Vitalik Buterin Bongkar Visi Ethereum dan AI di Empat Area Kunci

Pada Selasa (10/2/2026), Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menguraikan visi terbarunya mengenai integrasi antara teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam empat area utama.

Dalam pemaparannya, Vitalik menegaskan bahwa pengembangan Ethereum dan AI tidak boleh berjalan secara terpisah. Menurutnya, kedua teknologi tersebut harus disatukan dalam kerangka pembangunan sistem digital yang berorientasi pada pemberdayaan manusia, keamanan, serta desentralisasi.

Ia menilai bahwa pendekatan percepatan teknologi tanpa arah yang jelas berpotensi menciptakan risiko struktural dalam jangka panjang.

“Tujuan utama saya adalah memastikan bahwa masa depan AI tetap mendukung kebebasan manusia dan tidak mengarah pada konsentrasi kekuasaan yang berlebihan,” ungkap Vitalik.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap pengembangan artificial general intelligence (AGI) dan pemanfaatan AI di sektor keuangan digital. Melalui visinya, Vitalik berupaya menempatkan Ethereum sebagai fondasi bagi ekosistem teknologi masa depan yang lebih transparan dan terdistribusi.

BACA JUGA:  Dari Rp200 Ribu ke Rp1 Triliun: Kisah Warga Malaysia Pemilik Domain AI.com

Empat Fokus Utama Integrasi Ethereum dan AI

Dalam visinya yang diperbarui, Vitalik memaparkan empat fokus utama yang saling terhubung. Area pertama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur untuk memungkinkan interaksi dengan AI secara privat dan minim ketergantungan pada pihak ketiga.

Ethereum AI

Ia mendorong penggunaan model AI lokal, sistem pembayaran berbasis zero-knowledge proof, serta mekanisme verifikasi kriptografis untuk menjaga keamanan identitas pengguna.

Area kedua menempatkan Ethereum sebagai lapisan ekonomi bagi aktivitas AI. Dalam kerangka ini, blockchain digunakan untuk memfasilitasi transaksi antarmesin, perekrutan AI oleh AI lain, penyediaan jaminan keamanan, hingga penyelesaian sengketa secara on-chain.

Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan ekosistem AI yang lebih terdesentralisasi dan tidak terpusat pada satu institusi.

Selanjutnya, area ketiga berfokus pada realisasi prinsip “jangan percaya, verifikasi semuanya.” Vitalik menilai bahwa selama ini prinsip tersebut sulit diterapkan secara luas karena keterbatasan manusia dalam memeriksa sistem digital yang kompleks.

BACA JUGA:  Bitcoin Merah? Robert Kiyosaki Bilang Ini Justru Fase Penting

Dengan bantuan large language model (LLM), proses audit kontrak pintar, verifikasi transaksi, serta evaluasi protokol dapat dilakukan secara lebih efisien dan mandiri.

Dalam kerangka yang sama, area keempat terkait penguatan pasar dan tata kelola digital juga terintegrasi dengan tiga fokus sebelumnya.

Vitalik menilai bahwa berbagai konsep seperti pasar prediksi, voting kuadratik dan tata kelola terdesentralisasi belum berkembang optimal akibat keterbatasan kapasitas manusia dalam mengambil keputusan. Dengan dukungan AI, kemampuan analisis dan penilaian kolektif dapat ditingkatkan secara signifikan.

Ia memandang bahwa kombinasi antara sistem ekonomi berbasis blockchain, verifikasi otomatis dan AI akan membuka peluang bagi pengelolaan pasar dan kebijakan digital yang lebih efisien, transparan, serta inklusif.

Implikasi bagi Ekosistem Blockchain Global

Pemaparan visi terbaru ini disampaikan dalam konteks meningkatnya integrasi AI di berbagai sektor, termasuk keuangan, pemerintahan digital dan layanan publik. Vitalik menilai bahwa Ethereum memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung bagi interaksi AI yang aman dan terdesentralisasi di tingkat global.

BACA JUGA:  Epstein Files Ungkap Sisi Lain Michael Saylor

Ia juga mengaitkan keempat fokus tersebut dengan semangat desentralisasi dan peningkatan ketahanan sistem digital. Menurutnya, penggabungan AI, kriptografi dan blockchain dapat memperkuat kerja sama lintas negara serta mengurangi ketergantungan pada platform terpusat.

Melalui pendekatan ini, Ethereum tidak hanya diposisikan sebagai platform transaksi, tetapi juga sebagai infrastruktur dasar bagi ekosistem AI yang bertanggung jawab. Vitalik berharap pengembangan teknologi ke depan tetap selaras dengan prinsip transparansi, keamanan dan pemberdayaan pengguna.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia