Harga Ethereum sedang goyah. Dalam sebulan terakhir, nilainya merosot lebih dari 30 persen dan kembali menekan level psikologis penting. Di tengah situasi itu, salah satu pendirinya, Vitalik Buterin, justru tercatat menjual Ethereum senilai US$7 juta.
Vitalik Jual ETH di Tengah Tekanan Pasar
Berdasarkan temuan Lookonchain yang dibagikan pada Minggu (22/02/2026), Vitalik Buterin menarik 3.500 ETH dari protokol DeFi Aave. Nilai aset tersebut diperkirakan sekitar US$6,95 juta dan sebagian sudah langsung dilepas ke pasar.
“Setelah jeda dua minggu, Vitalik kembali menjual ETH. Delapan jam lalu, ia menarik 3.500 ETH (senilai US$6,95 juta) dari Aave untuk dijual. Sejauh ini, ia telah menjual 571 ETH (sekitar US$1,13 juta),” tulis mereka.

Data dari Onchain Lens juga menunjukkan bahwa sejak 2 Februari, Buterin menjual lebih dari 7.380 ETH dengan total US$15,5 juta pada harga rata-rata US$2.100. Di tengah pasar yang sedang tertekan, angka ini mencerminkan tekanan jual yang cukup besar.
Dengan demikian, lebih dari separuh cadangan yang sebelumnya dialokasikan untuk periode “penghematan ringan” Ethereum Foundation sudah dicairkan dalam waktu kurang dari satu bulan. Pergerakan ini terbilang lebih agresif dari ekspektasi awal.
Langkah tersebut pun kontras dengan pernyataannya pada akhir Januari lalu. Saat itu, Buterin menegaskan bahwa cadangan ETH akan dikelola secara strategis untuk mendukung tujuan jangka panjang dalam beberapa tahun ke depan.
“Karena alasan ini, saya baru saja menarik 16.384 ETH, yang akan dialokasikan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut dalam beberapa tahun ke depan,” tulis Buterin di X, Jumat (30/01/2026).
Namun, seperti yang terlihat saat ini, realisasinya berjalan jauh lebih cepat dibandingkan dengan gambaran awal yang Vitalik Buterin sampaikan sebelumnya.
Ethereum Tertekan, Sinyal Oversold Muncul
Tekanan jual dari figur sentral seperti Vitalik Buterin muncul di momen yang sensitif. Ethereum kini diperdagangkan di bawah resistance level psikologis US$2.000 setelah terkoreksi lebih dari 33 persen dalam sebulan terakhir.
Bagi investor, aksi jual besar dari pendiri proyek kerap ditafsirkan sebagai sinyal negatif, terutama saat pasar sedang mengalami drawdown. Sentimen bisa dengan cepat berubah dari sekadar waspada menjadi kekhawatiran lanjutan.
Namun, data on-chain menghadirkan sudut pandang berbeda. Firma analitik blockchain Santiment mengungkapkan pada Senin (21/02/2026) bahwa rasio Market Value to Realized Value (MVRV) 30 hari Ethereum berada di minus 14,3 persen.

Metrik MVRV membandingkan kapitalisasi pasar dengan nilai terealisasi untuk mengukur profitabilitas rata-rata pemegang aset. Ketika angkanya berada jauh di zona negatif, kondisi tersebut sering dibaca sebagai sinyal oversold atau undervalued secara teknikal.
Berdasarkan data itu, Ethereum saat ini menjadi aset besar yang paling murah dalam 30 hari terakhir. Sebagai perbandingan, Bitcoin hanya menunjukkan tingkat undervaluation sekitar 6,9 persen.
Sinyal Bearish atau Peluang Akumulasi?
Situasi ini memunculkan dua narasi. Di satu sisi, aksi jual dari pendiri Ethereum memberi tekanan psikologis bagi pasar yang sudah rapuh. Di sisi lain, indikator teknikal menunjukkan kondisi jenuh jual yang berpotensi membuka potensi rebound.
Pertanyaannya, apakah langkah Buterin semata-mata bagian dari strategi pengelolaan dana jangka panjang, atau bentuk antisipasi terhadap tekanan pasar yang lebih dalam?
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



