Visa kembali mempertegas ambisinya di dunia aset digital dengan menguji sistem settlement berbasis stablecoin private yang dirancang untuk institusi keuangan, menandai semakin besarnya peran teknologi blockchain dalam pembayaran modern.
Melalui kolaborasi dengan Brale, Visa ingin mengukur kemampuan stablecoin untuk mempercepat proses penyelesaian transaksi sekaligus menjaga privasi transaksi, aspek yang menjadi perhatian utama lembaga keuangan global.
Visa dan Brale Uji Stablecoin Privat untuk Institusi
Pada Kamis (05/06/2026), Visa mengumumkan kerja sama dengan Brale untuk mengeksplorasi penggunaan SBC, stablecoin yang didukung dolar AS dan diterbitkan oleh Brale, di jaringan blockchain Canton Network.
Kolaborasi ini hadir dalam bentuk Proof-of-Concept yang berfokus pada settlement pembayaran institusional. Tujuannya bukan hanya mempercepat transaksi, tetapi juga menghadirkan sistem yang lebih fleksibel dan dapat diprogram sesuai kebutuhan bisnis.
Berbeda dari banyak blockchain publik yang terbuka, Canton menawarkan pendekatan yang lebih tertutup. Infrastruktur ini memungkinkan peserta bertransaksi di jaringan yang sama tanpa harus membuka seluruh informasi transaksi kepada pihak lain.
Privasi menjadi alasan Visa menguji teknologi ini. Di tengah meningkatnya adopsi stablecoin, institusi keuangan membutuhkan blockchain yang memenuhi standar kepatuhan regulasi. Visa sendiri telah mendukung transaksi stablecoin sejak 2021.
Menurut Head of Crypto Visa, Cuy Sheffield, penggunaan stablecoin telah membuktikan bahwa teknologi blockchain mampu meningkatkan kecepatan dan efisiensi perpindahan dana.
“Settlement berbasis stablecoin telah menunjukkan bagaimana infrastruktur blockchain dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi perpindahan dana,” kata Sheffield.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi kesempatan untuk menguji bagaimana SBC di Canton Network dapat mendukung kebutuhan penyelesaian transaksi institusional yang memerlukan kemampuan pemrograman sekaligus kontrol privasi yang ketat.
Privasi Jadi Senjata Utama di Tengah Adopsi Stablecoin
Dalam beberapa tahun terakhir, stablecoin berkembang pesat sebagai salah satu segmen kripto dengan utilitas jelas. Namun, bagi lembaga keuangan, masalah privasi dan kepatuhan masih menjadi hambatan utama sebelum teknologi tersebut digunakan secara luas.
Di sinilah Canton Network mencoba menawarkan solusi berbeda. Jaringan ini dirancang agar institusi dapat memanfaatkan kelebihan blockchain tanpa harus mengorbankan kerahasiaan data transaksi yang sensitif.
Pendiri sekaligus CEO Brale, Ben Milne, menilai kebutuhan infrastruktur stablecoin yang ramah regulasi semakin meningkat. Menurutnya, banyak institusi kini mencari sistem yang tidak hanya cepat, tetapi juga sesuai dengan tuntutan operasional dan regulasi.
“Lembaga keuangan kini mencari infrastruktur stablecoin yang mampu memenuhi kkebutuhan operasional, regulasi, dan privasi mereka,” ujar Milne.
Ia menyebut kolaborasi dengan Visa sebagai langkah penting untuk membuat settlement berbasis stablecoin menjadi lebih praktis dan mudah diterapkan dalam alur pembayaran dunia nyata.
Visa Perkuat Posisi di Industri Aset Digital
Langkah yang diambil oleh Visa bersama Brale bukanlah yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, Visa terlihat semakin agresif memperluas jejaknya di sektor aset digital.
Pada Mei lalu, perusahaan tersebut menggandeng WeFi untuk mengeksplorasi pembayaran kartu yang didanai stablecoin di sejumlah wilayah Eropa, Asia, dan Amerika Latin.
Tak berhenti di sana, Visa juga terlibat dalam proyek kartu pembayaran yang memungkinkan pengguna membelanjakan emas yang telah ditokenisasi sambil memperoleh hadiah dalam bentuk Tether Gold.
Sementara di Jepang, SBI Group meluncurkan kartu yang terhubung dengan jaringan Visa dan menawarkan imbalan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, serta XRP melalui SBI VC Trade.
Visa Perluas Kartu Stablecoin ke 100 Negara Lewat Kerja Sama Baru
Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa Visa tidak lagi memandang stablecoin sebagai pelengkap, melainkan sebagai fondasi baru yang berpotensi menjadi sistem pembayaran global di masa depan.
Jika berbagai uji coba berhasil, dominasi sistem pembayaran tradisional bisa mulai menghadapi pesaing baru yang lebih cepat, lebih fleksibel, dan semakin dekat dengan inovasi stablecoin dan blockchain.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


