Vitalik Buterin Soroti Stablecoin Algoritmik Sebagai Masa Depan DeFi

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mendorong pengembangan stablecoin algoritmik berbasis aset kripto sebagai fondasi utama keuangan terdesentralisasi (DeFi) di masa depan.

Dalam postingan di media sosial pada Senin (9/2/2026), Vitalik menegaskan bahwa stablecoin algoritmik yang dirancang dengan baik merupakan bentuk DeFi sejati karena mampu mengalihkan risiko pihak lawan (counterparty risk) dolar AS kepada mekanisme pasar.

Ia menyebut, desain stablecoin yang didukung oleh Ethereum (ETH) dinilai paling ideal untuk menjaga prinsip desentralisasi dan mengurangi ketergantungan pada lembaga terpusat.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap stabilitas stablecoin, menyusul dominasi aset berbasis fiat dan meningkatnya risiko sistemik dalam ekosistem keuangan digital. Vitalik menilai, penguatan desain crypto-native menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan DeFi dalam jangka panjang.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Jika kita memiliki stablecoin algoritmik berbasis ETH yang baik, maka meskipun 99 persen likuiditasnya berasal dari pemegang CDP, kemampuan untuk mengalihkan risiko dolar ke market maker tetap menjadi keunggulan besar,” tulis Vitalik.

BACA JUGA:  Polkadot Jadi Sorotan Utama, Ini 3 Faktor Pendukungnya

Fokus pada Desain Berbasis ETH dan Pengalihan Risiko Pasar

Vitalik Buterin menjelaskan bahwa prioritas utama pengembangan stablecoin seharusnya diarahkan pada model algoritmik yang menggunakan ETH sebagai jaminan utama. Dalam skema ini, pengguna tidak lagi bergantung pada kustodian fiat atau lembaga keuangan tradisional, melainkan pada mekanisme pasar dan kontrak pintar.

Menurutnya, desain tersebut memungkinkan risiko kepemilikan dolar dialihkan kepada penyedia likuiditas atau market maker. Dengan demikian, pemegang stablecoin tidak secara langsung menanggung risiko kegagalan pihak ketiga.

Sistem ini juga dinilai lebih transparan karena seluruh proses berlangsung di dalam jaringan blockchain.

Dalam konteks ini, Vitalik menekankan bahwa meskipun sebagian besar likuiditas berasal dari pemegang posisi utang berbasis jaminan (CDP), stabilitas tetap dapat terjaga selama mekanisme pasar berfungsi secara efektif. Ia menilai pendekatan tersebut lebih sejalan dengan prinsip trustless dan permissionless yang menjadi dasar DeFi.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Pastikan Ethereum Bebas Dipakai Siapa Saja

Lebih jauh, Vitalik mengingatkan bahwa model sederhana yang hanya mengandalkan stablecoin terpusat, seperti menempatkan USDC di platform pinjaman terdesentralisasi, belum memenuhi kriteria DeFi ideal.

Menurutnya, skema semacam itu masih membawa risiko terpusat dan belum mencerminkan kemandirian sistem.

RWA, Diversifikasi dan Transisi dari Dolar AS

Selain model berbasis ETH, Vitalik juga membuka ruang bagi stablecoin yang didukung oleh aset dunia nyata (RWA). Namun, ia menegaskan bahwa pendekatan ini hanya dapat diterima jika aset pendukungnya bersifat overcollateralized dan terdiversifikasi secara ketat.

Ia menjelaskan bahwa sistem RWA harus tetap memiliki jaminan yang memadai meskipun salah satu aset pendukung mengalami kegagalan. Proporsi tiap aset tidak boleh melebihi rasio jaminan agar stabilitas tetap terjaga. Menurutnya, pendekatan ini dapat memperbaiki profil risiko bagi pemegang stablecoin.

Dalam pernyataannya, Vitalik juga menyoroti perlunya transisi jangka panjang dari ketergantungan terhadap dolar AS sebagai unit of account. Ia mendorong pengembangan stablecoin yang mengacu pada indeks nilai yang lebih luas dan beragam, bukan hanya satu mata uang fiat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi dampak inflasi, kebijakan moneter dan gejolak ekonomi global terhadap ekosistem DeFi. Dengan mengadopsi indeks yang lebih representatif, sistem keuangan berbasis blockchain diharapkan menjadi lebih resilien.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: XLM, OM, ASTER, ZEC, PIPPIN di Titik Kritis

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia