Vitalik Buterin Pastikan Ethereum Bebas Dipakai Siapa Saja

Vitalik Buterin menegaskan bahwa siapa pun tetap bebas menggunakan Ethereum, bahkan jika mereka tidak setuju dengan pandangan pribadinya terkait desain aplikasi, DeFi, privasi, politik, maupun kecerdasan buatan (AI).

Pernyataan tersebut disampaikan Vitalik Buterin melalui sebuah postingan di media sosial pada Senin (16/2/2026), sebagai respons terhadap perdebatan yang berkembang mengenai peran individu dan prinsip dalam ekosistem blockchain terdesentralisasi.

Dalam pernyataannya, Vitalik Buterin menekankan bahwa Ethereum adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk tetap terbuka, netral, dan tahan terhadap sensor. Ia menegaskan bahwa penggunaan Ethereum tidak bergantung pada persetujuan dirinya, Ethereum Foundation, maupun pengembang tertentu.

“Anda tidak harus setuju dengan saya tentang aplikasi apa yang layak digunakan untuk memakai Ethereum,” ungkap Vitalik Buterin.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Lebih lanjut, Vitalik menjelaskan bahwa perbedaan pandangan, baik terkait teknologi, politik, maupun preferensi pribadi, tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siapa pun untuk mengakses dan menggunakan jaringan Ethereum.

Ia menegaskan bahwa konsep utama Ethereum adalah memberikan kebebasan kepada pengguna tanpa memerlukan izin dari pihak mana pun.

“Ethereum adalah protokol terdesentralisasi. Seluruh konsep ‘permissionless’ dan ‘censorship resistance’ berarti Anda bebas menggunakan Ethereum dengan cara apa pun yang Anda inginkan, tanpa harus peduli dengan apa yang saya pikirkan,” ujar Vitalik.

BACA JUGA:  Apa Itu Hash Crypto? Ini Cara Kerja dan Contohnya!

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya diskusi di komunitas blockchain global mengenai arah pengembangan aplikasi dan nilai-nilai yang mendasari ekosistem Ethereum.

Vitalik Buterin menegaskan bahwa Ethereum tidak mewakili satu pandangan tunggal, melainkan menjadi infrastruktur terbuka yang dapat digunakan oleh berbagai pihak dengan tujuan dan prinsip yang berbeda.

Netralitas Harus Tetap Berada di Level Protokol

Vitalik Buterin menekankan bahwa netralitas merupakan karakteristik yang harus dimiliki oleh protokol, bukan individu yang berada di dalam ekosistem tersebut.

Ia menjelaskan bahwa protokol seperti Ethereum, Bitcoin dan HTTP dirancang untuk tetap netral, sementara individu tetap memiliki kebebasan untuk menyatakan pandangan mereka secara terbuka.

Menurut Vitalik Buterin, menyampaikan kritik terhadap aplikasi tertentu bukan berarti melakukan sensor.

Ia menjelaskan bahwa kebebasan berbicara memungkinkan setiap individu untuk menyatakan opini mereka, termasuk mengkritik atau menolak aplikasi yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip tertentu.

BACA JUGA:  Ethereum Hegota Hadirkan Era Baru Transaksi Bebas Sensor

“Jika saya mengatakan aplikasi Anda buruk, saya tidak sedang menyensor Anda. Saya tidak memiliki kekuasaan untuk menghentikan Anda, tetapi saya bebas untuk mengkritik, sama seperti Anda bebas mengkritik saya,” tulis Vitalik.

Vitalik Buterin menambahkan bahwa dunia modern tidak membutuhkan individu yang berpura-pura netral. Sebaliknya, individu dan komunitas perlu memiliki keberanian untuk menyatakan prinsip mereka secara jelas dan membangun ekosistem yang sesuai dengan nilai tersebut.

Namun, hal ini tidak mengubah sifat dasar Ethereum sebagai protokol terbuka yang dapat digunakan oleh siapa saja.

Ia juga menekankan bahwa prinsip seperti kebebasan dan desentralisasi memiliki konsekuensi nyata dalam pengembangan teknologi dan ekosistem digital.

Menurut Vitalik, nilai-nilai tersebut tidak hanya memengaruhi bagaimana protokol dibangun, tetapi juga bagaimana aplikasi dan komunitas berkembang di atasnya.

Ethereum Dirancang untuk Beragam Pengguna dan Tujuan

Vitalik Buterin menjelaskan bahwa Ethereum tidak boleh dianggap sebagai milik satu individu, organisasi, atau kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa protokol terdesentralisasi secara alami akan digunakan oleh berbagai pihak dengan tujuan dan prinsip yang beragam.

BACA JUGA:  Delphi Digital: Altcoin Terpukul, Hanya 6 Persen yang Masih Hijau

Sebagai ilustrasi, Vitalik membandingkan Ethereum dengan sistem operasi Linux, yang dikenal sebagai teknologi terbuka yang memberdayakan pengguna, tetapi juga digunakan dalam berbagai sistem dengan tujuan berbeda. Ia menjelaskan bahwa hal serupa berlaku untuk Ethereum sebagai infrastruktur blockchain global.

Vitalik Buterin menyatakan bahwa membangun protokol saja tidak cukup untuk mewujudkan nilai tertentu. Komunitas juga perlu membangun ekosistem aplikasi yang selaras dengan prinsip mereka. Namun, ia mengakui bahwa Ethereum akan tetap digunakan oleh berbagai pihak dengan tujuan yang tidak selalu sejalan.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian alami dari sistem terdesentralisasi. Ethereum, menurutnya, dirancang untuk menjadi fondasi teknologi yang netral, sementara individu dan komunitas bebas membangun di atasnya sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan masing-masing.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia