Vitalik Buterin Bongkar Konsep Keamanan Baru Ethereum

Vitalik Buterin mengemukakan kerangka baru tentang keamanan sistem di ekosistem Ethereum dengan menekankan pentingnya keselarasan antara niat pengguna dan perilaku aktual sistem.

Gagasan tersebut disampaikan melalui penjelasan terperinci di media sosial, yang menyoroti bagaimana keamanan dan pengalaman pengguna (UX) seharusnya dipahami sebagai satu kesatuan, bukan dua aspek yang terpisah.

Dalam postingan di media sosial pada Senin (23/2/2026), Vitalik Buterin menyatakan bahwa tujuan utama keamanan adalah meminimalkan perbedaan antara niat pengguna dan perilaku aktual sistem.

User experience juga dapat didefinisikan dengan cara yang sama. Keamanan dan pengalaman pengguna bukan bidang yang terpisah,” tambahnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pernyataan ini menegaskan pendekatan baru yang menggabungkan aspek teknis dan interaksi pengguna dalam satu kerangka berpikir yang terintegrasi.

Konsep tersebut relevan bagi berbagai komponen teknologi, mulai dari dompet Ethereum, sistem operasi, hingga verifikasi formal pada kontrak pintar dan perangkat keras.

BACA JUGA:  VP Indodax Singgung Beli Bitcoin Bertahap Usai Jatuh Pasca FOMC

Vitalik Buterin menjelaskan bahwa setiap input yang diberikan pengguna pada dasarnya terlalu sederhana untuk sepenuhnya mewakili kompleksitas niat manusia. Karena itu, sistem perlu dirancang untuk mengurangi risiko kesalahan interpretasi yang dapat berujung pada kerugian.

Simulasi Transaksi dan Redundansi Intent Jadi Kunci

Salah satu pendekatan yang diusulkan adalah penggunaan simulasi transaksi sebelum eksekusi on-chain.

Dalam skema ini, pengguna terlebih dahulu menyatakan tindakan yang ingin dilakukan, kemudian meninjau simulasi konsekuensi transaksi tersebut, sebelum akhirnya memutuskan untuk menyetujui atau membatalkan.

Menurut Vitalik, pola solusi keamanan yang baik adalah pengguna menyatakan niatnya dalam berbagai cara yang saling tumpang tindih, dan sistem hanya bertindak ketika semuanya selaras. Pendekatan redundansi ini bertujuan memperkecil celah antara niat dan hasil akhir.

Ia mencontohkan sejumlah mekanisme yang dapat diterapkan, seperti batas pengeluaran (spending limits), konfirmasi alamat baru, multisignature, hingga post-assertions dalam transaksi. Pada transaksi yang dianggap tidak biasa atau berisiko tinggi, pengguna diminta memberikan konfirmasi tambahan.

BACA JUGA:  Keren! Blockchain Bawa Mahasiswa RI Raih Penghargaan Internasional

Dengan demikian, tindakan berisiko rendah dapat dilakukan dengan mudah, sementara tindakan berbahaya menjadi lebih sulit dieksekusi.

Vitalik Buterin menegaskan bahwa keamanan tidak berarti menambah jumlah klik atau memperumit setiap proses.

“Keamanan seharusnya berarti memudahkan hal-hal berisiko rendah dan mempersulit hal-hal berbahaya,” ungkapnya.

Kompleksitas Niat dan Batas Keamanan Sempurna

Dalam penjelasannya, Vitalik Buterin juga menyoroti bahwa keamanan sempurna tidak mungkin tercapai karena niat pengguna sendiri bersifat sangat kompleks.

Ia memberikan contoh sederhana, ketika seseorang ingin mengirim 1 ETH kepada “Bob,” identitas Bob di dunia nyata tidak dapat sepenuhnya direpresentasikan secara matematis oleh satu alamat publik.

Perfect security tidak mungkin, bukan karena mesin atau manusia cacat, tetapi karena niat pengguna adalah objek yang sangat kompleks,” ungkap Vitalik Buterin.

Ia menambahkan bahwa aspek seperti privasi bahkan lebih sulit didefinisikan, karena kebocoran informasi dapat terjadi melalui pola metadata atau waktu komunikasi, bukan hanya isi pesan.

BACA JUGA:  Arthur Hayes Lepas Token Ini Demi Borong HYPE Rp31,5 Miliar

Lebih lanjut, Vitalik menyinggung potensi penggunaan model bahasa besar (LLM) sebagai salah satu sudut pendekatan untuk memahami niat pengguna. Namun, ia menekankan bahwa LLM tidak boleh menjadi satu-satunya penentu.

“LLM adalah salah satu sudut untuk mendekati niat pengguna, tetapi tidak boleh menjadi penentu tunggal,” jelasnya.

Kerangka yang dipaparkan ini menempatkan keamanan dan UX sebagai dua sisi dari tujuan yang sama, yakni memastikan sistem Ethereum benar-benar menjalankan apa yang dimaksudkan pengguna.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia