Vitalik Buterin: Crypto Memang Lebih Cocok sebagai Alat Pembayaran Internasional

Co-founder Ethereum Vitalik Buterin menilai crypto memang lebih cocok diberdayakan sebagai alat pembayaran Internasional.

“Cukup sering, crypto sejauh ini merupakan cara termudah untuk mengirim uang ke keluarga orang-orang,” kata Vitalik Buterin di podcast Bankless.

Menurut Vitalik Buterin, ada alasan struktural mengapa crypto lebih siap untuk bertahan sebagai mata uang internasional daripada mata uang fiat tradisional.

“Saya percaya pada kemampuan crypto untuk membuat pembayaran lintas batas lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah di seluruh dunia,” kata Vitalik Buterin sebagaimana dikutip Forbes, baru-baru ini. 

Penulis dan programmer asal Kanada menyorot solusi modern seperti PayPal, Wise, WorldRemit, dan Western Union mungkin memudahkan pengiriman uang ke luar negeri, tetapi juga memiliki kelemahan. 

“Seperti lembaga keuangan lainnya, perusahaan ini memiliki kemampuan untuk membekukan atau menonaktifkan akun kapan saja karena berbagai alasan. Ini telah menjadi kejadian umum di negara berkembang di mana akun pengguna dinonaktifkan dan dana dibekukan,” katanya

“Lembaga keuangan tersebut mungkin membebankan biaya yang lebih tinggi untuk pertukaran mata uang, pemeliharaan akun, atau pemrosesan transaksi,” timpal Buterin.

Survey dari Bank Dunia mencatat, rata-rata biaya pengiriman US$200 ke luar negeri adalah 7,1% pada kuartal pertama tahun 2021. Jumlah itu setara dengan US$14,20 yang merupakan rata-rata pengeluaran bahan makanan mingguan di Filipina. 

Buterin mengatakan, hal ini bisa menjadi beban yang signifikan bagi orang-orang yang mengandalkan pengiriman uang ke rumah untuk keluarga mereka.

Menurut Vitalik Buterin, crypto seringkali memiliki biaya transaksi yang sangat rendah, terutama jika dibandingkan dengan sistem keuangan tradisional, yang dapat menjadikannya pilihan yang menarik bagi pengguna yang perlu melakukan transaksi sering atau kecil. 

“Misalnya, pedagang di Brasil yang menerima mata uang kripto sebagai pembayaran mungkin dapat menghemat biaya transaksi dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional seperti kartu kredit.”

“Cryptocurrency juga menawarkan kecepatan transaksi yang lebih cepat daripada sistem tradisional. Misalnya, seorang ekspatriat yang bekerja di Eropa mungkin dapat mengirim uang ke saudaranya di India dalam hitungan detik.”

Vitalik Buterin juga mengatakan, bahwa crypto portabel dan aman, sehingga mudah disimpan dan ditransfer secara digital. 

“Misalnya, sekitar 75,3% penduduk Filipina memiliki ponsel pintar pada tahun 2022, menurut laporan Statista. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar populasi memiliki akses ke perangkat yang berpotensi digunakan untuk mengakses dan berinteraksi dengan crypto, yang dapat memfasilitasi pengadopsiannya,” tutur Vitalik Buterin.

Vitalik Buterin membahas keruntuhan FTX baru-baru ini dan orang-orang yang menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengkritik crypto. 

Dia bersikukuh bahwa dunia membutuhkannya karena sifatnya yang terdesentralisasi, biaya transaksi yang rendah, kecepatan transaksi yang cepat, portabilitas, dan keamanan.

“Anda pergi ke berbagai tempat di Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan tempat-tempat semacam itu, dan di sana sistem keuangan seringkali tidak terhubung dengan baik ke sistem keuangan negara kaya,” kata Buterin.

Vitalik Buterin menganggap secara keseluruhan, sifat crypto yang netral, berbiaya rendah, cepat, portabel, dan aman menjadikannya kandidat kuat untuk mata uang internasional, aspek yang tidak dapat dimiliki oleh mata uang fiat. [ab]

Terkini

Warta Korporat

Terkait