Vitalik Buterin Bocorkan Upgrade Terbesar Ethereum Sejak The Merge

Ethereum kembali bersiap memasuki fase evolusi berikutnya. Setelah sukses melewati The Merge, Vitalik Buterin membocorkan rencana upgrade yang disebut sebagai iterasi terbesar sejak pembaruan bersejarah tersebut.

Lean Ethereum Jadi Iterasi Terbesar Sejak The Merge

Lewat unggahan di X pada Minggu (05/07/2026), Vitalik Buterin mengungkap bahwa para peneliti Ethereum baru saja berkumpul di Berlin untuk membahas arah pengembangan jangka panjang jaringan.

Pertemuan tersebut melanjutkan diskusi bersama tim pengembang klien yang sebelumnya digelar di Svalbard pada April lalu, sekaligus menyusun pembaruan strawmap sebagai peta jalan Ethereum.

Dari diskusi itu lahirlah visi besar bernama Lean Ethereum. Fokus utamanya bukan sekadar menambah fitur, melainkan menghadirkan upgrade besar sejak The Merge untuk membangun fondasi yang lebih kuat.

Lean Ethereum bukanlah satu pembaruan yang dirilis sekaligus. Ini adalah kumpulan peningkatan yang akan diterapkan bertahap. Namun jangan salah, inilah iterasi besar ketiga Ethereum, sama seperti The Merge yang menjadi iterasi besar kedua,” tulis Vitalik.

Roadmap Pengembangan Ethereum - Vitalik Buterin
Roadmap Pengembangan Ethereum – Vitalik Buterin

Perubahan yang disiapkan juga bukan sekadar penyempurnaan kecil. Seluruh komponen inti protokol akan diperbarui, mulai dari sistem verifikasi transaksi, mekanisme konsensus, struktur penyimpanan data (state), arsitektur klien, hingga model penghitungan gas.

BACA JUGA:  10 Kripto Berbasis Ethereum yang Layak Dilirik Juni 2026

Privasi Bukan Lagi Pelengkap, Kini Jadi Fokus Utama

Salah satu perubahan terbesar adalah penggunaan recursive STARKs sebagai sistem verifikasi utama. Teknologi ini akan menggantikan metode lama yang mengandalkan eksekusi ulang transaksi secara langsung.

Dengan pendekatan tersebut, proses validasi transaksi diproyeksikan menjadi jauh lebih efisien. Selain meningkatkan performa jaringan, teknologi ini juga akan menjadi salah satu fondasi utama arsitektur Ethereum generasi berikutnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ethereum juga memprioritaskan perlindungan dari serangan quantum. Seluruh komponen yang masih rentan akan diganti secara bertahap dengan teknologi yang lebih aman dan siap menghadapi perkembangan masa depan.

“Keamanan terhadap komputer kuantum kini menjadi prioritas yang jauh lebih tinggi. Hal ini menambah banyak pekerjaan, termasuk menyelesaikan desain blob yang aman dari serangan kuantum,” tulis Vitalik Buterin.

Tak hanya itu, mekanisme konsensus juga akan disederhanakan. Ethereum menargetkan finalitas transaksi hanya dalam satu atau dua putaran sehingga proses konfirmasi menjadi lebih cepat tanpa mengorbankan keamanan.

BACA JUGA:  Bitcoin dalam Bear Market atau Sekadar Koreksi? Analis Temukan Sinyal Penting dari Asia

Vitalik juga menyebut mempool, struktur data, hingga sistem transaksi akan didesain ulang agar mampu mendukung privasi pengguna secara lebih optimal.

“Privasi bukan lagi sekadar hal yang dipikirkan belakangan, melainkan telah menjadi tujuan utama Ethereum,” ujar Vitalik Buterin.

Selain itu, Ethereum akan menerapkan pendekatan formal verification. Melalui metode ini, setiap komponen penting dapat diverifikasi secara matematis sehingga potensi celah keamanan dapat diminimalkan sejak tahap pengembangan.

State Baru Jadi Kunci Upgrade Ethereum

Perubahan paling besar diperkirakan terjadi pada sistem penyimpanan data atau state. Namun, Ethereum tetap mempertahankan model dynamic state saat ini dengan peningkatan kapasitas yang lebih terbatas.

Sebagai pelengkap, Ethereum akan memperkenalkan tipe state baru yang lebih ramah terhadap skalabilitas. Model ini mampu menyimpan data lebih besar tanpa membebani seluruh node jaringan.

“Sebagai gambaran, Ethereum pada 2030 dapat memiliki sekitar 2 TB state bergaya saat ini (dynamic state) dan 100 TB state generasi baru yang lebih mudah diskalakan, meski memiliki sejumlah batasan.” tambahnya.

Ethereum Siap Hadapi Ancaman Quantum, Ini Strategi Vitalik

Model penyimpanan baru ini dinilai cocok untuk token ERC-20, NFT, dan berbagai aplikasi DeFi. Sementara itu, aplikasi yang lebih kompleks diperkirakan tetap menggunakan model penyimpanan saat ini.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 13 Juni 2026: DOGE Dekati Momen Krusial, BCH dan ARB Bangun Momentum Bullish

Pengembang tidak diwajibkan menulis ulang seluruh aplikasi. Namun, migrasi ke desain penyimpanan baru, seperti model berbasis UTXO, berpotensi memangkas biaya transaksi lebih dari 10 kali lipat.

Vitalik juga mempertimbangkan kehadiran mesin virtual baru selain EVM. Opsi seperti leanISA dan RISC-V dinilai mampu meningkatkan skalabilitas sekaligus mendukung fitur privasi yang lebih canggih.

Selain itu, Ethereum akan meningkatkan gas limit, kapasitas blob, serta memangkas waktu slot secara bertahap. Langkah ini menegaskan ambisi Lean Ethereum untuk membangun fondasi jaringan yang efisien, cepat, dan siap menghadapi kebutuhan ekosistem.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait