajiban bisnis untuk menyediakan dana fiat terlebih dahulu.

Dengan demikian, arus kas perusahaan dapat tetap aktif dan produktif tanpa perlu menunggu proses penyelesaian dana yang biasanya memakan waktu berhari-hari.

BACA JUGA:  Jupiter Hadirkan Sistem Pembayaran QR, Fiat dan Kartu USDC

“Pembayaran lintas batas telah terlalu lama terjebak dalam sistem usang. Integrasi stablecoin melalui Visa Direct membuka jalan agar uang dapat bergerak seketika ke seluruh dunia, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi bisnis dalam melakukan pembayaran,” ujar Presiden Commercial and Money Movement Solutions di Visa, Chris Newkirk.

Modernisasi Manajemen Likuiditas Global

Menurut Visa, kemampuan prefunding berbasis stablecoin ini dirancang untuk membebaskan bisnis dari kebutuhan menyimpan saldo fiat besar di muka.

Dengan cara tersebut, modal kerja dapat terus berputar sembari memastikan bahwa dana pembayaran lintas negara tetap tersedia. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga beberapa hari kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit.

Selain mempercepat transaksi, penggunaan stablecoin juga diharapkan mampu mengurangi eksposur terhadap volatilitas nilai tukar mata uang lokal. Dengan adanya lapisan penyelesaian (settlement layer) yang lebih konsisten dan berbasis blockchain, stabilitas dalam pengelolaan keuangan internasional dapat meningkat.

Fitur baru ini ditujukan bagi lembaga keuangan, bank, dan perusahaan remitansi yang membutuhkan mekanisme manajemen likuiditas yang cepat, aman dan fleksibel.

BACA JUGA:  Bear Market Ethereum Belum Usai, Analis Ungkap Sinyal Bahaya

Bagi pelaku usaha dengan aktivitas perdagangan lintas negara, model pembayaran ini juga membuka peluang efisiensi operasional dan penghematan biaya transfer yang signifikan.

Program percontohan tersebut saat ini dijalankan dengan sekelompok mitra terpilih yang memenuhi kriteria Visa. Perusahaan berencana memperluas cakupan program ke lebih banyak peserta pada tahun 2026 setelah melalui tahap evaluasi teknis dan kepatuhan regulasi.

Langkah Strategis Menuju Ekonomi Digital Global

Uji coba stablecoin ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Visa dalam membangun jaringan pergerakan uang global yang lebih cepat, fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan ekonomi digital.

Dengan menggabungkan skala global Visa dan teknologi blockchain yang dapat diprogram (programmable blockchain), perusahaan ingin menghadirkan sistem pembayaran lintas batas yang lebih transparan dan efisien.

Langkah ini juga menandai upaya nyata dari industri pembayaran tradisional untuk beradaptasi dengan perubahan lanskap keuangan global yang semakin digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap sistem pembayaran real-time lintas negara meningkat pesat, didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi aset kripto yang meluas.

BACA JUGA:  Rencana Stablecoin di Dewan Perdamaian Trump

Bagi Visa, penggunaan stablecoin bukan sekadar eksperimen teknologi, tetapi bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan infrastruktur keuangan global yang lebih tangguh.

Dengan memanfaatkan blockchain sebagai tulang punggung transaksi, Visa berharap dapat mengatasi kendala klasik seperti biaya tinggi, keterlambatan transfer, dan kurangnya transparansi dalam pembayaran lintas negara.

Program stablecoin prefunding ini juga menjadi sinyal bahwa sektor pembayaran internasional tengah bergerak menuju sistem terdesentralisasi yang mengedepankan efisiensi dan kecepatan.

Jika berhasil, proyek ini dapat menjadi model baru bagi industri keuangan dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sistem pembayaran arus utama.

Dengan peluncuran program ini, Visa menegaskan posisinya sebagai salah satu pionir dalam transformasi keuangan global.

Melalui kombinasi antara jaringan pembayaran berskala besar dan inovasi berbasis blockchain, perusahaan berupaya mendorong perubahan mendasar dalam cara uang berpindah lintas batas di dunia modern. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia